PILIHAN +INDEKS
Honorer Ancam Bugil Jika Tak Lulus CPNS
Jakarta, (radarpekanbaru.com) - Ada apa dengan moral putra-putri bangsa indonesia sekarang ini. Ratusan ribu guru honorer yang tergabung dalam Perhimpunan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) mengancam melakukan aksi demokstrasi dengan cara telanjang. Mereka memprotes keputusan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) soal penetapan kelulusan tenaga honorer kategori 2 (K2) sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
PHSNI menilai pemerintah tidak konsisten menjalankan amanat PP 56 Tahun 2012 tentang pengangkatan honorer tertinggal sebagai CPNS. "Kami tidak malu lagi untuk telanjang. Buat apa malu wong pemerintah saja gak malu kok melihat tenaga pendidiknya tidak sejahtera," kata Soebandi, Ketua Umum PHSNI, Minggu (16/2/2014).
Rencananya, lanjut Soebandi, aksi telanjang ini dilakukan guru laki-laki maupun wanita. Tindakan tersebut sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak menjalankan amanat PP dengan benar.
Soebandi, yang menjadi guru honorer sejak 1996 itu, mencontohkan kasus di Jogjakarta. Menurutnya, di Kota Pelajar itu banyak guru honorer berusia kritis malah tidak lulus. Padahal, pemerintah menyatakan honorer dengan masa pengabdian lama dan berusia kritis mendapatkan perhatian lebih.
"Kami sudah tidak malu untuk telanjang, karena malu kami sudah tidak ada lagi sejak guru honorer dibayar dengan upah 50 ribu sampai 200 ribu rupiah per bulan. Guru honorer wanita malah sering mendapatkan penyiksaan dalam rumah tangga karena biaya hidup tidak mencukupi sebulannya," beber Soebandi.
Karenanya, PHSNI mendesak agar permasalahan honorer ini segera dituntaskan sebelum pemerintahan SBY berakhir. "Mau diangkat bertahap ya tidak apa-apa, anggaplah ini sebagai hadiah bagi honorer yang selama ini sudah hidup di bawah taraf kesejahteraan," tandasnya seperti dilansir jpnn.com. (*)
PHSNI menilai pemerintah tidak konsisten menjalankan amanat PP 56 Tahun 2012 tentang pengangkatan honorer tertinggal sebagai CPNS. "Kami tidak malu lagi untuk telanjang. Buat apa malu wong pemerintah saja gak malu kok melihat tenaga pendidiknya tidak sejahtera," kata Soebandi, Ketua Umum PHSNI, Minggu (16/2/2014).
Rencananya, lanjut Soebandi, aksi telanjang ini dilakukan guru laki-laki maupun wanita. Tindakan tersebut sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak menjalankan amanat PP dengan benar.
Soebandi, yang menjadi guru honorer sejak 1996 itu, mencontohkan kasus di Jogjakarta. Menurutnya, di Kota Pelajar itu banyak guru honorer berusia kritis malah tidak lulus. Padahal, pemerintah menyatakan honorer dengan masa pengabdian lama dan berusia kritis mendapatkan perhatian lebih.
"Kami sudah tidak malu untuk telanjang, karena malu kami sudah tidak ada lagi sejak guru honorer dibayar dengan upah 50 ribu sampai 200 ribu rupiah per bulan. Guru honorer wanita malah sering mendapatkan penyiksaan dalam rumah tangga karena biaya hidup tidak mencukupi sebulannya," beber Soebandi.
Karenanya, PHSNI mendesak agar permasalahan honorer ini segera dituntaskan sebelum pemerintahan SBY berakhir. "Mau diangkat bertahap ya tidak apa-apa, anggaplah ini sebagai hadiah bagi honorer yang selama ini sudah hidup di bawah taraf kesejahteraan," tandasnya seperti dilansir jpnn.com. (*)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres
RADARPEKANBARU.COM - Survei Adidaya Institute mengel.
Defisit Rp 2 T, BPJS Kesehatan Potensi Gagal Bayar pada Juli 2027
RADARPEKANBARU.COM - BPJS Kesehatan menghadapi risik.
Gagal Stabilkan Harga Pangan, Zulhas dan Budi Santoso Layak Dicopot
RADARPEKANBARU.COM - Harga kebutuhan pokok yang teru.
Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
RADARPEKANBARU.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan.
Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0, Herdman Sukses Bangun Skema Tanpa Idzes
RADARPEKANBARU.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








