• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2682 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2627 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2647 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2626 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2627 Kali

  • Home
  • Nasional

PP Gambut Berpotensi Picu 360 ribu Orang Pengangguran, Kampanye Hitam NGO Asing Sudutkan Petani

Redaksi Radarpku

Ahad, 05 April 2015 10:24:27 WIB
Cetak
PP Gambut Berpotensi Picu 360 ribu Orang Pengangguran, Kampanye Hitam NGO Asing Sudutkan Petani
RADARPEKANBARU.COM- Jika peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2014 dilaksanakan, maka peraturan itu akan berdampak meningkatnya jumlah pengangguran dari sektor perkebunan sawit. Jumlahnya mencapai 360 ribu orang. Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Adi Daryanto saat diskusi pelaku usaha perkebunan dan kehutanan, di Pekanbaru Kamis (26/3/15). Bukan hanya itu, jika saja PP no 71 tahun 2014 itu juga berpotensi menghilangkan devisa dari sektor sawit sebesar Rp 136 triliun dan ekspor CPO senilai 6 milyar USD. "Pelaksanaan PP nomor 71 tahun 2014 tersebut juga berpotensi kehilangan investasi Rp 103 triliun, lapangan pekerjaan sebanyak 300 ribu orang dan negara akan kehilangan devisa Rp 5,6 milyar," terangnya. Hal senada dikatakan Ketua Bidang HTI Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Nana Suparna. Menurutnya, pelaksanaan PP no 71 tahun 2014 ini lebih banyak merugikan negara daripada untungnya. "Pertama untuk iklim investasi sangat tidak menguntungkan. Jika peraturan pemerintah nomor 71 itu diberlakukan, maka tumbuhan HTI dan sawit tidak bisa hidup dan mati. Perusahaan akan tutup dan meninggalkan pengangguran yang berlimpah," terangnya. Bukan hanya itu, tambahnya, jika ada investasi yang akan masuk, tetapi belum memiliki komoditas yang sesuai dengan PP no 71 2014, maka investor akan wait and see hingga ada komoditas yang dapat bertahan dengan kedalaman air tanah 40 centimeter. "Tidak masuknya investasi berdampak pada lahan yang tidak terurus. Sementara pemerintah tidak sanggup menjaganya, akhirnya praktek illegal akan beroperasi di kawasan gambut tersebut. Ujung-ujungnya kawasan itu rusak. Negara lagi yang dirugikan," terangnya. Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit Penerapan PP 71 dan kampanye hitam membuat harga TBS petani sawit turun. Pihak yang menjadi korban lagi-lagi petani. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit dan PIR (Aspekpir) Riau Setiono Selasa (31/3/15) mengatakan bahwa penerapan PP 71 tentang gambut dan kampanye hitam yang dilakukan Greenpeace membuat petani sawit terjepit. Bagaimana tidak, kampanye hitam membuat permintaan CPO asal Indonesia dan Riau khususnya menurun. Sementara produksi TBS tetap. Dampaknya, harga TBS turun dan membuat kesejahteraan petani juga ikut menurun. Di sisi lain, kebun sawit petani juga ada di kawasan gambut. Jika PP 71 diterapkan, ribuan petani sawit di Riau bakal kehilangan kebunnya. Dampaknya, petani kehilangan pendapatan. "Kita minta kepada pihak-pihak terkait agar tidak menekan petani dengan kepentingan-kepentingan dari luar. Apalagi hanya kepentingan persaingan usaha. Banyak petani yang dikorbankan," terangnya. Kampanye hitam terhadap CPO asal Indonesia dengan isu lingkungan mengorbankan kesejahteraan petani sawit di Indonesia dan Riau khususnya. Apalagi jika PP 71 / 2014 juga mengusung kepentingan persaingan dagang, juga akan mengorbankan ratusan ribu petani sawit. Baik petani sawit swadaya maupun petani sawit plasma. "Kampanye hitam menurunkan pendapatan petani sawit. Sedangkan PP 71 akan menghilangkan pendapatan petani sawit. Kita terjepit diantaranya," kata Setiono.(radarpku)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Jokowi Dorong Gibran Dua Periode, PKS Ingatkan Presidennya Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 - 11:15:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:53:29 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:58:26 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Harga minyak dunia jatuh lebih .

Nasional

Prabowo Ucapkan Terimakasih Atas Suksesnya Pelaksanaan Haji 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:00:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:54:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

BGN Bantah Isu Prabowo Terima Keuntungan dari Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45:23 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Gizi Nasion.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dari Durian Gratis hingga Diskon Hotel, Perayaan HUT Pekanbaru Hadirkan Kado Nyata untuk Warga
22 Juni 2026
Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun
22 Juni 2026
PAD dari Bea Balik Nama Kendaraan di Pekanbaru Semester I Tembus Rp23,72 Miliar
22 Juni 2026
Semangat Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
22 Juni 2026
Jokowi Dorong Gibran Dua Periode, PKS Ingatkan Presidennya Prabowo
22 Juni 2026
Intelijen AS: Netanyahu Berpotensi Gagalkan Kesepakatan Damai Iran
22 Juni 2026
Mau Daftar SMP dan SD Negeri di Pekanbaru? Cek Link Resmi SPMB di Sini!
20 Juni 2026
Pendaftaran SPMB SMA/SMK Riau Ditutup, 79.350 Calon Siswa Berebut Kursi Sekolah Negeri
20 Juni 2026
Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
20 Juni 2026
Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
20 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dari Durian Gratis hingga Diskon Hotel, Perayaan HUT Pekanbaru Hadirkan Kado Nyata untuk Warga
  • 2 Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun
  • 3 PAD dari Bea Balik Nama Kendaraan di Pekanbaru Semester I Tembus Rp23,72 Miliar
  • 4 Semangat Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
  • 5 Jokowi Dorong Gibran Dua Periode, PKS Ingatkan Presidennya Prabowo
  • 6 Intelijen AS: Netanyahu Berpotensi Gagalkan Kesepakatan Damai Iran
  • 7 Mau Daftar SMP dan SD Negeri di Pekanbaru? Cek Link Resmi SPMB di Sini!

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com