218 Hektare Perhutanan Sosial di Kuansing, LSM Lingkungan Diajak Mengelolanya
RADARPEKANBARU.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengalokasikan 8.000 hektare untuk dikembangkan sebagai perhutanan sosial di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dan sekitarnya.
"Kita sudah memetakan areal-areal yang akan dikembangkan menjadi perhutanan sosial. Untuk sementara yang dicoba 218 hektare dari 8.000 hektare di satu lokasi," kata Kepala BBKSDA Riau, Mahfuds di Pekanbaru, Ahad.
Mahfuds menjelaskan hal itu kepada Antara saat ditanya persiapan revitalisasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang diwacanakan sejak awal tahun 2017 ini.
Menurut dia, salah satu konsep yang didorong untuk merevitalisasi TNTN adalah menggulirkan perhutanan sosial. Sejauh ini, kata dia, BBKSDA Riau telah memetakan areal yang akan dikembangkan menjadi perhutanan sosial, tepatnya di Kecamatan Logas, Kuantan Singingi.
Dari pemetaan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone, kata dia, disiapkan lahan 218 hektare dari 8.000 hektare untuk dikembangkan menjadi perhutanan sosial.
"Bibit-bibitnya sudah kita siapkan. Akan kita tanami tanaman hortikulturan yang sifatnya cepat menghasilkan di sana," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan adanya perhutanan sosial, maka diharapkan masyarakat di sekitar TNTN akan semakin kuat tingkat ekonominya. Sehingga potensi perambahan hutan akan ditekan.
Selain di Logas, dia mengatakan konsep serupa akan dilakukan di sejumlah titik lainnya. Saat ini dia mengatakan BBKSDA Riau masih terus memetakan guna menyelesaikan persoalan di TNTN.
Selain BBKSDA Riau, Mahfud turut menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) pegiat lingkungan seperti Walhi, Jikalahari dan lainnya.
"Kita sudah bagi ruang dengan kawan-kawan NGO. Kita bekerjasama untuk selesaikan persoalan dalam TNTN," jelasnya.
Supartono, Kepala Balai TNTN menambahkan kawasan hutan yang tersisa saat ini hanya sekitar 25.000-30.000 hektare dari total luas awal 80.000 hetare.
TNTN menjadi salah satu dari sejumlah kawasan konservasi yang marak terjadi pembalakan, perambahan lahan. Akibatnya, setiap tahun kawasan hutan yang kaya akan flora dan fauna di Riau menjadi ajang berkumpulnya titik-titip api. (ant)
Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapat dukungan pembangunan infrastruktur jalan dari PT Juni.
Walikota Pekanbaru Pastikan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya
RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.
Ekspor Riau Tembus US$10,49 Miliar pada Semester I 2026
RADARPEKANBARU.COM - Kinerja ekspor Provinsi Riau se.
Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi
RADARPEKANBARU.COM - Manggala Agni Balai Penge.
204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 204 jalur akan berpacu.
17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan
RADARPEKANBARU.COM - Operasi Penambangan Emas Tanpa .








