• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1947 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4281 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4287 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4237 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4353 Kali

  • Home
  • Nasional

PP Gambut Berpotensi Picu 360 ribu Orang Pengangguran, Kampanye Hitam NGO Asing Sudutkan Petani

Redaksi Radarpku

Ahad, 05 April 2015 10:24:27 WIB
Cetak
PP Gambut Berpotensi Picu 360 ribu Orang Pengangguran, Kampanye Hitam NGO Asing Sudutkan Petani
RADARPEKANBARU.COM- Jika peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2014 dilaksanakan, maka peraturan itu akan berdampak meningkatnya jumlah pengangguran dari sektor perkebunan sawit. Jumlahnya mencapai 360 ribu orang. Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Adi Daryanto saat diskusi pelaku usaha perkebunan dan kehutanan, di Pekanbaru Kamis (26/3/15). Bukan hanya itu, jika saja PP no 71 tahun 2014 itu juga berpotensi menghilangkan devisa dari sektor sawit sebesar Rp 136 triliun dan ekspor CPO senilai 6 milyar USD. "Pelaksanaan PP nomor 71 tahun 2014 tersebut juga berpotensi kehilangan investasi Rp 103 triliun, lapangan pekerjaan sebanyak 300 ribu orang dan negara akan kehilangan devisa Rp 5,6 milyar," terangnya. Hal senada dikatakan Ketua Bidang HTI Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Nana Suparna. Menurutnya, pelaksanaan PP no 71 tahun 2014 ini lebih banyak merugikan negara daripada untungnya. "Pertama untuk iklim investasi sangat tidak menguntungkan. Jika peraturan pemerintah nomor 71 itu diberlakukan, maka tumbuhan HTI dan sawit tidak bisa hidup dan mati. Perusahaan akan tutup dan meninggalkan pengangguran yang berlimpah," terangnya. Bukan hanya itu, tambahnya, jika ada investasi yang akan masuk, tetapi belum memiliki komoditas yang sesuai dengan PP no 71 2014, maka investor akan wait and see hingga ada komoditas yang dapat bertahan dengan kedalaman air tanah 40 centimeter. "Tidak masuknya investasi berdampak pada lahan yang tidak terurus. Sementara pemerintah tidak sanggup menjaganya, akhirnya praktek illegal akan beroperasi di kawasan gambut tersebut. Ujung-ujungnya kawasan itu rusak. Negara lagi yang dirugikan," terangnya. Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit Penerapan PP 71 dan kampanye hitam membuat harga TBS petani sawit turun. Pihak yang menjadi korban lagi-lagi petani. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit dan PIR (Aspekpir) Riau Setiono Selasa (31/3/15) mengatakan bahwa penerapan PP 71 tentang gambut dan kampanye hitam yang dilakukan Greenpeace membuat petani sawit terjepit. Bagaimana tidak, kampanye hitam membuat permintaan CPO asal Indonesia dan Riau khususnya menurun. Sementara produksi TBS tetap. Dampaknya, harga TBS turun dan membuat kesejahteraan petani juga ikut menurun. Di sisi lain, kebun sawit petani juga ada di kawasan gambut. Jika PP 71 diterapkan, ribuan petani sawit di Riau bakal kehilangan kebunnya. Dampaknya, petani kehilangan pendapatan. "Kita minta kepada pihak-pihak terkait agar tidak menekan petani dengan kepentingan-kepentingan dari luar. Apalagi hanya kepentingan persaingan usaha. Banyak petani yang dikorbankan," terangnya. Kampanye hitam terhadap CPO asal Indonesia dengan isu lingkungan mengorbankan kesejahteraan petani sawit di Indonesia dan Riau khususnya. Apalagi jika PP 71 / 2014 juga mengusung kepentingan persaingan dagang, juga akan mengorbankan ratusan ribu petani sawit. Baik petani sawit swadaya maupun petani sawit plasma. "Kampanye hitam menurunkan pendapatan petani sawit. Sedangkan PP 71 akan menghilangkan pendapatan petani sawit. Kita terjepit diantaranya," kata Setiono.(radarpku)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 - 18:57:12 WIB

RADARPWKANBARU.COM - Jajaran Ombudsman RI dip.

Nasional

Musim Hujan Diprediksi Singkat, Pemerintah Harus Putar Otak Cegah Karhutla

Senin, 28 September 2026 - 08:46:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu

Sabtu, 26 September 2026 - 09:55:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Prabowo Subianto menyo.

Nasional

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun

Jumat, 25 September 2026 - 10:06:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah masih memverifikasi dokumen tagihan sebelum menc.

Nasional

KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan

Kamis, 24 September 2026 - 08:54:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

KPK Dalami Aliran Dana Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Ke Nusron Wahid

Rabu, 23 September 2026 - 08:17:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (K.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir
29 September 2026
Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong
29 September 2026
Riau Zero Karhutla, Tim Satgas Udara Tetap Siaga Penuh
28 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Baru RLH, Tiap Kecamatan Dapat Lima Unit
28 September 2026
Kasus TBC di Pekanbaru Capai 3.605, Baru 68,2 Persen dari Target
28 September 2026
Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah
28 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
  • 2 Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
  • 3 Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
  • 4 Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
  • 5 Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir
  • 6 Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong
  • 7 Riau Zero Karhutla, Tim Satgas Udara Tetap Siaga Penuh

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com