PILIHAN +INDEKS
Wow,,Pemerintah Tambah Utang Rp40 Trilliun
Ilustrasi
Jakarta, (radarpekanbaru.com) - Di awal tahun ini pemerintah langsung tancap gas menarik utang untuk memenuhi defisit anggaran. Hari ini pemerintah mengumumkan menambah utang lewat penerbitan surat utang (obligasi) berdenominasi dolar AS dengan total US$ 4 miliar atau Rp 40 triliun.
Obligasi dolar AS ini diterbitkan di New York, AS. Obligasi ini diterbitkan dalam 2 seri, yaitu RI0124 dan RI0144. Demikian dilansir detikfinance pada siaran pers Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rabu (8/1/2014).
Untuk RI0124 bertenor atau jangka waktu 10 tahun dengan kupon atau bunga 5,875% dan yield 5,95%. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 15 Januari 2024.
Sementara untuk seri RI0144, akan memiliki tenor 30 tahun dan kupon 6,75% serta yield 6,85%. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 15 Januari 2044.
Pada saat ditawarkan ke investor, jumlah investor yang berminat nilainya mencapai US$ 17,5 miliar, namun pemerintah memutuskan menyerap US$ 4 miliar saja. Untuk seri RI0124, sebanyak 66% investor berasal dari Amerika Serikat (AS), 17% dari Eropa, 6% dari Asia, dan 11% dari Indonesia.
Untuk seri RI0144, sebanyak 70% investor dari AS, 16% dari Eropa, 11% dari Asia, dan 3% dari Indonesia.
Bertindak sebagai joint lead managers adalah Bank og Amerika Merrill Lynch, Citigroup, dan Deutsche Bank. Sementara co-Managers adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. (*)
Obligasi dolar AS ini diterbitkan di New York, AS. Obligasi ini diterbitkan dalam 2 seri, yaitu RI0124 dan RI0144. Demikian dilansir detikfinance pada siaran pers Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rabu (8/1/2014).
Untuk RI0124 bertenor atau jangka waktu 10 tahun dengan kupon atau bunga 5,875% dan yield 5,95%. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 15 Januari 2024.
Sementara untuk seri RI0144, akan memiliki tenor 30 tahun dan kupon 6,75% serta yield 6,85%. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 15 Januari 2044.
Pada saat ditawarkan ke investor, jumlah investor yang berminat nilainya mencapai US$ 17,5 miliar, namun pemerintah memutuskan menyerap US$ 4 miliar saja. Untuk seri RI0124, sebanyak 66% investor berasal dari Amerika Serikat (AS), 17% dari Eropa, 6% dari Asia, dan 11% dari Indonesia.
Untuk seri RI0144, sebanyak 70% investor dari AS, 16% dari Eropa, 11% dari Asia, dan 3% dari Indonesia.
Bertindak sebagai joint lead managers adalah Bank og Amerika Merrill Lynch, Citigroup, dan Deutsche Bank. Sementara co-Managers adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. (*)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Hari Raya Idul Adha, PT Musim Mas Salurkan Hewan Qurban di Desa Sekitar Perusahaan
Radarpekanbaru.com – PT Musim Mas kembali menunjuk.
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
JAKARTA — Perempuan muda asal Riau, , sukses mencuri perhatian di ajang nasion.
Bupati Pelalawan Desak Penanganan Cepat Kelangkaan BBM di Pangkalan Kerinci
Radarpekanbaru.com - Bupati Pelalawan, Zukri Misran,.
BBM Langka, Ketua DPRD kabupaten Pelalawan Siap Panggil Pertamina, Pertamina Umumkan Stok BBM Riau Aman
Radarpekanbaru.com - Kelangkaan BBM di Riau kian par.
Dari Wisata ke Harapan: Z-Park Kerinci Skyland Hidupkan Asa 420 Mustahik
Radarpekanbaru.com – Di sudut Pangkalan Kerinci, s.
Tidak Hanya Z - Park, Pengurus MD KAHMI Pelalawan Dorong Baznas Untuk Bangun Pabrik Kelapa Sawit Untuk Fakir Miskin
Radarpekanbaru.com - Inovasi yang dilakukan oleh Baz.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








