• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3811 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3805 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3776 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3863 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3787 Kali

  • Home
  • Riau

Setahun Gubernur dan Plt Gubernur Riau, Peristiwa OTT Sinyal Tata Kelola Pemerintah yang Belum Bersih

Redaksi Radarpku

Sabtu, 21 Februari 2026 09:15:47 WIB
Cetak
Setahun Gubernur dan Plt Gubernur Riau, Peristiwa OTT Sinyal Tata Kelola Pemerintah yang Belum Bersih

RADARPEKANBARU.COM - Satu tahun Gubernur Riau Abdul Wajid dan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menjabat, belum menunjukkan terobosan struktural dalam hal pemberantasan korupsi, perbaikan lingkungan maupun transformasi kesejahteraan rakyat.

Pengamat Kebijakan Publik, M Rawa El Amady, mengatakan bahwa satu tahun memang waktu yang singkat untuk evaluasi menyeluruh. Namun indikator integritas, peristiwa OTT, dan lemahnya reformasi struktural memberi sinyal bahwa arah perubahan belum sepenuhnya berpihak pada tata kelola yang bersih dan kesejahteraan masyarakat luas.

"Dalam kosmologi Melayu, pemimpin diukur dari amanah, bukan dari seberapa rapi laporan administrasinya. Ketika uang miliaran ditemukan di rumah dinas, yang rusak bukan hanya reputasi individu, tetapi kepercayaan komunitas terhadap institusi yang seharusnya melindungi mereka," ujar M Rawa, Jumat (20/2/2026).

M Rawa, menjelaskan bahwa ada empat pendekatan yang dapat menunjukkan bahwa kepala daerah berhasil atau tidaknya. Diantaranya tata kelola dan integritas, ekonomi-politik daerah, pelayanan publik, serta ekologi politik.

Dari segi pendekatan tata kelola dan integritas. Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan skor Pemerintah Provinsi Riau sebesar 62,83, turun 5,97 poin dibanding tahun sebelumnya. Angka itu menempatkan Riau dalam kategori rentan korupsi.

Bahkan dari 12 kabupaten/kota, hanya dua yang berada pada kategori waspada, sementara 10 daerah lainnya masih dalam zona rentan.

"Secara historis, Riau telah mencatat empat gubernur yang berurusan dengan hukum, serta sedikitnya tujuh bupati yang terjerat kasus korupsi. Peristiwa OTT dan ditemukannya uang miliaran rupiah di rumah dinas Penjabat Gubernur bukan sekadar peristiwa hukum, melainkan indikator lemahnya pengendalian internal dan kultur birokrasi," sebutnya.

Menurutnya, penurunan skor integritas ini mencerminkan belum kuatnya sistem pencegahan korupsi dan masih terfragmentasinya koordinasi antar-OPD. Dalam perspektif ini, komitmen anti korupsi masih berada pada tataran slogan, belum tampak ebagai agenda struktural yang sistemik.

Kemudian dinilai dari pendekatan ekonomi politik daerah. Ekonomi Riau tumbuh 4,79 persen pada 2025. Kondisi ini meningkat dari 3,52 pada 2024, namun masih di bawah rata-rata nasional sekitar 5,11 persen.

Struktur PDRB yang mencapai Rp1.201 triliun tetap ditopang sektor migas, sawit, dan konstruksi. Surplus APBD per April 2025 tercatat Rp139,43 miliar.

Namun problem strukturalnya jelas, daerah penghasil seperti Kampar, Rokan Hulu, dan Pelalawan menerima dana bagi hasil relatif kecil dibanding ekstraksi sumber daya yang terjadi. Ketimpangan juga masih terasa Gini Ratio perkotaan sekitar 0,337 lebih tinggi dibanding perdesaan yang hanya 0,268.

"Dari sisi persentase kemiskinan, 2025 berada di sekitar 6,30 persen. Pertumbuhan ini dipicu dinamika pasar komoditas global daripada transformasi ekonomi berbasis masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan kesejahteraan warga," jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Riau memang terjadi, tetapi sangat bergantung pada siklus pasar global.

Selanjutnya pendekatan dari sisi pelayanan publik. Ia mengungkap, bahwa ombudsman RI Perwakilan Riau menerima 729 akses layanan masyarakat sepanjang 2025, dengan capaian penyelesaian laporan melampaui target.

"Indeks kepuasan masyarakat menunjukkan tren administratif yang membaik. Namun pertanyaannya bersifat substantif, apakah perbaikan ini merata hingga wilayah pedesaan? Apakah rekomendasi Ombudsman benar-benar ditindaklanjuti secara sistemik? Kinerja administratif tidak selalu identik dengan transformasi kualitas layanan," terangnya.

Selanjutnya penilaian dari sisi ekologi politik. M Rawa menyebut sepanjang 2025 deforestasi di Riau mencapai sekitar 24.085 hektar, menyisakan tutupan hutan alam sekitar 1,31 juta hektar.

"Kebakaran hutan dan lahan melonjak hingga 19.671 hektar. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup berada di kisaran 65,32 dengan target peningkatan menjadi 70 pada 2029. Riau berada dalam paradoks klasik, mengejar pertumbuhan ekonomi berbasis ekstraksi, namun menghadapi degradasi ekologis yang serius. Konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan tetap tinggi. Kasus di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) mencerminkan problem tata kelola hutan yang belum terselesaikan," ungkapnya.(ckc)

 


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik

Kamis, 03 September 2026 - 16:33:52 WIB

KUANSING - Polemik hukum antara DT Darwis dan konten kreator Polda Sitanggang me.

Riau

Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi

Kamis, 03 September 2026 - 10:35:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Bandar Udara Internasional Sult.

Riau

Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat

Kamis, 03 September 2026 - 10:22:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kualitas udara di Kota Pekanbar.

Riau

Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?

Kamis, 03 September 2026 - 10:13:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemilihan Gubernur Riau memang .

Riau

Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar

Rabu, 02 September 2026 - 09:33:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pembangunan drainase atau salur.

Riau

1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik

Rabu, 02 September 2026 - 09:22:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 1.310 titik panas (hot.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com