• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1926 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4258 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4263 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4216 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4331 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Berpuasa dengan Cinta: Bukti Ketulusan Hati Seorang Hamba Mencintai Allah

Redaksi Radarpku

Senin, 09 Maret 2026 05:59:26 WIB
Cetak
Berpuasa dengan Cinta: Bukti Ketulusan Hati Seorang Hamba Mencintai Allah

RADARPEKANBARU.COM - Ramadhan merupakan bulan istimewa yang perlu dimaknai dan disikapi secara positif dengan rasa syukur dan Bahagia. Karena kita mendapatkan kesempatan emas untuk beribadah Ramadhan dengan segala keistimewaannya yang luar biasa dalam rangka meningkat kualitas iman, ilmu, dan amal shalih kita.

Namun, ada sebagian orang yang menyikapi Ramadhan secara negatif. Puasa itu memberatkan, melelahkan, membuat lemas, kurang bertenaga, mudah mengantuk, dan menurunkan produktivitas. Sebagian orang yang tidak sanggup berpuasa, karena sakit parah atau bekerja berat dan banyak menguras tena, sejatinya mendapatkan keringanan (rukhshah) boleh tidak berpuasa.

Secara historis, Ramadhan itu bulan perjuangan dan kemenangan. Perang Badar, Pembebasan kota Mekkah (Fathu Makkah), Perang Tabuk, dan Kemerdekaan Republik Indonesia terjadi di bulan Ramadhan. Selain sarat dengan etos kerja dan perjuangan, Ramadhan merupakan pendidikan mental spiritual untuk pembebasan diri dari hawa nafsu dan godaan setan.

Karena itu, seruan berpuasa bagi orang-orang beriman perlu diresponi dengan penuh cinta. Karena memang Ramadhan itu bulan cinta: cinta Allah kepada hamba-Nya, dan cinta hamba kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah SWT. Karena sangat mencintai hamba-Nya, Allah SWT menjadikan Ramadhan sebagai bulan penuh cinta kasih, khususnya cinta pengampunan dosa-dosa hamba-Nya. 

‘Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah, jika aku mendapati malam kemuliaan (lailatul qadar), doa apa yang harus aku panjatkan kepada Allah SWT?” Rasulullah menjawab: “Berdoalah: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf. Engkau mencintai pemberian maaf. Karena itu, maafkanlah dan ampunilah dosa-dosaku.” (HR At-Turmudzi)

Cinta Allah kepada hamba-Nya harus direspon positif dengan menunjukkan cinta tulus yang disertai ketaatan. “Katakanlah, jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Berpuasa dengan cinta merupakan ekspresi kesucian dan ketulusan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya (muraqabatullah). Berpuasa dengan cinta menghendaki puasa lahir batin, puasa totalitas: puasa perut dan syahwat di bawah perut, puasa anggota badan, puasa pancaindera, puasa hati dan pikiran. Puasa totalitas, menurut terminologi Imam al-Ghazali, merupakan puasa superistimewa (shaum khawash al-khawash), puasa di atas rata-rata orang kebanyakan.

Berpuasa dengan cinta harus dijalani dengan memahami dan mengamalkan paket kurikulum Ramadhan secara holistik (menyeluruh), sehingga dapat mengantarkan kepada tujuan puasa, yaitu menjadi pribadi yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]: 183). Berpuasa dengan cinta sejati merupakan ekspresi rasa syukur, aktualisasi sabar, dan habituasi karakter disiplin dalam meneladani sifat-sifat Allah SWT.

Sifat Allah yang selalu dijadikan pembuka setiap surat Alquran, kecuali Surah at-Taubah, adalah ar-Rahman ar-Rahim, Maha Pengasih Maha Penyayang. Meraih cinta dan kasih sayang Allah itu menghendaki cinta sejati dan sepenuh hati dalam beribadah. Meneladani sifat kasih sayang-Nya dalam berpuasa berarti harus bermurah hati, berempati, berjiwa dermawan, beretos filantropis, menyantuni, dan menyayangi sesama melalui pembudayaan aksi berbagi: zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWA).

Kehidupan sosial dalam berbangsa dan bernegara menghendaki para perindu surga (orang-orang yang berpuasa) untuk mencintai sesama dengan bersikap empati dan peduli, gemar bersedekah, berderma, dan membantu sesama. Karena, “Seseorang tidak dinilai beriman, sebelum mengasihi saudaranya, sebagaimana mengasihi dirinya sendiri.” (HR Muslim) Mengasihi fakir miskin dan mereka yang kesulitan ekonomi merupakan manifestasi solidaritas kemanusiaan berbasis cinta Ilahi.

Aktualisasi berpuasa dengan cinta itu sangat indah dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan. Pertama, berpuasa dengan cinta mengedukasi kejujuran mental spiritual dalam mengimani dan mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya. Hamba bertakwa sudah semestinya peduli dan mengasihi kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan bantuan), dan orang-orang yang meminta dengan memberikan sebagian harta yang dicintainya. (QS al-Baqarah [2]: 177). Pribadi bertakwa itu mencintai kebajikan (QS al-Baqarah [2]: 189)

Kedua, berpuasa dengan cinta itu memerdekakan hamba dari godaan hawa nafsu dan syahwat duniawi, sehingga melahirkan pribadi yang bermental dermawan, berjiwa filantropis, bukan pengemis dan korup. Tangan filantropisnya selalu berada di atas daripada di bawah karena tulus memberi dan berbagi sebagian rezeki yang dicintainya kepada fakir miskin dan kaum mustadh’afin (golongan lemah, tidak berdaya).

