• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1882 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4206 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4210 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4167 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4280 Kali

  • Home
  • Internasional

Ketika Raffles Menjarah Keraton Yogyakarta

Redaksi Radarpku

Kamis, 21 November 2013 16:26:44 WIB
Cetak
Ketika Raffles Menjarah Keraton Yogyakarta
Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles menguasai Hindia Belanda selama 1811-1816. Lukisan ini dibuat ketika dia menjabat sebagai Letnan Gubernur Bengkulu. Litografi oleh Thompson berdasarkan miniatur. | Wikimedia Commons




RADARPEKANBARU.COM — "Semua perempuan yang berada di hunian dalam keraton tetap dihormati, dan kepemilikan harta mereka turut dilindungi. Dalam kesempatan seperti ini diperlukan disiplin yang sangat tegas bahwa tak satu pun orang dianiaya ataupun kebiadaban berlangsung.”

Pernyataan tadi ditulis oleh Kapten William Thorn, seorang perwira Kerajaan Inggris, dalam Memoirs of The Conquest of Java yang terbit tiga tahun setelah penaklukan Yogyakarta. Thorn terlibat dalam pertempuran 19-20 Juni 1812. Tampaknya, ada yang luput dari perhatian Thorn tentang peristiwa menyerahnya Sultan.

Sabtu pagi yang penuh kekalutan. Pertempuran antara serdadu Kerajaan Inggris dan laskar Keraton Yogyakarta masih berlanjut, tetapi dengan skala yang mengecil.  Semua kubu pertahanan Sultan Hamengkubuwono II sudah dikuasai serdadu-serdadu sipahiIndia.

Keraton sudah sangat terdesak, serdadu-serdadu berseragam merah khas Kerajaan Inggris telah menyeruak ke dalam keraton.

Peter Brian Ramsay Carey dalam Kuasa Ramalan yang terbit pada 2011 mengungkapkan suasana jatuhnya Keraton Yogyakarta lewat pemerian Babad Bedhah ing Ngayogyakarta. Dia merupakan Profesor Emeritus di Trinity College, Oxford, Inggris, dan kini dia juga menjabat sebagai Adjunct Professor di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Babad itu ditulis Pangeran Panular, salah satu putra Sultan. Saat pagi menjelang, Sultan dan keluarganya berbusana serba putih, bahkan kursi-kursi pun dibalut kain putih. Sultan telah memerintahkan semua kepala laskar prajurit keraton untuk meletakkan senjata dan mengibarkan bendera putih. Sebelum pukul sembilan, Sultan sudah menjadi tawanan.

Dalam tawanan itu termasuk sekitar 300 laskar perempuan pengawal Sultan. Mereka adalah para perempuan yang dididik untuk berperilaku lembah lembut dan bertindak tegas secara militer. Mereka mahir menggunakan senapan dan menunggang kuda.

Babad tersebut juga mengisahkan betapa terhinanya Sultan saat itu. Mereka merelakan segala senjata dilucuti oleh serdadu Inggris dan sipahi, kemudian diarak dengan pengawalan menuju Wisma Residen yang berlokasi di barat Benteng Vredeburg.

Menurut Carey, Sultan menyerahkan keris, pedang, dan belatinya. Semua senjata pusaka keraton disita, yaitu Kiai Paningset, Kiai Sangkelat, Kiai Urub, Kiai Jinggo, Kiai Gupito, Kiai Joko Piturun, dan Kiai Mesem.

Namun, tatkala penobatan Hamengkubuwono III, senjata pusaka itu dikembalikan lagi ke keraton, kecuali pedang dan belati karena Raffles kelak mengirimkannya kepada Lord Minto di India sebagai tanda penaklukan Keraton Yogyakarta kepada Kerajaan Inggris. Bahkan, kancing-kancing emas yang melekat di busana kebesaran Sultan dijarah oleh para serdadu sipahi India.

Berbagai senjata, gamelan, wayang, ratusan kitab sejarah Jawa, dan naskah-naskah daftar tanah kerajaan turut dijarah. Bahkan, dikisahkan juga dalam Babad Bedhah ing Ngayogyakarta bahwa selama empat hari lebih, harta rampasan perang diangkut dengan pedati ke Wisma Residen. Kuli pengangkutnya berasal dari pengawal dan kerabat dekat Sultan sendiri.

Sementara itu, sebagai seorang letnan gubernur dan panglima perang, Thomas Stamford Raffles pun tak ketinggalan. Dia turut menjarah dan mengangkut harta keraton yang nilainya sekitar 200.000 hingga 1.200.000 dollar Spanyol.

Kolonel Rollo Gillespie, seorang panglima tentara Inggris di Jawa, menjarah 800.000 dollar Spanyol. Sebesar 74.000 dollar Spanyol (sekitar Rp 27 miliar untuk kurs kini) untuk dirinya sendiri, sisanya dibagi-bagikan ke perwira lain di bawahnya. Sebagian lagi, sebesar 7.000 dollar Spanyol (sekitar Rp 2,5 miliar untuk kurs kini) dibagikan kepada legiun Pangeran Prangwedana dari Mangkunagaran.

Pustaka naskah itu tidak kembali ke Jawa, setidaknya hingga hari ini. Menurut pemerian Carey, sekitar 55 naskah Jawa milik Raffles, sebagian besar diserahkan kepada Royal Asiatic Society pada 1830. Koleksi naskah jarahan Raffles bukanlah yang terbanyak. Kolonel Colin Mackenzie memiliki 66 naskah Jawa milik Keraton Yogyakarta. Sementara itu, sekitar 45 naskah Jawa koleksi John Crawfurd, seorang residen Yogyakarta, sebagian besar dijual kepada British Museum pada 1842. 

Babad tersebut juga berkisah tentang penjarahan yang tampaknya membabi buta terhadap barang-barang perhiasan milik perempuan keraton. Serdadu-serdadu itu memasuki wilayah keputren. Seorang istri resmi Putra Mahkota dilucuti perhiasan dan pakaian kebesarannya. Salah seorang perwira Inggris tewas ditikam seorang perempuan keraton lantaran sang perwira akan membawanya sebagai rampasan perang, demikian paparan Carey dalam bukunya.

Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam sejarah Jawa, ketika istana sebagai lambang kedaulatan penguasa lokal diserang, dijarah, dan ditundukkan oleh pasukan Eropa. (kompas.com/National Geographic Indonesia)

Editor : Ahmad Adryan


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar

Kamis, 24 September 2026 - 08:51:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Chile Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Rabu, 23 September 2026 - 08:13:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Inggris Turun Tangan Bantu Saudi Hadapi Houthi Yaman

Selasa, 22 September 2026 - 09:57:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Amerika Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran

Senin, 21 September 2026 - 10:41:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Presiden Prabowo dan Wakil PM Malaysia Bahas Penanganan Karhutla di Hambalang

Sabtu, 19 September 2026 - 08:50:23 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla Kalimantan

Jumat, 18 September 2026 - 08:26:10 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
24 September 2026
Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
24 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
24 September 2026
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
24 September 2026
KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
24 September 2026
Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
24 September 2026
Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam
23 September 2026
Sekdaprov dan Tiga Pejabat Pemprov Riau Bersaksi di Sidang Ajudan Abdul Wahid
23 September 2026
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
23 September 2026
APBD Perubahan Riau Ditetapkan Rp8,378 Triliun, Fokus Lunasi Tunda Bayar
23 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
  • 2 Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
  • 3 Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
  • 4 Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
  • 5 KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
  • 6 Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
  • 7 Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com