• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3069 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3043 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3027 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3026 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3027 Kali

  • Home
  • Riau

Mulai Punah

Hanya Tersisa Tiga Rumpun Ras Bermata Biru di Buton Selatan

Redaksi Radarpku

Senin, 15 Agustus 2016 15:45:05 WIB
Cetak
Hanya Tersisa Tiga Rumpun Ras Bermata Biru di Buton Selatan
Salah seorang perempuan bermata biru di Pulau Siompu, Buton Selatan.

RADARPEKANBARU.COM—Siompu Timur merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Buton Selatan (Busel). Pulau Siompu, begitu masyarakat Sulawesi Tenggara menyebutnya. Jika berangkat dari Pelabuhan Topa, Kota Baubau, hanya membutuhkan waktu 40 menit perjalanan laut menggunakan speed boat untuk sampai ke pulau ini.

Ada dua pulau yang dilewati yakni Pulau Kadatua dan Pulau Ular. Setelahnya, barulah Pulau Siompu. Sebelah Pulau Siompu, itu sudah masuk Pulau Batu Atas. Jadi pulau ini terletak di antara Pulau Ular dan Pulau Batu Atas.

Yang menarik, di Desa Waindawula, Kecamatan Siompu Timur, Kabupaten Buton Selatan (Busel) ternyata terdapat ras masyarakat yang bermata biru. Berikut La Ode Yusri MA, peneliti budaya dan bahasa Sulawesi Tenggara, menceritakan secara eksklusif penelusurannya terhadap masyarakat bermata biru di Siompu Timur kepada Kendari Pos, yang disajikan secara bertutur:

Sebenarnya, saya (La Ode Yusri)  ke Pulau Siompu untuk melakukan penelitian kebudayaan, mengidentifikasi benteng-benteng yang ada di sana, dan mengumpulkan data kebahasaan di daerah ini. Saya melakukan penelitian bahasa sejak tahun 2006 di wilayah Kota Baubau, Buton, dan Pulau Kadatua. Namun, data yang terkumpul belum maksimal.

Menurut teman-teman di Summer Institute Linguistic (SIL) bahwa di Kaimbulawa, salah satu desa di Siompu Timur, memiliki bahasa yang unik. Bahasanya beda dengan tiga komunitas di daerah ini. Tidak sama antara masyarakat Molona (Siompu Barat) dan Lapara (Siompu Timur) dengan Kaimbulawa ini. Saya pun melakukan mengumpulkan data bahasa di Siompu Timur sejak 6 bulan terakhir.

Pekan lalu, tepatnya hari Sabtu, 6 Agustus 2016, saya kembali ke Siompu untuk melakukan penelitian. Dalam perjalanan, saya sempat berkenalan dengan seorang pedagang asal Siompu di speed boat. Dia baru saja kembali dari Wakatobi memasarkan dagangannya. Pedagang itu bernama Umar yang memasarkan hasil-hasil bumi Siompu ke daerah lain.

Dialog pun terjadi di antara kami. Umar mulai mengungkap keberadaan masyarakat bermata biru ini. “Jika Anda ingin ke sana, saya siap memfasilitasi,” ujar Umar. Ternyata, Umar cukup dekat dengan Kepala Desa Waindawula dan warga yang bermata biru ini.

Speed boat yang kami tumpangi berlabuh di Pelabuhan Lapara (ibu kota Kecamatan Siompu Timur). Jarak dari Lapara ke Waindabula sekitar 9 kilometer (km), melewati Desa Kaimbulawa. Masyarakat bermata biru itu tinggal di daerah pegunungan yang jauh dari keramaian warga Siompu.

Sepanjang perjalanan, rasa penasaran terus berkecamuk. Keinginan membuktikan informasi Umar terkait keberadaan mata biru sangat besar. Ini hoax atau memang benar-benar ada. Umar pun menepati janjinya untuk mengantar saya ke tempat berdomisili rumpun keluarga bermata biru ini. Jalan-jalan desa pun kami lewati dan akhirnya sampai pada sebuah rumah sederhana di tengah hutan.

