• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3811 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3805 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3776 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3863 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3787 Kali

  • Home
  • Nasional

Menguak Misteri Kemunculan Jasad Korban AirAsia di Sulawesi

Redaksi Radarpku

Selasa, 03 Februari 2015 22:30:06 WIB
Cetak
Menguak Misteri Kemunculan Jasad Korban AirAsia di Sulawesi
Evakuasi Korban
RADARPEKANBARU.COM - Masyarakat Kabupaten Majene dan Kabupaten Pinrang di Sulawesi Barat dikejutkan dengan kemunculan jasad dan juga potongan tubuh manusia di sekitar Perairan Selat Makassar beberapa hari terakhir ini. Sedikitnya sudah tujuh jasad dan potongan tubuh yang ditemukan dan dievakuasi baik di Majene maupun di Pinrang. Masyarakat semakin terkesima, setelah mengetahui, ternyata jasad dan potongan tubuh itu adalah bagian dari penumpang Pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang saat pesawat itu jatuh dan tenggelam di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Keterkejutan masyarakat di dua kabupaten itu sangatlah wajar, sebab, sebelumnya mereka tak menyangka bahwa korban AirAsia QZ8501 bakal bisa terbawa harus hingga ke Selat Makassar yang berjarak lebih dari ratusan kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat nahas itu di Selat Karimata. Apalagi, Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, pernah menyatakan bahwa korban akan sulit ditemukan setelah tujuh hari sejak kecelakaan. Alasannya, tubuh korban akan tenggelam kembali ke dasar lautan setelah sempat muncul ke permukaan laut di hari ketiga korban tenggelam. Karena, gas pada tubuh korban akan habis dalam waktu seminggu setelah tenggelam. "Ini sudah hari ke delapan, kemungkinan korban mengapung semakin jauh dan kondisi jenazah sudah tidak seperti waktu ditemukan satu dua hari lalu," kata Kepala Basarnas, F Henry Bambang Soelistyo dalam keterangan persnya di Kantor Basarnas Minggu malam, 4 Januari 2015. Apa yang diperkirakan Soelistyo itu ternyata terbukti. Hingga satu bulan pesawat itu jatuh, tim SAR baru berhasil menemukan korban dalam jumlah yang tidak sampai setengah dari jumlah seluruh orang yang ada dalam penerbangan itu, yakni berjumlah 162 orang. Tapi, sebulan berlalu, jasad dan potongan tubuh korban AirAsia kembali bermunculan baik di Selat Karimata maupun di Selat Makassar. Untuk menyibak misteri dari fenomena kemunculan kembali jasad-jasad itu, Ketua tim DVI Polda Jatim, Kombes Pol, Budiyono memaparkan bagaimana hal itu bisa terjadi..? Dalam perbincangan dengan wartawan melalui sambungan telepon baru-baru ini, Budiyono yang akrab disapa pak dokter itu menuturkan, sebenarnya kemunculan kembali jasad korban yang sudah tenggelam dalam waktu lama adalah sesuatu yang normal. "Itu sesuatu yang normal terjadi dalam sebuah proses pembusukan tubuh manusia yang tenggelam. Dan itu berlaku bagi korban yang tenggelam di air tawar maupun di laut," kata Budiyono. Budiyono menguraikan, apa yang diperkirakan Soelistyo itu sudah tepat tapi kurang lengkap. "Jadi proses pembusukan itu kalau kita urai, saat tenggelam dan tewas, tubuh manusia akan mengambang, lalu biasanya di hari ketiga, jasad baru muncul ke permukaan air, penyebabnya, karena tubuh masih dipenuhi gas-gas yang berasal dari isi perut," papar Budiyono. Ia melanjutkan, pada satu minggu hingga dua minggu kemudian, jasad akan kembali tenggelam. "Karena, biasanya dalam jangka waktu seminggu, gas pada jasad sudah habis dan sedikit demi sedikit bagian tubuh sudah mulai rusak sehingga menambah jumlah berat jenisnya," jelasnya. Namun, jasad akan kembali naik dari dasar laut dan mengambang di bawah permukaan laut di hari ke 30 hingga selanjutnya. Hal ini disebabkan, adanya proses pembusukan lanjutan. "Mengambang kembali dan juga muncul tapi hanya dalam bentuk potongan tubuh yang lebih kecil, seperti tangan atau daging yang sudah lunak," ujarnya. Kemunculan kembali jasad dalam kondisi potongan tubuh kecil lebih disebabkan terjadi karena daya dorong dari arus air. "Seperti yang terjadi di kasus AirAsia ini, ditemukan setelah lebih dari sebulan, tak sudah dalam kondisi tak utuh lagi," katanya. Karena berbagai proses itulah akhirnya, banyak jasad dan potongan tubuh korban AirAsia QZ8501 yang terbawa arus hingga ratusan kilometer dan muncul di Majene dan Pinrang.*** Viva.co.id


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil

Kamis, 03 September 2026 - 09:54:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Menhut: Karhutla Terjadi karena Dibakar

Rabu, 02 September 2026 - 09:19:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut.

Nasional

Guru PPPK Dapat Kesempatan Ikut Seleksi CPNS mulai 2027

Selasa, 01 September 2026 - 10:01:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah memberikan kesempata.

Nasional

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031 Secara Mufakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:57:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:37:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:22:28 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com