Pj Bupati Menghindar Saat Didatangi TKS
Kisah Perjuangan TKS Kampar Suara yang Terabaikan, Harapan yang Tak Padam
RADARPEKANBARU.COM– Gelak tawa Pj Bupati Kampar Hambali di tengah meriahnya Festival Danau Rusa yang berlangsung di XIII Koto Kampar, sebuah ironi seakan mengabaikan jeritan hati ratusan tenaga kesehatan sukarela (TKS) di Kabupaten Kampar. Mereka kembali turun ke jalan, bukan untuk sekadar mencari perhatian, tetapi untuk memperjuangkan hak mereka yang sudah lama terabaikan. Harapan mereka sederhana, mereka ingin didengar oleh pemerintah daerah, terutama Pj Bupati Kampar, yang seharusnya lebih peka terhadap nasib mereka.

(Demo TKS Kampar )
Sejak bertahun-tahun lalu, para TKS telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, berjuang di garis depan pelayanan kesehatan, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi kesejahteraan orang banyak. Namun kini, mereka terperangkap dalam kebijakan yang dirasa tidak adil Surat Pertanggung jawaban Mutlak (SPTJM), syarat yang memberatkan mereka untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024. Bagi mereka, kebijakan ini lebih dari sekadar aturan administratif, ini adalah penghalang besar yang menutup peluang mereka untuk mendapatkan status yang lebih baik setelah bertahun-tahun mengabdi.
.jpg)
(Famplet Sindiran)
Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bupati Kampar, terlihat sejumlah demonstran membawa poster-poster dengan tulisan yang menyindir Pj Bupati Kampar Hambali. Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan, "Entah apa yang merasukimu hingga engkau tega mengkhianatiku." Poster ini menggambarkan perasaan kecewa dan frustrasi para TKS terhadap sikap pemimpin daerah mereka yang dinilai tidak berpihak pada nasib rakyat kecil.

(Suasana Makan Sambil Menunggu Bupati)
"Jangan lari dari masalah, tolong bantu kami, mari kita berdialog agar ada solusi," ujar salah satu pendemo dengan penuh harapan, seakan menggantungkan seluruh impian mereka pada percakapan yang belum terjadi.
Namun, yang mereka temui justru ketidakhadiran sang bupati. Pj Bupati Kampar memilih untuk hadir di tengah kemeriahan Festival Danau Rusa, menikmati hiburan, sementara mereka tetap berjuang di jalanan untuk hak-hak mereka yang belum terwujud.
Anton, seorang tokoh muda Kampar yang turut mendampingi perjuangan TKS, merasa sangat kecewa dengan sikap Pj Bupati Kampar. "Lebih penting acara seremoni yang katanya festival menyambut akhir tahun, daripada mendengarkan aspirasi orang-orang yang sudah berjuang bertahun-tahun untuk masyarakat Kampar," ujarnya dengan nada kecewa.
Anton juga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat perjuangan TKS yang terasa sia-sia. "Sedih melihat TKS kesehatan Kabupaten Kampar, menunggu bupatinya yang tak kunjung datang. Katanya mau memimpin dengan hati, tapi mana buktinya?" tambah Anton.
Meski suara mereka terabaikan, harapan TKS Kampar tidak pernah padam. Mereka masih percaya bahwa suatu saat, keadilan akan datang. Mereka yang selama ini bekerja tanpa kenal lelah berharap, suatu hari nanti, tidak ada lagi dinding yang menghalangi mereka untuk meraih hak yang sudah sepatutnya mereka terima.
Di tengah ketidak pastian ini, mereka terus berjuang, demi masa depan yang lebih baik, demi kesehatan masyarakat, dan demi negara yang mereka cintai. (Ilham)
Syahrul Aidi Ingatkan Wartawan Tak Bergantung pada AI
PEKANBARU — Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (A.
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
PEKANBARU — Pengelolaan zakat di Provinsi Riau dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangka.
Reses di Kampar Utara, Ramli Minta Pemkab Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
Radarpekanbaru.Com - Anggota DPRD Kabupaten Kampar D.
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
SIAK — Perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Si.
Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
PEKANBARU — Nama Gibra Hazell Alvaro menjadi salah satu atlet muda asal Riau y.