Searah dengan jalan takwa yang mengantarkan kepada surga, hamba yang berpuasa dengan cinta tidak akan sampai kepada kebajikan sempurna sebelum membelanjakan sebagian harta yang dicintainya (QS Ali Imran [3]: 92). Jadi, berpuasa dengan cinta merupakan pembebasan diri dari karakter kikir, rakus, dan cinta dunia menuju pribadi bertakwa yang dermawan,  bermurah hati, dan sudah selesai dengan urusan pribadinya. Bukankah banyak pejabat negeri ini yang “tidak pernah selesai dengan dirinya”, sehingga meskipun sudah kaya raya tetapi masih juga melakukan korupsi. 

Ketiga, berpuasa dengan cinta itu bermental hebat dan kuat, siap hidup sederhana, hemat, dan sehat. Dilatih hidup sederhana, bergaya hidup sehat dan hemat karena puasa didesain untuk “mengerem” nafsu konsumerisme dengan membatasi pola makan dan minum. Bahkan Nabi SAW meneladankan puasa sehat itu dengan “manajemen perut” yang proporsional, berdisiplin positif dengan mengasupi sepertiga kapasitas perutnya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minuman, dan sepertiga lainnya dikosongkan untuk pernafasan. 

Berpuasa dengan cinta juga menghendaki pengendalian nafsu belanja, pola konsumsi, dan pola makan, sehingga anggaran pengeluaran finansial selama Ramadhan bisa lebih dihemat. Pola hidup sederhana, hemat, sehat, dan bermental hebat itu membuahkan spirit altruistik, empati, peduli, dan menyayangi sesama. Berpuasa dengan cinta mengedukasi pentingnya bermental kaya, mulia, dan berakhlak qana’ah (merasa cukup, ridha, dan pandai bersyukur). 

Keempat, berpuasa dengan cinta merupakan jalan kemenangan dan kebahagiaan. “Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah yang mendapat kemenangan.” (QS an-Nur [24]: 52). 

Dengan keikhlasan, kebersyukuran, kesabaran, ketahanan mental spiritual, dan kedermawanan sosial, hamba yang berpuasa dengan cinta pasti merasakan kegembiraan dan kebahagiaan. “Orang yang berpuasa itu merasakan dua kebahagiaan: bahagia saat berbuka dan bahagia ketika berjumpa dengan Tuhannya.” (HR Muslim dan Ahmad). 

Kelima, berpuasa dengan cinta sejatinya merupakan manifestasi dari kecintaan Tuhan kepada hamba-Nya, sehingga puasa itu diklaim sebagai milik-Nya. “Puasa itu khusus untuk-Ku; dan Akulah yang akan memberi ganjaran kepada orang yang berpuasa (sesuai dengan kasih sayang-Ku kepadanya)” (HR Muslim). Puasa menjadi ibadah paling spesial  di mata Allah SWT, sehingga bau mulut hamba yang berpuasa itu di mata Allah lebih wangi daripada minyak parfum kesturi.

Berpuasa dengan cinta tidak hanya mementingkan kesalehan personal semata, tetapi juga mengutamakan ketakwaan otentik dan kesalehan sosial, dengan mengedepankan tadarus kemanusiaan, tadarus cinta, berjiwa altruistik, dan mengasihi yang lemah dan tidak berdaya, karena berbagai tekanan sosial ekonomi yang semakin menghimpit. 

Berpuasa dengan cinta mendekatkan hamba bertakwa tidak hanya cinta Tuhan, tetapi juga cinta kemanusiaan otentik tanpa pamrih dan pencitraan. Berpuasa dengan cinta pada gilirannya dapat mengantarkan kepada kebahagiaan surga duniawi sekaligus kenikmatan surga ukhrawi.

Jadi, berpuasa dengan cinta itu hebat dan nikmat, karena digerakkan oleh iman dan hati yang ikhlas, dipandu ilmu yang memadai, dan diteguhkan oleh mentalitas pandai bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Kenikmatan berpuasa dapat membuahkan rasa rindu untuk selalu bertemu dan dekat dengan Allah SWT, sekaligus merindukan surga-Nya. 

Karena kita tidak pernah tahu –dan memang tidak akan diberi tahu— apakah perjumpaan dengan Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir kita atau tidak, maka berpuasa dengan cinta penting menjadi pilihan cerdas kita sebagai hamba bertakwa yang berhati mulia yang mengharapkan kasih sayang dan ampunan-Nya.  (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Sabtu, 26 September 2026 - 09:59:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.

Dakwatuna

Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam

Jumat, 25 September 2026 - 09:46:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .

Dakwatuna

Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini

Kamis, 24 September 2026 - 09:03:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.

Dakwatuna

Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn

Rabu, 23 September 2026 - 08:26:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Allah Menciptakan Kejahatan dan Dosa di Alam Semesta?

Selasa, 22 September 2026 - 10:20:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya hikmah Allah Yang .

Dakwatuna

Pendapat Nabi Muhammad soal Orang Beriman yang Berbohong

Senin, 21 September 2026 - 11:09:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam sebuah kesempatan, salah seorang sahabat bertanya ke .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Musim Hujan Diprediksi Singkat, Pemerintah Harus Putar Otak Cegah Karhutla
28 September 2026
Koalisi Oposisi Israel Sepakat Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu
28 September 2026
Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon
26 September 2026
Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar
26 September 2026
4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki
26 September 2026
Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
26 September 2026
Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu
26 September 2026
Rakyat Palestina sedang Hadapi Perang Genosida
26 September 2026
Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
25 September 2026
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
25 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Musim Hujan Diprediksi Singkat, Pemerintah Harus Putar Otak Cegah Karhutla
  • 2 Koalisi Oposisi Israel Sepakat Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu
  • 3 Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon
  • 4 Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar
  • 5 4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki
  • 6 Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
  • 7 Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com