Banjir di Kampar Kembali Meluas ke Kampar Kiri, APINDO Langsung Turun Bagi-bagi Sembako Untuk Rakyat
RADARPEKANBARU.COM - Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Kampar belum surut sejak Kamis (28/1/2016).
Bahkan Jumat (29/1/2016), banjir meluas ke Kecamatan Kampar Kiri dan Gunung Sahilan. Air mulai menggenangi pemukiman warga sekira pukul 05.00 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Santoso menyebutkan, banjir disebabkan meluapnya Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri dan Sungai Lipai di Gunung Sahilan.
"Ketinggian air rata-rata antara 50 sampai 90 sentimeter," ujar Santoso, Jumat siang.
Ia mengatakan warga korban banjir masih bertahan di rumah mereka. Meski begitu, pihaknya telah mengirimkan perahu karet bermotor untuk mengavuasi warga bilamana sewaktu-waktu ketinggian air naik.
Santoso menyebutkan desa-desa di Kampar Kiri yang dilanda banjir. Antara lain, di Desa Teluk Paman ketinggian air 50 sentimeter dengan jumlah korban sebanyak 30 kepala keluarga. Kemudian di Lipat Kain Utara ketinggian air 90 sentimeter dialami 8 KK, di Kelurahan Lipat Kain 40 KK dan di Desa Lipat Kain Selatan 60 KK.
Menanggapi hal ini Ketua DPK Apindo Kabupaten Kampar, M.Amin,SAg langsung bergerak cepat turun memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir di Kecamatan Kampar Kiri yaitu Desa Tanjung Mas, Tanjung Harapan, Kuntu Toerobbah, Teluk Paman, Teluk Paman Timur dan desa Sungai Paku.
"Awalnya yang sangat kita khawatirkan akses menuju lokasi yang agak sulit ditempuh, alhamdulillah Apindo kampar sampai ketujuan bisa bertemu langsung dengan masyarakat, sehingga akhirnya bisa berbagi sembako kepada saudara kita yang terdampak banjir" kata Amin ketua Apindo kepada Radarpekanbaru.com (29/1).
Dalam kunjungan bertemu langsung dengan masyarakat kali ini M Amin berpesan kepada masyarakat agar tetap sabar dalam menghadapi banjir, "Jaga kesehatan anak-anak dan balita , para suami juga harus siaga selalu menjaga keluarganya masing-masing, dan semoga banjir kali ini cepat berlalu," tambah amin. (radarpku)
Dokumentasi





Foto : Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Kampar belum surut sejak Kamis (28/1/2016). Apindo bergerak cepat beri bantuan sembako ke daerah kampar kiri
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)