PILIHAN +INDEKS
As-Sisi Sangat Takut dengan Tanggal 25 Januari
As-Sisi Menhan dan Muhammad Ibrahim Mendagri
Kairo, (radarpekanbaru.com)-Sebuah sumber elit pemerintahan kudeta membocorkan informasi kepada kantor berita Lail Nahar tentang adanya persiapan untuk menghadapi hal yang bakal terjadi pada tanggal 25 Januari mendatang. Persiapan yang sangat dini ini mulai dilakukan setelah menteri dalam negeri kudeta, Muhammad Ibrahim, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap apa yang akan terjadi pada tanggal tersebut kepada As-Sisi.
Tanggal 25 Januari adalah hari jadi kepolisian Mesir. Pada tanggal inilah, dua tahun yang silam, terjadi demonstrasi menentang sikap polisi yang menginterogasi seorang aktivis bernama Khalid Said hingga meninggal dunia di kantor polisi. Demonstrasi tersebut berkembang dan meluas hingga menjadikan turunnya Mubarak sebagai tuntutan.
Saat ini banyak sekali seruan dari berbagai pihak untuk mengulangi sejarah menjatuhkan penguasa yang zhalim pada tanggal ini. Karena ternyata banyak tokoh rejim Mubarak yang kini kembali memegang kendali politik, ekonomi, dan media. Kudeta militer telah menjadikan mereka kembali berkuasa. Tentulah pihak-pihak yang terlibat dalam penurunan Mubarak merasa telah dikhianati dan siap untuk menuntut kembali.
Di antara persiapan yang dilakukan sangat dini tersebut adalah penguasaan tempat-tempat penting yang biasa dijadikan medan demonstrasi seperti bundaran Tahrir, Rabiah Adawiyah, dan Nahdhah; meningkatkan status kondisi keamanan menjadi siaga; menolak semua permintaan cuti bagi personil polisi dan militer; dan mengeluarkan instruksi kepada lembaga-lembaga yang berafiliasi kepada kepolisian dan militer untuk melakukan demonstrasi tandingan di berbagai tempat. (dwc)
Editor : Alamsah
Tanggal 25 Januari adalah hari jadi kepolisian Mesir. Pada tanggal inilah, dua tahun yang silam, terjadi demonstrasi menentang sikap polisi yang menginterogasi seorang aktivis bernama Khalid Said hingga meninggal dunia di kantor polisi. Demonstrasi tersebut berkembang dan meluas hingga menjadikan turunnya Mubarak sebagai tuntutan.
Saat ini banyak sekali seruan dari berbagai pihak untuk mengulangi sejarah menjatuhkan penguasa yang zhalim pada tanggal ini. Karena ternyata banyak tokoh rejim Mubarak yang kini kembali memegang kendali politik, ekonomi, dan media. Kudeta militer telah menjadikan mereka kembali berkuasa. Tentulah pihak-pihak yang terlibat dalam penurunan Mubarak merasa telah dikhianati dan siap untuk menuntut kembali.
Di antara persiapan yang dilakukan sangat dini tersebut adalah penguasaan tempat-tempat penting yang biasa dijadikan medan demonstrasi seperti bundaran Tahrir, Rabiah Adawiyah, dan Nahdhah; meningkatkan status kondisi keamanan menjadi siaga; menolak semua permintaan cuti bagi personil polisi dan militer; dan mengeluarkan instruksi kepada lembaga-lembaga yang berafiliasi kepada kepolisian dan militer untuk melakukan demonstrasi tandingan di berbagai tempat. (dwc)
Editor : Alamsah
BERITA LAINNYA +INDEKS
Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
RADARPEKANBARU.COM - .
Mengapa Allah Menciptakan Kejahatan dan Dosa di Alam Semesta?
RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya hikmah Allah Yang .
Pendapat Nabi Muhammad soal Orang Beriman yang Berbohong
RADARPEKANBARU.COM - Dalam sebuah kesempatan, salah seorang sahabat bertanya ke .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








