Nafsu dalam Hati, Seperti Benalu yang Membuat Pohon Mati
RADARPEKANBARU.COM - Benalu adalah tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya. Benalu menyerap makanan dari pohon inangnya sehingga merugikan inangnya.
Jika dibiarkan, benalu dapat bertambah banyak dan dapat menyebabkan pohon inangnya kurus. Pada akhirnya, pohon inang akan kering sehingga tumbuhan inangnya mati.
Nafsu-nafsu yang bersarang dalam hati seperti benalu yang menempel pada hati. Dampaknya, akan membuat hati seseorang tidak mampu menggapai hidayah Allah SWT. Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam.
"Kelezatan hawa nafsu yang bersarang di dalam hati merupakan penyakit yang sangat berbahaya." (Syekh Ibnu Athaillah, Al-Hikam)
Maksud Syekh Ibnu Athaillah mengenai nafsu yang bersarang di dalam hati bagai penyakit berbahaya. Maknanya, jangan sampai hati kamu dipenuhi oleh hawa nafsu. Jangan sampai hawa nafsu menguasai dan selalu memerintahkan kamu melakukan maksiat.
Jika keadaan ini dibiarkan begitu saja, maka akan menutupi cahaya hati kamu. Sehingga, kamu buta dan tidak mampu lagi menggapai hidayah Allah SWT.
Nafsu itu ibarat benalu yang kalau dibiarkan hidup di suatu pohon maka akan merusak dan membuat pohon tersebut tidak mampu hidup lagi. Apakah kamu ingin hidup dalam kesesatan dan kemaksiatan? Sehingga kamu hanya mendapatkan kesengsaraan dalam hidup ini.
Tentu tidak ada seorang Muslim pun yang menginginkan hidup sengsara. Jadi, bersihkan hati kamu dari kuasa nafsu sehingga tidak menjadi sarang segala bentuk keburukan, seperti dendam, dengki, fitnah, dan lain sebagainya.
Jangan biarkan hati berkarat. Jika karat hati masih sedikit, mungkin mudah dibersihkan. Namun, jika karat tersebut sudah lama, kamu akan sangat kesulitan membersihkannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan penyusun dan penerjemah Al-Hikam, DA Pakih Sati dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017.
"Tidak ada yang bisa mengeluarkan syahwat dari hati, kecuali rasa takut yang menggetarkan dan rasa rindu yang merisaukan." (Syekh Ibnu Athaillah, Al-Hikam)
Hati yang dipenuhi oleh nafsu syahwat akan selalu mendorong pemiliknya untuk melakukan berbagai maksiat dan kejahatan. Nafsu tersebut hanya bisa diusir dengan rasa takut yang luar biasa kepada Allah SWT.
Kamu harus merasa takut terĀhadap ancaman Allah SWT dan neraka-Nya. Ingatkan selalu diri kamu bahwa jika kamu melakukan kemaksiatan dan tidak segera bertaubat kepada-Nya dengan sebenar-benarnya, maka segala kenikmatan yang kamu dapatkan di dunia ini akan dicabut dengan segera, dan api neraka yang menyala-nyala siap membakar kamu..(rep)
Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
RADARPEKANBARU.COM - Shalat Jumat merupakan ibadah w.








