Ketika Rasulullah Diminta Menetapkan Harga Akibat Barang-barang Jadi Mahal
RADARPEKANBARU.COM - Kenaikan harga barang kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pada masa Rasulullah SAW, sahabat pernah mengeluhkan mahalnya harga barang di Madinah dan meminta beliau menetapkan harga di pasar. Namun, Nabi Muhammad SAW tidak serta-merta mengabulkan permintaan tersebut. Beliau justru memberikan nasihat yang penuh makna.
Mendengar hal tersebut, Nabi Muhammad SAW tidak langsung melakukan penentuan harga, tapi memberikan sebuah nasihat bijak.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorangpun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR Imam Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Setelah itu, Rasulullah SAW kembali diminta untuk menentukan harga. Namun beliau memerintahkan sahabat untuk berdoa kepada Allah SWT.
Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW memberikan kebebasan kepada mekanisme pasar dengan catatan jangan berbuat zalim dalam urusan jual-beli. Hal ini dikuatkan oleh hadits yang memperingatkan pedagang agar jujur dan amanah.
Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pedagang yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang syahid pada hari kiamat (di Surga).” (HR Imam Ibnu Majah)
Afzalurrahman seorang cendekiawan Muslim dan pakar ekonomi Islam dalam bukunya Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang, menerangkan bahwa Rasulullah tidak menetapkan harga pasar dianggap sebagai kebijakan dalam menangani masalah perdagangan besar, karena pembatasan harga secara paksa dikhawatirkan dapat menghentikan aktivitas perusahaan dagang dan niaga dunia.
Menurut pakar ekonomi Islam ini, sebuah studi yang teliti tentang seluruh masalah inflasi dan kenaikan harga yang sangat tinggi akan menunjukkan bahwa hal itu merupakan akibat dari sistem moneter berbunga yang telah ditentukan, dan sebagian karena manipulasi dan tipu muslihat dari sistem moneter oleh unsur-unsur tertentu dalam ekonomi untuk memenuhi kepentingan diri mereka sendiri.
Baginya, inflasi dipandang sebagai hasil dari perbuatan atau sistem yang tidak alamiah dalam kehidupan manusia. "Kita menuai hasil dari apa yang telah kita semaikan. Inilah beberapa pengaruh buruk dari sistem (ekonomi) yang tidak alamiah di dalam kehidupan kita," tulis Afzalurrahman(rmc)








