PILIHAN +INDEKS
SKANDAL SEX
PBB Mengutuk Tindakan Kejahatan Seksual Para Pastor Terhadap Ribuan Anak
ilustrasi
Newyork, (radarpekanbaru.com) - Dengan kata-kata mengecam keras terhadap Vatikan, PBB menuduh Vatikan mengadopsikebijakan yang memungkinkan pastor memperkosa dan mencabuli puluhan ribu anak-anak. Kecaman tersebut tertuang dalam laporan Komite Hak Asasi Manusia PBB yang dikeluarkan hari Rabu ini (05/02) di Jenewa.
Ketua komite Kirsten Sandberg mengatakan gereja hanya tertarik menjaga reputasi (nama baiknya), bukan menjamin kesejahteraan anak-anak. "Tahta Suci mengadopsi kebijakan dan berbagai praktek yang membuat pelanggaran terus terjadi, dan para pelaku bebas dari jeratan hukum," kata Sandberg.
Dalam laporan, PBB mengatakan Vatikan harus memecat semua anggota kepastoran yang diketahui atau dicurigai melakukan pencabulan atau pemerkosaan serta kejahatan seksual terhadap anak-anak.
Komite Hak-hak Anak menambahkan sangat prihatin atas kenyataan bahwa Tahta Suci belum mengakui tingkat skala kejahatan yang bersifat massive, yang telah dilakukan para pastor, dan PBB menyerukan kepada Vatikan untuk membuka segala arsipnya.
Komite PBB juga menegaskan bahwa Gereja Katolik Roma harus menetapkan peraturan jelas untuk memastikan kasus-kasus dugaan pemerkosaan dan kejahatgan seksual terhadap anak-anak dilaporkan ke pihak berwenang sipil.
Sementara itu, menghadapi keceaman keras PBB itu, Vatikan diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan guna menanggapi laporan PBB itu.Vatikan mengatakan akan mencermati laporan PBB berisi kecaman keras atas kebijakan Vatikan yang dianggap memungkinkan pencabulan terhadap anak-anak.
Tanggapan Vatikan dikeluarkan tidak lama setelah Komite Hak-hak Anak PBB mengeluarkan laporan hasil penyelidikan pada Rabu (05/02).
Dalam laporan disebutkan bahwa Vatikan mengadopsi kebijakan yang memungkinkan pastor mencabuli dan memperkosa puluhan ribu anak.
Meskipun setuju untuk mempelajari laporan PBB, Vatikan mengeluarkan reaksi keras atas hal yang disebutnya sebagai upaya mencampuri ajaran Gereja Katolik mengenai kebebasan beragama dan harga diri umat manusia.
Barbara Doris dari SNAP, jaringan pendukung korban kejahatan pastor, mengatakan tidak yakin Vatikan akan melaksanakan rekomendasi PBB.
"Mereka menunjukkan kepada kita berbagai kebijakan, prosedur, permintaan maaf, tetapi belum ada tindakan yang mencerminkan apa yang mereka katakan. Tindakan akan melindungi anak-anak bukan kata-kata," tegas Doris. (voa)
Editor : Ahmad Adryan
Ketua komite Kirsten Sandberg mengatakan gereja hanya tertarik menjaga reputasi (nama baiknya), bukan menjamin kesejahteraan anak-anak. "Tahta Suci mengadopsi kebijakan dan berbagai praktek yang membuat pelanggaran terus terjadi, dan para pelaku bebas dari jeratan hukum," kata Sandberg.
Dalam laporan, PBB mengatakan Vatikan harus memecat semua anggota kepastoran yang diketahui atau dicurigai melakukan pencabulan atau pemerkosaan serta kejahatan seksual terhadap anak-anak.
Komite Hak-hak Anak menambahkan sangat prihatin atas kenyataan bahwa Tahta Suci belum mengakui tingkat skala kejahatan yang bersifat massive, yang telah dilakukan para pastor, dan PBB menyerukan kepada Vatikan untuk membuka segala arsipnya.
Komite PBB juga menegaskan bahwa Gereja Katolik Roma harus menetapkan peraturan jelas untuk memastikan kasus-kasus dugaan pemerkosaan dan kejahatgan seksual terhadap anak-anak dilaporkan ke pihak berwenang sipil.
Sementara itu, menghadapi keceaman keras PBB itu, Vatikan diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan guna menanggapi laporan PBB itu.Vatikan mengatakan akan mencermati laporan PBB berisi kecaman keras atas kebijakan Vatikan yang dianggap memungkinkan pencabulan terhadap anak-anak.
Tanggapan Vatikan dikeluarkan tidak lama setelah Komite Hak-hak Anak PBB mengeluarkan laporan hasil penyelidikan pada Rabu (05/02).
Dalam laporan disebutkan bahwa Vatikan mengadopsi kebijakan yang memungkinkan pastor mencabuli dan memperkosa puluhan ribu anak.
Meskipun setuju untuk mempelajari laporan PBB, Vatikan mengeluarkan reaksi keras atas hal yang disebutnya sebagai upaya mencampuri ajaran Gereja Katolik mengenai kebebasan beragama dan harga diri umat manusia.
Barbara Doris dari SNAP, jaringan pendukung korban kejahatan pastor, mengatakan tidak yakin Vatikan akan melaksanakan rekomendasi PBB.
"Mereka menunjukkan kepada kita berbagai kebijakan, prosedur, permintaan maaf, tetapi belum ada tindakan yang mencerminkan apa yang mereka katakan. Tindakan akan melindungi anak-anak bukan kata-kata," tegas Doris. (voa)
Editor : Ahmad Adryan
BERITA LAINNYA +INDEKS
Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan
RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.
Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta
RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.
Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah
RADARPEKANBARU.COM - .
Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang
RADARPEKANBARU.COM - Usia muda bukan penghalang untu.
Jangan Pernah Sepelekan Utang, Pikir Berulang Kali Apalagi Hanya untuk Gengs
RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT membolehkan utang-piu.
Mereka yang Abaikan Sholat akan Dikumpulkan Bersama Firaun dan Menterinya Serta Musuh Nabi SAW
RADARPEKANBARU.COM - Orang yang meninggalkan atau me.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








