• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3373 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3359 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3331 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3379 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3347 Kali

  • Home
  • Internasional

Ketika Raffles Menjarah Keraton Yogyakarta

Redaksi Radarpku

Kamis, 21 November 2013 16:26:44 WIB
Cetak
Ketika Raffles Menjarah Keraton Yogyakarta
Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles menguasai Hindia Belanda selama 1811-1816. Lukisan ini dibuat ketika dia menjabat sebagai Letnan Gubernur Bengkulu. Litografi oleh Thompson berdasarkan miniatur. | Wikimedia Commons




RADARPEKANBARU.COM — "Semua perempuan yang berada di hunian dalam keraton tetap dihormati, dan kepemilikan harta mereka turut dilindungi. Dalam kesempatan seperti ini diperlukan disiplin yang sangat tegas bahwa tak satu pun orang dianiaya ataupun kebiadaban berlangsung.”

Pernyataan tadi ditulis oleh Kapten William Thorn, seorang perwira Kerajaan Inggris, dalam Memoirs of The Conquest of Java yang terbit tiga tahun setelah penaklukan Yogyakarta. Thorn terlibat dalam pertempuran 19-20 Juni 1812. Tampaknya, ada yang luput dari perhatian Thorn tentang peristiwa menyerahnya Sultan.

Sabtu pagi yang penuh kekalutan. Pertempuran antara serdadu Kerajaan Inggris dan laskar Keraton Yogyakarta masih berlanjut, tetapi dengan skala yang mengecil.  Semua kubu pertahanan Sultan Hamengkubuwono II sudah dikuasai serdadu-serdadu sipahiIndia.

Keraton sudah sangat terdesak, serdadu-serdadu berseragam merah khas Kerajaan Inggris telah menyeruak ke dalam keraton.

Peter Brian Ramsay Carey dalam Kuasa Ramalan yang terbit pada 2011 mengungkapkan suasana jatuhnya Keraton Yogyakarta lewat pemerian Babad Bedhah ing Ngayogyakarta. Dia merupakan Profesor Emeritus di Trinity College, Oxford, Inggris, dan kini dia juga menjabat sebagai Adjunct Professor di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Babad itu ditulis Pangeran Panular, salah satu putra Sultan. Saat pagi menjelang, Sultan dan keluarganya berbusana serba putih, bahkan kursi-kursi pun dibalut kain putih. Sultan telah memerintahkan semua kepala laskar prajurit keraton untuk meletakkan senjata dan mengibarkan bendera putih. Sebelum pukul sembilan, Sultan sudah menjadi tawanan.

Dalam tawanan itu termasuk sekitar 300 laskar perempuan pengawal Sultan. Mereka adalah para perempuan yang dididik untuk berperilaku lembah lembut dan bertindak tegas secara militer. Mereka mahir menggunakan senapan dan menunggang kuda.

Babad tersebut juga mengisahkan betapa terhinanya Sultan saat itu. Mereka merelakan segala senjata dilucuti oleh serdadu Inggris dan sipahi, kemudian diarak dengan pengawalan menuju Wisma Residen yang berlokasi di barat Benteng Vredeburg.

Menurut Carey, Sultan menyerahkan keris, pedang, dan belatinya. Semua senjata pusaka keraton disita, yaitu Kiai Paningset, Kiai Sangkelat, Kiai Urub, Kiai Jinggo, Kiai Gupito, Kiai Joko Piturun, dan Kiai Mesem.

Namun, tatkala penobatan Hamengkubuwono III, senjata pusaka itu dikembalikan lagi ke keraton, kecuali pedang dan belati karena Raffles kelak mengirimkannya kepada Lord Minto di India sebagai tanda penaklukan Keraton Yogyakarta kepada Kerajaan Inggris. Bahkan, kancing-kancing emas yang melekat di busana kebesaran Sultan dijarah oleh para serdadu sipahi India.

Berbagai senjata, gamelan, wayang, ratusan kitab sejarah Jawa, dan naskah-naskah daftar tanah kerajaan turut dijarah. Bahkan, dikisahkan juga dalam Babad Bedhah ing Ngayogyakarta bahwa selama empat hari lebih, harta rampasan perang diangkut dengan pedati ke Wisma Residen. Kuli pengangkutnya berasal dari pengawal dan kerabat dekat Sultan sendiri.

