Sadarnya Orang-Orang yang Memuji-muji Qarun
Ketika Qarun keluar mengenakan baju mewah, perhiasan, dan kuda-kuda serta pengawal dan menemui orang-orang atau pengikutnya yakni orang-orang Bani Israil. Diantara orang-orang yang melihat Qarun mengenakan harta kekayaannya itu adalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia. Mereka berkata 'alangkah indahnya seandainya apa yang dimiliki qarun itu dapat kami miliki juga. Sesungguhnya qarun itu mendapatkan karunia yang sangat besar'. Ungkapan mereka yang menginginkan bernasib sama dengan Qarun pun diabadikan dalam Alquran.
Artinya: Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Qasas ayat 79).
Qarun adalah salah satu manusia yang namanya disebutkan dalam Alquran. Ia mendapatkan banyak karunia dari Allah SWT berupa harta kekayaan yang melimpah. Namun ia dilaknat Allah SWT karena sombong dan kufur akan harta kekayaan yang dimilikinya. Qarun hidup pada zaman nabi Musa. Ia berasal dari golongan Bani Israil dan ia adalah sepupu nabi Musa. Namanya empat kali disebut dalam Alquran, yakni dua kali pada surat Al Qasas, satu kali pada surat Al Ankabut dam satu kali pada surat Al Ghafir.
Qarun senang memamerkan harta kekayaannya kepada orang lain. Ia kufur terhadap karunia yang telah Allah berikan. Sebab itulah Allah benamkan Qarun dan hartanya ke dalam bumi. Pada akhirnya, Qarun beserta seluruh hartanya dibenamkan Allah SWT ke dalam perut bumi.
Artinya: Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (Al Qasas ayat 81).
Setelah Qarun dan hartanya dibenamkan ke dalam bumi, orang-orang yang semula menginginkan memiliki kekayaan seperti Qarun tersadar dan menyesali apa yang telah mereka harapkan yakni harta kekayaan sejatinya dapat lenyap dalam sekejap.
Artinya: Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (Al Qasas ayat 82).(rep)
Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?
RADARPEKANBARU.COM - Shalat Jumat merupakan ibadah w.








