PILIHAN +INDEKS
Mantan Mendagri Surati Gubri
Syarwan : Annas Maamun Telah Meresahkan Rakyat
mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid
PEKANBARU,RADARPEKANBARU.COM
Selain memprakarsai pertemuan sekitar 26 tokoh masyarakat Riau, mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid juga mengirim surat pribadi kepada Gubernur Riau Annas Maamun. Surat tiga lembar tersebut berisi pernyataan, pandangan sekaligus evaluasi terhadap kepemimpinan Gubri Annas Maamun.
Sebagai orang yang turut mendukung Annas Maamun menjadi Gubernur Riau, Syarwan Hamid minta maaf pada masyarakat Riau. Mantan Kasospol ABRI berpangkat terakhir Letjen tersebut mengaku menyesal mendukung Annas yang menurut gaya kepemipinannya brutal.
Berikut ini salinan lengkap surat Syarwan Hamid yang didapat dari salah seorang tokoh Riau yang turut dalam pertemuan di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (2/8/14) lalu:
Pernyataan / Pandangan/ Evaluasi
Terhadap : Anas Maamun
1. Banyaknya masukan yang diperoleh antara lain dari aktivis kampus (BEM), tokoh masyarakat. Pimpinan LAM provinsi dan berbagai kalangan lainnya yang layak dijadikan konfirmasi atas praktek kepemimpinan dan perilaku pribadi / moral dari saudara anas maamun yang menyalahi standart pemimpin masyarakat serta moral.
2. Dalam waktu singkat masa kepemimpinan Anas Makmun, karena penerapan kepemimpinan yang tidak pantas serta perilaku kepribadian yang telah menimbulkan / mengakibatkan antara lain
a. Keresahan yang meluas
b. Buruknya kwalitas hubungan dengan DPRD
c. Putusnya komunikasi dengan sebagian besar tokoh
d. Tidak terdistribusinya pembagian kewenangan secara proposional sehingga pekerjaan pemerintahan terganggu secara signifikan, tang berujubg pada terhambatnya pembangunan
3. a. Sebagai pihak yang sangat concern dengan perkembangan daerah Riau selama dalam kurun waktu yang panjang, hampir tanpa pamrih pribadi, serta dalam berbagai hal menempuh resiko yang tinggi.
b. Yang juga terlibat dalam mengusulkan Anas Makmun ke ketua DPP Golkar serta meyakinkan kepada masyarakat Riau, pada pemilihan Gubernur bahwa yang bersangkutan adalah calon yang tepat.
c. Merasa berkewajiban untuk tidak membiarkan hadirnya pemimpin yang terus menerus terkesan lupa diri dan berperilaku sewenang wenang.
4. Mendesak kepada semua pihak :
a. Mendagri agar menurunkan tim evaluasi yang meneliti kebenaran pendapat yang berkembang di masyarakat terhadap buruknya kepemimpinan Anas Makmun. Selanjutnya menilai apakah yang bersangkutan masih layak mengemban amanah untuk memimpin Provinsi Riau.
b. DPRD Provinsi Riau segera mengambil prakarsa untuk menangani kondisi yang berkembang dewasa ini sampai dengan mengevaluasi kembali kepemimpinan Anas Makmun yang mengakibatkan pembangunan daerah menjadi stagnan.
c. Seluruh potensi masyarakat dari berbagai kalangan agar secara demokratis menghentikan praktek zalim pemimpin daerah Riau.
d. Aparat penegak hukum, termasuk KPK agar menginvestigasi semua indikasi penyimpangan yang diresahkan masyarakat tersebut.
5. Pernyataan ini saya sampaikan agar kita semua bersama-sama dalam suatu sikap agar Anas Makmun tidak memperpanjang lagi gaya kepemimpinan yang brutal.
6. Sekaligus pada kesempatan ini saya mohon maaf kepada masyarakat Riau atas kesalahan telah mendukung Anas Makmun dalam pilgub yang lalu yang ternyata sangat mengecewakan.
Pekanbaru, 2 Agustus 2014
Syarwan Hamid
Mantan Mendagri, Wakil Ketua DPR/MPR Kasospol ABRI, Letjen Purn, TNI
SUMBER :riauterkini.com
Selain memprakarsai pertemuan sekitar 26 tokoh masyarakat Riau, mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid juga mengirim surat pribadi kepada Gubernur Riau Annas Maamun. Surat tiga lembar tersebut berisi pernyataan, pandangan sekaligus evaluasi terhadap kepemimpinan Gubri Annas Maamun.
