Muhammad Adil Minta KPK Menindak Lanjuti Dugaan Korupsi Dana Eskalasi
RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang berkunjung dalam rangka memberi pembekalan tentang pencegahan dan penindakan terintegrasi kepada anggota DPRD Provinsi Riau yang digelar dengan rapat tertutup di ruang medium.
"Kedatangan KPK ini hanya untuk sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi, agar Provinsi Riau ini aman dari Korupsi," ujar Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo, usai rapat tertutup bersama KPK, Pekanbaru, Senin (11/4).
Lebih lanjut, kedatangannya juga dalam rangka memberikan Pembekalan tentang pencegahan dan penindakan terintegrasi oleh KPK yang dihadiri oleh anggota dewan dan Sekretaris Dewan (Sekwan).
Sementara itu anggota Komisi E DPRD Riau Muhammad Adil mengomentari bahwa KPK akan menindak lanjuti masalah eskalasi yang menjadi polemik sampai saat ini. Ia juga telah lama menunggu kedatangan KPK.
"KPK jangan hanya menakuti-nakuti orang Riau saja, tadi saya juga sudah menyampaikan masalah pembayaran eskalasi. Dan mereka akan menindak lanjuti, kawan-kawan menanyakan yang lain dan saya menanyakan polemik yang Rp220 miliar itu. Tadi juga saya tanyakan mengapa tidak dibayarkan satu triliun saja sekalian, kan jumlah secara keseluruhan hampir mencapai satu triliun. Kenapa cuman Rp220 miliar saja dibayarkan, itu yang dipetanyakan," ucapnya.
Sementara itu aggota Komisi D DPRD Riau Mansur mengatakan bahwa pembekalan pencegahan dan penindakan terintegrasi ini sangat bagus dan bermanfaat untuk seluruh anggota dewan. Agar kedepannya lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan kospirasi supaya tidak ada tindakan korupsi.
"Indikator-indikator yang disampaikan sangat bagus dan bermanfaat buat kita, agar kedepannya kita bisa lebih hati-hati dalam bertugas," tutur Anggota Komisi D, Mansur.
Selanjutnya, jika masalah aspirasi itu merupakan hal yang positif tetapi harus tidak ada embel-embel dibelakang. Dan harus sesuai kewenang-wenangan. Jika memang bukan wewenang DPRD maka jangan dikerjakan.
"Terkadang aspirasi-aspirasi masyarakat ini kan banyak, minta dibuatkan jalan inilah, jagan sampai ada unsur lain dibalik aspirasi. Jika itu wewenang pemerintah provinsi maka jangan dikerjakan. kita harus ada mediasi dengan lembaga eksekutif, itu tadi tujuan yang disampaikannya," ucapnya.
Meskipun beberapa anggota dewan mengatakan itu hanya sebatas sosialisasi dan pembekalan akan tetapi diselenggarakan dengan rapat tertutup dan berlangsung sekitar tiga jam.(radarpku)
Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi
RADARPEKANBARU.COM - Manggala Agni Balai Penge.
204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 204 jalur akan berpacu.
17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan
RADARPEKANBARU.COM - Operasi Penambangan Emas Tanpa .
729 Narapidana di Dumai Terima Remisi Kemerdekaan
RADARPEKANBARU.COM - Wali Kota Dumai didampingi Kepa.
Puluhan Warga Rohul Diserang Di Kebun Sawit, Konflik Lahan Memanas
RADARPEKANBARU.COM - Puluhan warga mengalami luka-lu.
602 Hotspot Kerumuni Sumatra, di Riau Titik Api Masih Marak
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 602 hotspot (titik pan.








