PILIHAN +INDEKS
Dalam Jeruji KPK Kirim Surat, Annas Minta Wagubri dan Ketua DPRD Riau Mundur
RADARPEKANBARU.COM - Kehebohan yang ditimbulkan Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun terus berlanjut. Terbaru, beredar informasi mantan Bupati Rokan Hilir tersebut dari tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan Militer Guntur, mengirim surat yang ditujukan kepada Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Ketua DPRD Riau Suparman.
Berdasarkan informasi yang didapat wartawan dari sumber yang layak dipercaya, surat Annas tersebut berisi permintaan kepada kedua kader Partai Golkar itu mundur dari jabatannya masing-masing.
Tidak jelas apa alasan Annas Maamun mengirim surat kontroversial tersebut. Hal ini memunculkan sejumlah spekulasi. Salah satunya, dugaan Annas tak mau sendirian tertimpa nestapa, ditahan aparat penegak hukum dan bakal kehilangan jabatannya sebagai Gubernur Riau. Karena itu, berbagai cara digunakan untuk menyeret pihak lain yang berkemungkinan 'kartu Asnya' dipegang Annas.
Terkait surat tersebut, Ketua DPRD Riau Suparman yang ditemui wartawan di kantornya, Selasa (28/10/14) menolak memberi komentar. Politisi muda tersebut tidak membantah dan juga tidak membenarkan. Ia meminta kepada wartawan untuk tidak memberitakan masalah tersebut.
Sementara itu Eva Nora selaku pengacara Annas Maamun, secara tersirat membenarkan adanya surat dari Annas, namun ia menegaskan bukan dirinya yang mengirim kepada Wagubri dan Suparman.
"Yang jelas bukan lewat saya surat itu," tukasnya.(rp/rt)
Berdasarkan informasi yang didapat wartawan dari sumber yang layak dipercaya, surat Annas tersebut berisi permintaan kepada kedua kader Partai Golkar itu mundur dari jabatannya masing-masing.
Tidak jelas apa alasan Annas Maamun mengirim surat kontroversial tersebut. Hal ini memunculkan sejumlah spekulasi. Salah satunya, dugaan Annas tak mau sendirian tertimpa nestapa, ditahan aparat penegak hukum dan bakal kehilangan jabatannya sebagai Gubernur Riau. Karena itu, berbagai cara digunakan untuk menyeret pihak lain yang berkemungkinan 'kartu Asnya' dipegang Annas.
Terkait surat tersebut, Ketua DPRD Riau Suparman yang ditemui wartawan di kantornya, Selasa (28/10/14) menolak memberi komentar. Politisi muda tersebut tidak membantah dan juga tidak membenarkan. Ia meminta kepada wartawan untuk tidak memberitakan masalah tersebut.
Sementara itu Eva Nora selaku pengacara Annas Maamun, secara tersirat membenarkan adanya surat dari Annas, namun ia menegaskan bukan dirinya yang mengirim kepada Wagubri dan Suparman.
"Yang jelas bukan lewat saya surat itu," tukasnya.(rp/rt)
BERITA LAINNYA +INDEKS
PCR dan SPS Riau Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kurikulum dan Magang Mahasiswa
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau.
HUT ke-80 SPS, Saidul Tombang: Pers Harus Tetap Menjadi Pilar Demokrasi
PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau memperingati Hari Ulan.
AMA Riau Dorong Reformasi Sistem Pemilu, Minta Keterwakilan Daerah dan Masyarakat Adat Diperkuat
PEKANBARU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau mengusulkan adanya refor.
PWI Riau Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing pada Iduladha 1447 H
PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban .
Hari Ini KAHMI Riau Sembelih Hewan Qurban
PEKANBARU — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Riau meng.
Isu Anak Bupati Terlibat Narkoba Hoaks, Penyebar Fitnah di Medsos Bisa Dijerat Hukum
PEKANBARU – Aliansi Mahasiswa Riau (AMR) meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi bohong .
TULIS KOMENTAR +INDEKS






.jpg)

