Pemda Kampar Berjanji Kepada Petani Koppsa-M Akan Segera Menggelar Pertemuan Dengan PTPN IV
KAMPAR - Ratusan petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) desa Pangkalan Baru, Siak Hulu melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupati Kampar untuk memperjuangkan keadilan mengenai gugatan PTPN IV terhadap petani Koppsa-M yang sampai hari ini sedang bergulir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. Senin (26/5/2025).

Petani bergerak dari desa Pangkalan Baru tiba di kantor Bupati Kampar untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan memohon bantuan Pemda Kampar yang dalam hal ini Bupati Kampar Ahmad Yuzar untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik antara Petani Koppsa-M dengan PTPN IV.
PTPN IV menggugat ratusan petani Koppsa-M sebanyak Rp. 140 Milyar. Hal itu membuat petani Koppsa-M desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu kini berada di ujung kehancuran. PTPN IV yang semula menjalin kerjasama dengan pola kemitraan dengan masyarakat berakhir dengan kepiluan.
Kebun yang dijanjikan PTPN IV akan dibangun seluas 1.650 Hektare tidak terlaksana secara keseluruhan. Bahkan parahnya lagi, dari sebagian yang terbangun pun hancur dan rusak parah.
Ratusan petani dan massa Aksi dari Aliansi Rakyat Riau Menggugat (ARRM) membentangkan Spanduk berisi tuntutan dan berorasi di tengah terik panas matahari di depan kantor Bupati Kampar menyampaikan aspirasi dan tuntutan. Massa Aksi dikawal langsung unsur Satpol-PP dan kepolisian dari Polres Kampar.
"Kami meminta Bupati Kampar untuk segera turun tangan dalam menyelesaikan konflik ini. Hari ini petani menunggu keseriusan Bupati Kampar", tandas Koordinator Aksi ARRM.
Mereka menyebutkan telah beberapa kali melakukan Aksi Unjuk rasa. Namun belum juga mendapat tanggapan.
"Kita akan segera melaksanakan pertemuan. Antara petani, pemerintah dan melibatkan langsung PTPN IV", kata Kepala Kesbangpol, Mahadi selaku pihak yang mewakili Pemda Kampar. Mahadi, sembari menyebutkan Bupati Kampar Ahmad Yuzar sedang menghadiri acara penting di Pekanbaru.
Massa aksi menumpahkan darah ayam sebagai bentuk keseriusan agar konflik antara PTPN IV dengan petani dapat segera mendapat tanggapan.
"Mudah-mudahan hanya darah ayam yang akan tumpah", kata massa aksi berteriak.
Ratusan massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan datang dengan jumlah yang lebih banyak lagi jika aspirasi dan tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan dari Bupati Kampar. (***)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








