• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1766 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4096 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4094 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4061 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4161 Kali

  • Home
  • Riau

Gangguan Kesehatan Dampak Karhutla Di Pekanbaru Tembus 4.566 Kasus

Redaksi Radarpku

Rabu, 16 September 2026 11:25:59 WIB
Cetak
Gangguan Kesehatan Dampak Karhutla Di Pekanbaru Tembus 4.566 Kasus

Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru. Hingga 15 September 2026, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 4.566 kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan karhutla.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendrianto, mengatakan ribuan kasus tersebut terdata sejak 25 Agustus 2026 dan dihimpun dari 50 unit fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi titik pelaporan.

“Total kasus masyarakat Pekanbaru yang terdampak karhutla sebanyak 4.566 kasus. Paling banyak adalah ISPA sebanyak 4.091 kasus,” kata Hazli kepada Riau Online, Selasa 15 September 2026.

Selain ISPA, gangguan kesehatan yang ditemukan meliputi asma, iritasi kulit, konjungtivitis atau gangguan pada mata, hingga pneumonia.

Berdasarkan data Diskes Pekanbaru, tercatat 334 kasus asma dan iritasi kulit, 117 kasus konjungtivitis, serta 24 kasus pneumonia. Data tersebut dihimpun dari 21 puskesmas dan 29 rumah sakit di Kota Pekanbaru.

Hazli menyebut lonjakan kasus cukup signifikan terjadi pada periode pemantauan. Salah satu peningkatan tertinggi tercatat pada 1 September 2026 dengan 341 kasus. Sementara pada 10 September 2026, kembali tercatat peningkatan sebanyak 299 kasus.

“Lonjakan paling banyak itu memang pada 1 September, sebanyak 341 kasus. Kemudian peningkatan kasus juga terjadi pada 10 September sebanyak 299 kasus,” ujarnya.

Hazli menegaskan, berdasarkan pemantauan hingga saat ini, ancaman kesehatan akibat paparan karhutla di Pekanbaru masih berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan paparan asap yang berlangsung secara fluktuatif namun terjadi dalam kurun waktu beberapa pekan.

“Kesimpulan kita sampai hari ini, ancaman kesehatan akibat karhutla di Kota Pekanbaru tentu berada pada tingkat waspada tinggi, mengingat paparan berlangsung secara fluktuatif namun konstan selama beberapa minggu,” jelasnya.

Selain kasus ISPA yang mendominasi, Diskes Pekanbaru juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kasus pneumonia dan asma.

“Ancaman serius yang membutuhkan penanganan rawat inap atau lanjutan adalah peningkatan kasus pneumonia. Per hari ini sudah ada 24 total kasus, kemudian asma 144 total kasus,” kata Hazli.

Ia mengatakan kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam kondisi kabut asap, terutama balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.

“Kelompok yang paling terdampak ini adalah balita dan lansia. Ini yang harus kita lindungi,” tegasnya.

Mengantisipasi dampak kesehatan yang semakin meluas, Diskes Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Jika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat diminta menggunakan masker.

“Pertama, masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, kami mengimbau wajib memakai masker,” ujar Hazli.

Masyarakat juga diminta menutup rapat pintu dan ventilasi rumah agar asap dari luar tidak mudah masuk ke dalam ruangan. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga dinilai penting untuk menjaga kondisi tubuh selama terpapar asap.

“Di samping itu kita tetap minta masyarakat menerapkan PHBS dan pola hidup sehat, seperti mencuci tangan, banyak minum air putih dan makan sayuran,” katanya.

Diskes Pekanbaru juga terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat melalui jaringan puskesmas. Edukasi terutama diarahkan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak usia sekolah yang saat ini mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kondisi udara.

Hazli meminta orang tua ikut memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama pelaksanaan PJJ dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.

“Kepada anak-anak usia sekolah, kalau memang mereka melakukan PJJ, harus betul-betul berada di rumah. Kami minta orang tua bisa bekerja sama memantau anak-anaknya,” ujarnya.

Selain edukasi, Diskes Pekanbaru juga terus membagikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Kita intens melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pemakaian masker. Kita juga membagikan masker kepada masyarakat setiap hari karena kita tidak tahu kondisi ini sampai kapan,” kata Hazli.

Diskes Pekanbaru, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan kasus gangguan kesehatan akibat karhutla. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan asap.

“Kita akan evaluasi lagi apa akibat dari karhutla ini terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya.


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Hotspot Sumatra Melonjak 5.983 Titik, Karhutla di Riau Makin Meluas

Rabu, 16 September 2026 - 10:53:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jumlah titik panas (hotspot) di.

Riau

Jatuh Saat Kabur, Dua Jambret Gelang Emas Tak Berkutik Dibekuk Warga

Rabu, 16 September 2026 - 11:22:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Riau

Pemprov Riau Lakukan Pelebaran Ruas Jalan di Kota Pekanbaru

Selasa, 15 September 2026 - 09:37:23 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau, terus melakukan pembangunan di se.

Riau

Kabut Pekat, Pesawat Citilink Sempat Berputar-putar Sebelum Mendarat di Pekanbaru

Selasa, 15 September 2026 - 09:29:39 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kabut asap kembali menyelimuti .

Riau

Kota Pekanbaru Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia

Selasa, 15 September 2026 - 09:27:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanb.

Riau

Pekanbaru Dikepung Asap Karhutla, Udara Tidak Sehat

Senin, 14 September 2026 - 12:15:46 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Setelah beberapa hari kualitas .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dialog Rasulullah SAW dan Para Sahabat Pemisah Kuat Antara yang Hak dan Batil Setelah Perang Uhud
16 September 2026
Gangguan Kesehatan Dampak Karhutla Di Pekanbaru Tembus 4.566 Kasus
16 September 2026
Jatuh Saat Kabur, Dua Jambret Gelang Emas Tak Berkutik Dibekuk Warga
16 September 2026
Hotspot Sumatra Melonjak 5.983 Titik, Karhutla di Riau Makin Meluas
16 September 2026
Pengusaha Titip Pesan ke Menkeu Suahasil: Jangan Bikin Kebijakan Mendadak
16 September 2026
Darurat Ekologis, Thailand Resmi Perintahkan Pembasmian Ikan Nila Hitam
16 September 2026
Pemprov Riau Lakukan Pelebaran Ruas Jalan di Kota Pekanbaru
15 September 2026
Kabut Pekat, Pesawat Citilink Sempat Berputar-putar Sebelum Mendarat di Pekanbaru
15 September 2026
Kota Pekanbaru Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia
15 September 2026
Sikap Muslim yang Membuka Lebar Pintu Rezeki
15 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dialog Rasulullah SAW dan Para Sahabat Pemisah Kuat Antara yang Hak dan Batil Setelah Perang Uhud
  • 2 Gangguan Kesehatan Dampak Karhutla Di Pekanbaru Tembus 4.566 Kasus
  • 3 Jatuh Saat Kabur, Dua Jambret Gelang Emas Tak Berkutik Dibekuk Warga
  • 4 Hotspot Sumatra Melonjak 5.983 Titik, Karhutla di Riau Makin Meluas
  • 5 Pengusaha Titip Pesan ke Menkeu Suahasil: Jangan Bikin Kebijakan Mendadak
  • 6 Darurat Ekologis, Thailand Resmi Perintahkan Pembasmian Ikan Nila Hitam
  • 7 Pemprov Riau Lakukan Pelebaran Ruas Jalan di Kota Pekanbaru

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com