• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2966 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2938 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2917 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2919 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2919 Kali

  • Home
  • Internasional

Warga Iran Khawatirkan Sanksi Baru AS

Redaksi Radarpku

Sabtu, 03 November 2018 09:23:16 WIB
Cetak
Warga Iran Khawatirkan Sanksi Baru AS
ilustrasi internet

TEHERAN -- Warga Iran khawatir akan mendapatkan tekanan yang lebih menyakitkan setelah sanksi tambahan Amerika Serikat (AS) akan berlaku pada Senin (5/11). Perusahaan akan kesulitan membeli bahan baku dan orang sakit tidak akan mampu membeli obat-obatan. AS akan menerapkan kembali pembatasan untuk sektor minyak dan perbankan dalam upaya untuk mengendalikan kegiatan pengembangan nuklir dan rudal Iran. Para pemimpin Iran telah meremehkan sanksi tersebut, tetapi banyak warga yang tampaknya khawatir.

 

"Semua harga semakin tinggi setiap hari. Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi setelah 4 November. Saya takut. Saya khawatir. Saya putus asa," kata Pejman Sarafnejad (43 tahun), seorang guru sekolah dasar dan ayah tiga anak di Teheran. "Saya bahkan tidak bisa membeli beras untuk memberi makan anak-anak saya atau membayar sewa rumah saya," tambah dia.

 

Perjuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari semakin sulit selama berbulan-bulan ini. Perekonomian telah terpukul setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei lalu. Sejumlah perusahaan asing dari semua lini, mulai dari perusahaan minyak, perdagangan, hingga pelayaran, telah berhenti berbisnis dengan Iran karena takut terkena sanksi AS.

 

"Saya sangat gugup karena sudah ada kekurangan barang di pasar dan barang tersebut telah kehilangan banyak nilai. Apa yang akan terjadi setelah reimposisi sanksi baru?" ujar seorang pemiliki toko kelontong di Teheran. Pemerintah Iran mengatakan Teheran tidak akan menyerah pada tekanan AS untuk menghentikan program rudalnya atau untuk mengubah kebijakan regionalnya.

 

Saat sebagian penduduk Iran mendukung pemerintah, sebagian lainnya mengaku takut perekonomian negara akan runtuh setelah AS memberikan tekanan lebih besar. Terlebih selama bertahun-tahun Iran telah dilemahkan oleh salah urus pemerintahan dan korupsi. "Pernyataan yang disampaikan oleh pejabat pemerintah bahwa sanksi tidak akan berdampak adalah slogan politik," kata pengacara yang berbasis di Washington, Farhad Alavi, yang berfokus pada peraturan perdagangan dan sanksi AS.

 

"Faktanya adalah, pembatasan ini secara signifikan meningkatkan biaya hidup untuk penduduk Iran," jelas dia. Sejak reimposisi putaran pertama pada Agustus lalu, harga roti, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya telah melonjak tajam dan mata uang nasional telah jatuh. Beras, salah satu makanan pokok di Iran, harganya naik lebih dari tiga kali lipat sejak tahun lalu karena jatuhnya rial.

 

Sekitar 70 persen pabrik kecil, perusahaan, dan bengkel sudah mulai mati dalam beberapa bulan terakhir karena kurangnya bahan baku dan mata uang keras. "Saya harus menutup bisnis saya. Perusahaan-perusahaan Eropa yang berlomba untuk menandatangani kesepakatan dengan saya tahun lalu, sekarang menolak untuk membalas panggilan saya," kata seorang pengusaha di Teheran, yang menolak disebutkan namanya.

 

Sementara Mohammad Reza Sadoughi, pegawai swasta berusia 38 tahun di Kota Sari, mengatakan rakyat biasa akan menanggung beban sanksi. Sanksi akan mempengaruhi harga obat-obatan untuk orang sakit seperti pasien kanker, kekurangan makanan, dan nilai mata uang. "Ayah saya menderita kanker, dan dengan adanya sanksi, obat kanker hanya akan tersedia di pasar gelap dengan harga lebih tinggi," kata Sadoughi.

 

Sanksi AS tidak akan mempengaruhi perdagangan barang-barang kemanusiaan seperti makanan dan obat-obatan. Namun langkah-langkah sanksi yang dikenakan pada bank dan pembatasan perdagangan akan membuat hidup semakin sulit bagi pasien di Iran. "Pada akhirnya, rakyat Iran yang menderita karena kurangnya akal sehat dari rezim mereka sendiri yang tidak siap berkompromi dengan kekuatan dunia (AS)," kata Aftab Hasan, pebisnis asal Dubai.

 

Namun analis mengatakan, himpitan ekonomi tidak akan menghidupkan kembali kerusuhan anti-pemerintah seperti demonstrasi yang terjadi pada Desember lalu yang berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah. "Saya tidak peduli dengan politik. Saya tidak peduli siapa yang bertanggung jawab atas masalah kami. Saya tidak ingin perubahan rezim. Saya hanya ingin hidup damai dengan keluarga saya di negara saya," kata ibu rumah tangga, Fariba Shakouri (51), di kota Yazd.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Iran Minta Houthi Bersiap Blokade Selat Bab el-Mandeb

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:06:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Serangan Baru AS ke Iran Targetkan Bandar Abbas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:13:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:19:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden RI Prabowo Subi.

Internasional

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:50:07 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Israel Tetapkan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Siap Bertarung Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:24:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Kritik Pernyataan PBB, Sebut Akar Masalah Konflik adalah Amerika

Senin, 13 Juli 2026 - 10:00:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Tinjau MIN 1 Rokan Hilir, Wapres Respons Kebutuhan Tambahan Ruang Kelas dan Fasilitas
18 Juli 2026
Wako Instruksikan Pejabat Keliling Pekanbaru Naik Motor Pantau Keluhan Warga
18 Juli 2026
Prabowo: Indonesia Resmi Stop Impor Solar mulai Juli 2026
18 Juli 2026
Manusia Penghuni Surga Menurut Rasulullah
18 Juli 2026
Prabowo Optimistis Indonesia Lampaui Jepang dan Inggris dalam 25 Tahun
18 Juli 2026
Iran Minta Houthi Bersiap Blokade Selat Bab el-Mandeb
18 Juli 2026
Data Kemenhut, BRIN, dan KemenLH: Karhutla Riau 2026 Capai 15.477,9 Hektare
17 Juli 2026
Pemko Pekanbaru Bentuk Tim, Fokus Tertibkan Gepeng, PKL dan Balap Liar
17 Juli 2026
Polda Riau Gerebek Sawmill Ilegal di Kampar, Mandor Jadi Tersangka
17 Juli 2026
Kunci Surga Menurut Hadits Nabi: Syahadat dan Sholat
17 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tinjau MIN 1 Rokan Hilir, Wapres Respons Kebutuhan Tambahan Ruang Kelas dan Fasilitas
  • 2 Wako Instruksikan Pejabat Keliling Pekanbaru Naik Motor Pantau Keluhan Warga
  • 3 Prabowo: Indonesia Resmi Stop Impor Solar mulai Juli 2026
  • 4 Manusia Penghuni Surga Menurut Rasulullah
  • 5 Prabowo Optimistis Indonesia Lampaui Jepang dan Inggris dalam 25 Tahun
  • 6 Iran Minta Houthi Bersiap Blokade Selat Bab el-Mandeb
  • 7 Data Kemenhut, BRIN, dan KemenLH: Karhutla Riau 2026 Capai 15.477,9 Hektare

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com