• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2055 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4399 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4407 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4359 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4473 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Haedar: Jangan Sebarkan Virus Kecemasan yang Berlebihan dalam Mengkonstruksi Kegawatan Indonesia

Redaksi Radarpku

Selasa, 09 Mei 2017 11:32:40 WIB
Cetak
Haedar: Jangan Sebarkan Virus Kecemasan yang Berlebihan dalam Mengkonstruksi Kegawatan Indonesia
illustrasi Internet

RADARPEKANBARU.COM - Waham atau apa yang ada di pikiran itu sering membentuk keadaan. Sesuatu yang ringan tetapi dianggap berat akhirnya terasa berat. Ketika keadaan normal kita bilang abnormal, suasananya menjadi terasa di lura kewajaran. Masalah sedikit ketika kita anggap besar, benar-benar terasa besar. Maka, betapa penting menata atau mengkonstruksi pikiran agar tetap positif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan akhir-akhir ini usai Pilkada DKI yang berjalan demokratis dan damai, masih juga dikembangkan pikiran atau pendapat-pendapat yang terasa gawat atau digawat-gawatkan. Kemenangan Anies-Sandi dianggap merebaknya radikalisme agama, intoleransi,  dan ancaman terhadap kebhinekaan. Malah dianggap mekarnya politik primordialisme atau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

“Hal senada, dalam bentuk lain, Ahok-Djarot yang kalah secara demokratis dan keduanya sebenarnya sudah mengucapkan selamat kepada pemenang, digambarkan mewakili kebhinekaan, toleransi, moderat, dan rasionalitas. Maka ketika pasangan ini kalah, lalu muncul pandangan alarm atas keindonesiaan,” ucap Haedar, Senin (8/5).

Selain itu,  lanjut Haedar ada yang berpandangan adanya ancaman terhadap NKRI, karena ada gerakan kelompok Islam radikal maka dimungkinkan akan muncul reaksi balik dari kawasan Papua, NTT, dan lainnya. Lalu dimunculkan istilah kawan setia dan paling mendukung NKRI. Sebaliknya, tentu saja ada yang dianggap kurang atau tidak setia, serta tidak pro-NKRI.

Pikiran dan pandangan yang mengesankan situasi gawat  seperti itu justru dapat berpotensi menciptakan psikologi kegawatan dalam berbangsa dan bernegara saat ini.

“Jika pendalat-pendapat negatif seperti ini terus diproduksi, boleh jadi malah akan terjadi saling berhadapan atau dihadap-hadapkan antar dua pihak warga bangsa yang berbeda. Mayoritas versus minoritas. Pemeluk agama satu dengan peneluk agama lain. Antara satu etnik dengan etnik lain. Antara kelompok radikal satu dengan radikal lain,” ungkap Haedar.

Haedar menegaskan, mau sampai kapan? Kita sadar terdapat sejumlah masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk masalah hubungan antar kelompok agama, etnik, kedaerahan, dan golongan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.

“Ketika ada titik pemicu kadang muncul gesekan. Ditambah dengan kontestasi politik biasanya memunculkan gesekan keoentingan antarkelompok yang bertensi tinggi. Faktor agama juga sering bersenyawa dalam konflik kepentingan itu,” ucap Haedar.

Namun jika berpikir lebih jernih dan objektif, permasalahan yang berkembang masih bisa diatasi dan terus didialogkan untuk dicarikan solusi. “Pilkada DKI memang ada masalah yang berkaitan dengan relasi politik dengan sentimen agama dan etnik, tetapi faktornya tidak determinan dan satu-satunya. Masalah lain ikut memicu seperti faktor personalitas, kesenjangan sosial, dan lain-lain,” ucap Haedar.

Karenanya setiap ada peristiwa, kajilah secara seksama dan komprehensif agar tidak linier dan melahirkan pandangan dangkal. Lalu di sana terjadi politisasi dalam beragam bentuk, termasuk dramatisasi situasi. Dramatisasi itulah yang sering memicu masalah baru dan memperluas masalah, yang menimbulkan kepanikan maupun kesan suasana gawat, yang tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan yang faktual atau apa adanya.

Maka, lanjut Haedar hendaknya perlu dihentikan pikiran-pikiran yang cenderung menggawatkan atau mendramatisasi keadaan disertai pandangan yang ekstrem, provokatif, dan berlebihan. Kembalilah ke pandangan yang moderat, objektif, dan mengirim pesan damai serta positif. Masalah yang dihadapi dapat dikaji secara seksama dan dicarikan solusi bersama dalam suasana yang lebih normal.

“Bangsa ini telah melawati banyak rintangan dan masalah besar, sehingga memiliki modal sosial yang relatif mencukupi untuk melewati masalah-masalah baru. Masalah harus dihadapi, tetapi jangan termakan situasi. Jangan sebarkan virus kecemasan dan kewaspadaan yang berlebihan, yang menciptakan psikologi kegawatan melebihi kemestian. Di sinilah pentingnya kedewasaan, kearifan, kejujuran, dan kecerdasan para pemimpin negeri,” tutupnya.


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:27:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.

Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

Dakwatuna

Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah

Senin, 28 September 2026 - 10:53:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Berumah tangga bagi seorang Mus.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah
05 Oktober 2026
Babak Baru Polda Riau: Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
05 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
05 Oktober 2026
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
05 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Harus Tegas terhadap Dugaan Pelanggaran Hukum Jokowi
05 Oktober 2026
Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia
05 Oktober 2026
Jabatan Kapolda Riau Berganti!
03 Oktober 2026
Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen
03 Oktober 2026
Urai Antrean BBM, Mobil Bertonase Besar Jangan ke dalam Kota
03 Oktober 2026
Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
03 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah
  • 2 Babak Baru Polda Riau: Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
  • 3 Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
  • 4 Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
  • 5 Kapolri Suyudi Harus Tegas terhadap Dugaan Pelanggaran Hukum Jokowi
  • 6 Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia
  • 7 Jabatan Kapolda Riau Berganti!

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com