Rumah itu milik Dala (50). Seorang guru SD di Desa Waindawula yang nyambi jadi petani. Setelah bertemu Dala, ternyata informasi mata biru itu memang benar. Bukan hoax. Perawakan Dala mirip orang Eropa. Tubuhnya tinggi, rambut pirang, kulit putih, dan matanya memang biru. Begitu pun anaknya bernama Ariska Dala (15), juga memiliki mata biru.

Keluarga ini tidak terlalu gamblang menerima kedatangan orang asing. Mereka terlihat cukup tertutup jika hendak menggali banyak informasi. Namun, saya berusaha mengorek keterangan dari Dala terkait asal muasal keturunan mata biru ini.

“Saya hanya paham sedikit. Yang tahu persis sejarahnya itu, kakak saya. Dia tinggal di Ambon sekarang. Sebagian besar komunitas mata biru itu pindah ke daerah lain. Salah satunya Ambon. Hanya sedikit yang tersisa dan memilih menetap di Siompu,” ungkap Dala. Saking tertutupnya, Dala menolak untuk diabadikan gambarnya.

Pria bermata biru ini mulai bercerita. Versi Dala, pada abad 16 atau sekira awal tahun 1600-an, Pulau Siompu menjadi tempat persinggahan pelaut dari Eropa. Termasuk dari Portugis. “Itu jauh sebelum datang Belanda,” ujarnya.

Bentuk persahabatan antara warga Siompu dengan Portugis kala itu, pemimpin Portugis mempersunting gadis bernama Waindawula. Gadis ini adalah cucu dari La Laja, seorang bangsawan Wolio. Salah seorang keturunan La Laja ini yakni La Ode Ntaru, Lakina Liya (Raja Liya) yang berkuasa tahun 1928.

Memang saat saya berkunjung ke Benteng Liya (Wakatobi, red), perawakan La Ode Ntaru ini mirip orang Eropa. Tapi tidak ada warisan pigmen pada turunannya di Wakatobi yang bermata biru.

“Sebenarnya banyak yang kawin mawing (kawin silang) dengan pasukan Portugis ketika itu. Keturunan mereka juga banyak bermata biru. Kalau tidak biru matanya, biasanya rambutnya yang berwarna pirang. Tapi yang tahu persis, itu kakak saya yang di Ambon itu cerita lengkapnya,” ungkap Dala mengisahkan cerita leluhurnya yang turun temurun terkait asal muasal mata biru.

“Masih banyak sebenarnya yang mewarisi mata biru ini. Hanya mereka banyak yang pindah,” imbuhnya. Dala belum mengungkap berbagai rahasia yang tersimpan tentang keberadaan mata biru di Sultra. Saat saya mencoba mengorek ceritanya, terkadang dia hanya tersenyum. Sepertinya, Dala belum mau terbuka atau blak-blakan karena baru bertemu.

Setelah saya mencari informasi di masyarakat sekitar, memang ras mata biru cukup tertutup bagi warga asing. Tapi banyak ada orang-orang barat yang datang melakukan penelitian di daerah ini.

Dari hasil penelusuran sementara, di Desa Waindawula, tersisa tiga rumpun yang masih mewariskan pigmen keturunan Perancis. Mereka hidup di desa tersebut sebagai petani. Kurang lebih 10 orang yang bermata biru, termasuk Dala dan anaknya.

Sementara, keturunan lainnya, matanya tidak biru tapi rambutnya pirang dan kulitnya tetap putih. Jumlah penduduk di Desa Waindawula sekitar 20 KK. Jarak rumah di desa ini saling berjauhan satu sama lain. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kebun. (radarpku)

Sumber : kendaripos


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:40:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ma.

Riau

11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:33:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Personel Satuan Reserse Krimina.

Riau

Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:17:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam rangka menyambut Hari Ula.

Riau

Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:13:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rencana pembangunan Flyover Sim.

Riau

Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:49:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Momen kebersamaan Kapolda Riau .

Riau

PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:28:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
24 Juli 2026
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
24 Juli 2026
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
24 Juli 2026
Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
24 Juli 2026
Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel
24 Juli 2026
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
23 Juli 2026
Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia
23 Juli 2026
PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
23 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
  • 2 11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
  • 3 Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
  • 4 Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
  • 5 Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
  • 6 Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
  • 7 Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com