• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2144 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4485 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4502 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4460 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4566 Kali

  • Home
  • Internasional

Italia Ancam Kirim Balik Ratusan Pengungsi Ke Libya

Redaksi Radarpku

Selasa, 21 Agustus 2018 10:54:43 WIB
Cetak
Italia Ancam Kirim Balik Ratusan Pengungsi Ke Libya

ROMA - Negara Uni Eropa diminta ikut mencari solusi terkait 177 pengungsi yang terapung di perairan Malta. Jika tidak, Italia mengancam untuk mengirim balik para pengungsi ke Libya. Ancaman ini menyusul penolakan Malta untuk memberi izin berlabuh bagi kapal Diciotti yang mengangkut ratusan imigran.

"Pilihannya antara Eropa serius menawarkan bantuan nyata, contohnya dengan membantu 180 pengungsi di kapal Diciotti, atau kita terpaksa melakukan tindakan yang secara pasti dapat menghentikan bisnis penyelundupan manusia. Itu berarti mengirim kembali orang-orang ini ke Libya," kata Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini, dalam sebuah pernyataan.

Salvini dikenal berhaluan politik ekstrem kanan. Kapal Diciotti, yang beroperasi di bawah kegiatan penyelamatan Frontex Mediterania Uni Eropa, terjebak di lepas pantai pulau Lampedusa, Italia, setelah menyelamatkan para pengungsi 16 Agustus lalu.

Kebuntuan antara Italia dan Malta

Malta adalah sebuah negara pulau kecil yang terletak di antara Italia dan Libya. Karena posisi geografisnya, negara itu menghadapi krisis akibat membanjirnya pengungsi dari utara Afrika yang berusaha masuk ke Eropa.

Italia meminta Malta untuk mengambil para pengungsi dengan alasan, mereka diselamatkan di perairan Malta. Namun Malta menolak dengan alasan, ketika ditemukan kapal tidak sedang berada dalam kesulitan dan para pengungsi menolak bantuan dari pihak berwenang Malta, serta lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan ke Italia.

Menteri Dalam Negeri Malta, Michael Farrugia, lewat akun Twitternya, Minggu (19/8), menuduh pemerintah Italia menyelamatkan para imigran di perairan Malta untuk mencegah mereka memasuki perairan Italia.

Sementara Menteri Transportasi Italia, Danilo Toninelli mengatakan, kalau Malta "layak diberi sanksi" dan meminta negara Uni Eropa lainnya agar membuka pelabuhan mereka.

Ini adalah ketegangan kedua yang terjadi antara Italia dan Malta dalam kurun waktu satu bulan. Kedua negara itu mengalami kebuntuan dalam mengatasi 450 pengungsi yang diselamatkan dari kapal nelayan.

Mereka diselamatkan dari dua kapal yang berada di perbatasan Uni Eropa dan akhirnya diizinkan berlabuh di Italia setelah lima negara Eropa setuju mengambil masing-masing 50 pengungsi.

Masalah hukum

Mengembalikan para pengungsi ke perairan yang dianggap tidak aman bisa menimbulkan masalah hukum bagi Italia. Hukum internasional menetapkan bahwa pengungsi yang diselamatkan di perairan internasional tidak boleh dikembalikan ke tempat, di mana hidup mereka terancam bahaya. Sedangkan Libya dimasukkan ke kategori daerah yang tidak aman oleh Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi sedang menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hukum internasional oleh sebuah kapal dagang berbendera Italia yang menyelamatkan 100 orang pengungsi dan mengembalikan mereka kembali ke Libya Juli lalu.

Pada 2012, Italia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa karena menggunakan kapalnya untuk mengirim para pengungsi ke Libya.(dtk)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:09:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Jaringan Listrik Masjid Nabawi Ikut Hancur Akibat Serangan Drone Houthi

Jumat, 02 Oktober 2026 - 08:47:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
08 Oktober 2026
Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
08 Oktober 2026
Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
08 Oktober 2026
Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
08 Oktober 2026
PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
08 Oktober 2026
Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
08 Oktober 2026
BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak
07 Oktober 2026
Sudah Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru Akibat Kabut Asap
07 Oktober 2026
Dishub Pekanbaru Tertibkan Jukir di Indomaret Awal Bros, Kembali Lagi Bakal Diproses Polisi
07 Oktober 2026
Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
07 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 2 Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
  • 3 Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
  • 4 Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
  • 5 PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
  • 6 Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
  • 7 BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com