• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2671 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 5012 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5044 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4978 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5136 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Ketika Rasulullah dan Kaum Muslimin Jadi Korban Boikot

Redaksi Radarpku

Kamis, 01 Agustus 2024 10:51:41 WIB
Cetak
Ketika Rasulullah dan Kaum Muslimin Jadi Korban Boikot
RADARPEKANBARU.COM - Salah satu kezaliman yang dilancarkan kaum musyrik Quraisy adalah pemboikotan. Aksi ini menyasar Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin di Makkah. Pengepungan dalam hal sosial dan ekonomi itu berlangsung sekira tiga tahun.

Nabi SAW beserta umat Islam dipaksa meninggalkan rumah masing-masing. Mereka diarahkan untuk tinggal di lembah perbukitan Makkah yang sempit.

Persediaan makanan untuk Rasulullah SAW dan kaum Muslimin hanya dikirim oleh beberapa non-Muslim di Makkah yang merasa kasihan pada mereka. Di antaranya ialah Hakeem bin Khuzam, keponakan Khadijah, dan Al-Mot'am bin 'Adi. Setiap beberapa pekan sekali, mereka secara sembunyi-sembunyi mengirimkan logistik kepada Rasulullah SAW dan Muslimin.

Sayangnya, semua itu sangat tidak memadai lantaran banyaknya jumlah orang yang mesti dibantu. Banyak Muslim saat itu terpaksa memakan dedaunan liar karena kelaparan.

Seperti dinukil dari buku al-Buthi yang berjudul Fiqh as-Sirah, masa pemboikotan berlangsung sejak bulan Muharram tahun ketujuh sejak kenabian hingga Muharram tahun ke-10 kenabian. Selama itu, kehidupan Nabi SAW dan Muslimin sangat menderita.

Padahal, yang dilakukan Rasulullah SAW hanyalah menyebarkan risalah kebenaran. Orang-orang yang mengikutinya semata-mata tergerak oleh iman. Yang diinginkannya bukanlah menjadi penguasa Makkah, melainkan tegaknya agama Allah SWT.

Gambaran penderitaan semakin jelas bagi kaum ibu dan bayi-bayi mereka. Dari balik tenda yang seadanya, suara tangis mengerang tanda perut-perut yang lapar.

Sebenarnya, umat Islam saat itu tidak dalam posisi miskin seluruhnya. Mereka "hanya" dicegah dari jual-beli. Setiap ada orang yang datang untuk menjual makanan kepada Nabi SAW, Abu Lahab langsung menyuruh sang penjual agar beralih kepadanya, yang lantas melipatgandakan harga barang.

“Wahai kalian para pedagang! Naikkan harga kalian untuk Muhammad dan para pengikutnya supaya mereka tidak dapat membeli apa pun!” begitu pekik Abu Lahab.

Memasuki bulan Muharram tahun ke-10 kenabian, pemboikotan justru mengundang lebih banyak kecaman dari orang-orang Arab. Banyak warga merasa tindakan Abu Lahab dan kawan-kawan sudah di luar batas kemanusiaan.

Sebelumnya, tokoh-tokoh Quraisy yang bersepakat melakukan embargo membuat perjanjian. Naskah perjanjian itu digantung pada dinding Ka’bah.

Yang tidak diketahui para pemuka Quraisy, sesungguhnya lembaran tersebut sudah koyak. Allah SWT telah mengirim sepasukan rayap untuk memakan lembar perjanjian itu.

Nabi SAW lalu menerima wahyu bahwa lembaran yang berisi perjanjian itu telah dimakan rayap. Beliau lantas mengabarkan hal itu kepada Abu Thalib. Paman Rasulullah SAW tersebut segera menghampiri para pemuka Quraisy untuk menyampaikan apa yang baru saja didengar dari keponakannya.

Ia memberi tahu mereka jika membuka Ka'bah dan menemukan perjanjian utuh, maka ia akan menyerahkan Nabi Muhammad SAW kepada mereka. Tetapi jika memang benar bahwa naskah perjanjian telah koyak, mereka harus mengakhiri boikot.

Maka dibukalah sisi tembok Ka'bah yang telah dipasangi naskah tersebut. Ini untuk memverifikasi apakah benar cerita dari Nabi SAW itu.

Ditemukan bahwa seluruh naskah perjanjian itu ternyata telah dimakan oleh rayap. Dari seluruh tulisan, hanya tersisa bagian yang menampilkan lafaz Allah.

Maka boikot pun dinyatakan berakhir. Menurut al-Buthi, di antara tokoh Quraisy yang tampil untuk mencabut embargo itu ada lima orang. Mereka ialah Hisyam bin Amr bin Harits, Zuhair bin Umayyah, Muth’im bin ‘Adi, Abul Bakhtari bin Hisyam, dan Zam’ah bin Aswad.

Setelah cobaan yang panjang dan menantang ini, beberapa kembali dengan kesehatan yang sangat buruk. Termasuk istri Nabi, Khadijah dan pamannya, Abu Thalib, yang saat itu berusia sekitar 80 tahun. Mereka berdua meninggal tak lama setelah pemboikotan berakhir.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Sabtu, 07 November 2026 - 09:05:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 - 08:56:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com