Sementara itu, sebagai seorang letnan gubernur dan panglima perang, Thomas Stamford Raffles pun tak ketinggalan. Dia turut menjarah dan mengangkut harta keraton yang nilainya sekitar 200.000 hingga 1.200.000 dollar Spanyol.

Kolonel Rollo Gillespie, seorang panglima tentara Inggris di Jawa, menjarah 800.000 dollar Spanyol. Sebesar 74.000 dollar Spanyol (sekitar Rp 27 miliar untuk kurs kini) untuk dirinya sendiri, sisanya dibagi-bagikan ke perwira lain di bawahnya. Sebagian lagi, sebesar 7.000 dollar Spanyol (sekitar Rp 2,5 miliar untuk kurs kini) dibagikan kepada legiun Pangeran Prangwedana dari Mangkunagaran.

Pustaka naskah itu tidak kembali ke Jawa, setidaknya hingga hari ini. Menurut pemerian Carey, sekitar 55 naskah Jawa milik Raffles, sebagian besar diserahkan kepada Royal Asiatic Society pada 1830. Koleksi naskah jarahan Raffles bukanlah yang terbanyak. Kolonel Colin Mackenzie memiliki 66 naskah Jawa milik Keraton Yogyakarta. Sementara itu, sekitar 45 naskah Jawa koleksi John Crawfurd, seorang residen Yogyakarta, sebagian besar dijual kepada British Museum pada 1842. 

Babad tersebut juga berkisah tentang penjarahan yang tampaknya membabi buta terhadap barang-barang perhiasan milik perempuan keraton. Serdadu-serdadu itu memasuki wilayah keputren. Seorang istri resmi Putra Mahkota dilucuti perhiasan dan pakaian kebesarannya. Salah seorang perwira Inggris tewas ditikam seorang perempuan keraton lantaran sang perwira akan membawanya sebagai rampasan perang, demikian paparan Carey dalam bukunya.

Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam sejarah Jawa, ketika istana sebagai lambang kedaulatan penguasa lokal diserang, dijarah, dan ditundukkan oleh pasukan Eropa. (kompas.com/National Geographic Indonesia)

Editor : Ahmad Adryan


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:17:10 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 09:58:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Indonesia dan Panama sep.

Internasional

Kapal Kargo India Tenggelam Diserang Proyektil di Laut Merah

Jumat, 07 Agustus 2026 - 08:56:10 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

AS Dituding Hambat Iran dan Oman Capai Kesepakatan atas Selat Hormuz

Kamis, 06 Agustus 2026 - 08:28:46 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

25 Negara Bagian AS Gugat Kebijakan Tarif Trump untuk 60 Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 - 08:18:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

72 Migran Tewas dalam Eksodus Massal ke Ceuta Spanyol

Selasa, 04 Agustus 2026 - 08:41:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
FKPMR dan LAMR Doakan Riau Semakin Maju dan Masyarakatnya Sejahtera
10 Agustus 2026
Plt Gubernur Riau Harapkan HUT Ke-69 Riau Jadi Momen Peningkatan Layanan Publik
10 Agustus 2026
Agung Nugroho Siapkan Dua Lokasi Retreat untuk RT/RW se-Pekanbaru
10 Agustus 2026
Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini
10 Agustus 2026
Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan Pertamina hingga PLN Dipangkas
10 Agustus 2026
Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia
10 Agustus 2026
8 Keajaiban Langka Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
08 Agustus 2026
Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut
08 Agustus 2026
Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
08 Agustus 2026
Ada Rp493,5 Juta untuk Hadiah Pacu Jalur Event Nasional, Pemkab Kuansing Tunggu Provinsi dan Pusat
08 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 FKPMR dan LAMR Doakan Riau Semakin Maju dan Masyarakatnya Sejahtera
  • 2 Plt Gubernur Riau Harapkan HUT Ke-69 Riau Jadi Momen Peningkatan Layanan Publik
  • 3 Agung Nugroho Siapkan Dua Lokasi Retreat untuk RT/RW se-Pekanbaru
  • 4 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini
  • 5 Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan Pertamina hingga PLN Dipangkas
  • 6 Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia
  • 7 8 Keajaiban Langka Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com