• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3603 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3589 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3562 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3646 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3577 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Habasah dan Keadilan Sang Raja

Redaksi Radarpku

Rabu, 28 September 2022 10:57:09 WIB
Cetak
Habasah dan Keadilan Sang Raja

RADARPEKANBAARU.COM - Pada masa Nabi Muhammad SAW, dakwah Islam terbagi dalam dua masa, yakni era sebelum dan sesudah hijrah. Dalam periode yang pertama itu, Rasulullah SAW dan umatnya mengalami perlakuan-langsung yang sangat buruk dari kaum kafir Quraisy.

Maka dari itu, beliau mengizinkan kaum Muslimin untuk berpindah tempat ke negeri luar. Tujuan yang dipilih beliau untuk mereka adalah Etiopia atau Habasyah. Kerajaan di seberang Laut Merah tersebut kala itu dipimpin seorang raja yang beragama Kristen. Berangkatlah serombongan Muslimin dari Hijaz ke sana. Kejadian itu berlangsung kira-kira tujuh tahun sebelum Hijriyah.

Negus atau Najasyi memimpin Kerajaan Habasyah dengan adil dan cakap. Pribadi raja itu pun menunjukkan akhlak kebajikan. Alhasil, negeri itu pun menjadi makmur. Rakyat gembira dengan kepemimpinannya.

Setibanya di tempat tujuan, para muhajirin diterima Raja Najasyi dalam suatu majelis yang penuh keagungan. Mereka diperlakukan tidak seperti tamu-tamu biasa. Kalau delegasi umumnya, mereka disuruh membungkuk atau, bahkan ada yang sujud.

Nyatanya, Muslimin itu dibiarkan mengucapkan salam, seperti yang diajarkan dalam Islam. Pihak kafir Quraisy, yang diwakili Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabiah, berupaya mempengaruhi raja agar mengecam mereka.

Namun, juru bicara Muslimin, Ja'far bin Abi Thalib, menjelaskan, "Agama kami tidak membenarkan bersujud di hadapan selain Allah.Jawaban dari sepupu Nabi SAW itu diterima oleh raja."

Maka, masih saja Amr menyimpan kekesalan. Keesokan harinya, tokoh Quraisy ini datang lagi ke majelis.

"Tuanku,katanya kepada Raja Najasyi, ketahuilah bahwa orang- orang Islam itu menyebut Nabi Isa sebagai hamba."

Lantas, penguasa Etiopia itu memanggil para muhajirin. Najasyi bertanya, Apa pandangan kalian tentang Isa bin Maryam?

Ja'far menjawab, "Kami mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi SAW."

"Bagaimana kata-katanya?"

"Beliau berkata bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah. Dia merupakan kalimatullah yang diletakkan pada diri Maryam, sang perawan suci,"ujar Ja'far.

"Demi Allah, tidak ada pendapat kalian yang salah tentang Isa seujung rambut pun," ucap Najasyi, puas.

Namun, terdengar bisikan-bisikan para uskup di sekitarnya. Ada kesan mereka mengecam dirinya. Sang raja memandang tajam kepada mereka.Lalu, ruangan kembali tenang.

Diputuskanlah bahwa muhajirin diperbolehkan tinggal di Habasyah. Adapun Amr bin Ash dan rombongan dipersilakan pulang. Najasyi tidak akan menerima sedikit pun hadiah dari musyrikin, apalagi menyerahkan orang-orang yang hijrah ini kepadanya.

Beberapa pekan kemudian, di daerah-daerah Habasyah mulai muncul gerakan perlawanan. Rakyat rupanya termakan desas-desus bahwa raja mereka sudah tidak lagi memuliakan Nabi Isa. Bahkan, terdeteksi pula suara-suara hasutan agar Najasyi dimakzulkan.

Raja Etiopia itu mengabarkan situasi genting ini kepada Ja'far. Agar Muslimin lebih aman, Najasyi menawarkan kapal-kapal yang dapat meng angkut mereka ke Arab. Apabila situasi dalam negeri kembali kondusif, umat Nabi Muhammad SAW itu di persilakan kembali lagi ke Habasyah.

Setelah melepas kepergian Ja'far dan rombongan di pelabuhan, Najasyi bersiap menghadapi gerombolan pemberontak. Ia mengambil selembar kulit kijang yang telah disamak. Di atas permukaan benda itu, ia menulis lafaz syahadat: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang terakhir.

Di bawahnya, juga tertera kesaksian: Sungguh, Isa adalah ham ba-Nya dan utusan-Nya, ruh-Nya, dan kalimat- Nya yang ditiupkan kepada Maryam.Maka lembaran kulit kijang itu dire katkannya pada dadanya. Sesudah itu, berangkatlah ia ke medan pertempuran.

Sebelum perang pecah, Najasyi tampil ke depan, tanpa sedikit pun rasa takut. Ia berseru, Wahai rakyat Habasyah! Bagaimana perlakuanku terhadap kalian selama ini?

Lalu, datang jawaban berseru- seru. Umumnya, mereka menyatakan puas dipimpin Najasyi.

Kalau begitu, kata Najasyi, mengapa kalian menentangku?

Seseorang dari pemberontak berkata,"Sebab Anda telah keluar dari agama kita!"

"Mengapa sampai ada anggapan itu? tanya sang raja lagi.

Anda mengatakan, Isa adalah seorang hamba.

"Lantas, bagaimana menurut kalian?"tanyanya tajam.

" Isa adalah putra Allah," ucap seseorang dari kerumunan.

Mendengar itu, Najasyi mengangkat lembaran kulit kijang sehingga tampaklah dua kalimat syahadat." Aku bersaksi bahwa Isa bin Maryam tidaklah lebih dari yang tertulis di sini! serunya.

Menyadari kekeliruannya, rakyat menerima dengan lapang dada penyataan sang raja. Semua pihak pun lega. Sebab, pertumpahan darah tidak jadi terlaksana.

Dalam sejarah, sosok Najasyi turut dikenang. Sesudah dirinya wafat, umat Islam berduka. Nabi SAW bahkan menshalatkan jenazah sang penguasa Etiopia itu.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44:30 WIB

RADARPEKANBARU.COM -  Ketika suatu wilayah dila.

Dakwatuna

Jalan Hidup Dakwah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Tidak sedikit orang yang mengak.

Dakwatuna

Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:24:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsy.

Dakwatuna

Ancaman bagi yang tidak Cebok setelah Buang Air Kecil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:56:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ajaran.

Dakwatuna

Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:52:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pada suatu masa, seorang raja m.

Dakwatuna

Banyak Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk ke Surga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:53:14 WIB

 Allah SWT memerintahkan manusia untuk.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com