Sebagai orang yang turut mendukung Annas Maamun menjadi Gubernur Riau, Syarwan Hamid minta maaf pada masyarakat Riau. Mantan Kasospol ABRI berpangkat terakhir Letjen tersebut mengaku menyesal mendukung Annas yang menurut gaya kepemipinannya brutal.
Berikut ini salinan lengkap surat Syarwan Hamid yang didapat dari salah seorang tokoh Riau yang turut dalam pertemuan di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (2/8/14) lalu:
Pernyataan / Pandangan/ Evaluasi
Terhadap : Anas Maamun
1. Banyaknya masukan yang diperoleh antara lain dari aktivis kampus (BEM), tokoh masyarakat. Pimpinan LAM provinsi dan berbagai kalangan lainnya yang layak dijadikan konfirmasi atas praktek kepemimpinan dan perilaku pribadi / moral dari saudara anas maamun yang menyalahi standart pemimpin masyarakat serta moral.
2. Dalam waktu singkat masa kepemimpinan Anas Makmun, karena penerapan kepemimpinan yang tidak pantas serta perilaku kepribadian yang telah menimbulkan / mengakibatkan antara lain
a. Keresahan yang meluas
b. Buruknya kwalitas hubungan dengan DPRD
c. Putusnya komunikasi dengan sebagian besar tokoh
d. Tidak terdistribusinya pembagian kewenangan secara proposional sehingga pekerjaan pemerintahan terganggu secara signifikan, tang berujubg pada terhambatnya pembangunan
3. a. Sebagai pihak yang sangat concern dengan perkembangan daerah Riau selama dalam kurun waktu yang panjang, hampir tanpa pamrih pribadi, serta dalam berbagai hal menempuh resiko yang tinggi.
b. Yang juga terlibat dalam mengusulkan Anas Makmun ke ketua DPP Golkar serta meyakinkan kepada masyarakat Riau, pada pemilihan Gubernur bahwa yang bersangkutan adalah calon yang tepat.
c. Merasa berkewajiban untuk tidak membiarkan hadirnya pemimpin yang terus menerus terkesan lupa diri dan berperilaku sewenang wenang.
4. Mendesak kepada semua pihak :
a. Mendagri agar menurunkan tim evaluasi yang meneliti kebenaran pendapat yang berkembang di masyarakat terhadap buruknya kepemimpinan Anas Makmun. Selanjutnya menilai apakah yang bersangkutan masih layak mengemban amanah untuk memimpin Provinsi Riau.
b. DPRD Provinsi Riau segera mengambil prakarsa untuk menangani kondisi yang berkembang dewasa ini sampai dengan mengevaluasi kembali kepemimpinan Anas Makmun yang mengakibatkan pembangunan daerah menjadi stagnan.
c. Seluruh potensi masyarakat dari berbagai kalangan agar secara demokratis menghentikan praktek zalim pemimpin daerah Riau.
d. Aparat penegak hukum, termasuk KPK agar menginvestigasi semua indikasi penyimpangan yang diresahkan masyarakat tersebut.
5. Pernyataan ini saya sampaikan agar kita semua bersama-sama dalam suatu sikap agar Anas Makmun tidak memperpanjang lagi gaya kepemimpinan yang brutal.
6. Sekaligus pada kesempatan ini saya mohon maaf kepada masyarakat Riau atas kesalahan telah mendukung Anas Makmun dalam pilgub yang lalu yang ternyata sangat mengecewakan.
Pekanbaru, 2 Agustus 2014
Syarwan Hamid
Mantan Mendagri, Wakil Ketua DPR/MPR Kasospol ABRI, Letjen Purn, TNI
SUMBER :riauterkini.com
BERITA LAINNYA +INDEKS
Reses di Kampar Utara, Ramli Minta Pemkab Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
Radarpekanbaru.Com - Anggota DPRD Kabupaten Kampar D.
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
SIAK — Perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Si.
Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
PEKANBARU — Nama Gibra Hazell Alvaro menjadi salah satu atlet muda asal Riau y.
Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik
Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.
Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara
BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung penuh.
SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri
PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mulai mempersiapkan pelaksanaan.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








