• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3542 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3529 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3500 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3569 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3519 Kali

  • Home
  • Riau

Senandung Kota Kembang

Akhir Pekan, Anggota DPRD Riau Bondong-Bondong Piknik Ke Kota Kembang.

Redaksi Radarpku

Sabtu, 12 Maret 2016 19:44:00 WIB
Cetak
Akhir Pekan, Anggota DPRD Riau Bondong-Bondong Piknik Ke Kota Kembang.
Ilustrasi - Senandung Kota Kembang

RADARPEKANBARU.COM - Dalam mengisi akhir pekan jelang pertengahan bulan ketiga tahun 2016 ini, anggota DPRD Riau berbondong-bondong keluar kota untuk piknik bersama, dengan kegiatan outbond di Kota Bandung.

Sejumlah anggota dewan yang dihubungi wartawan pada Jumat (11/3/2015) kemarin, mengaku sudah berada di Bandung, dan ada juga yang masih akan siap-siap berangkat, hingga Jumat sore kemaren.

Seperti biasanya, setiap hari Jumat di DPRD Riau selalu sepi. Sangat jarang sekali anggota dewan yang hadir. Pun demikian pada Jumat kemaren, yang tampak hadir hanya beberapa orang anggota dewan saja, di antaranya Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo, dan anggota Komisi C DPRD Riau, Ilyas HU.

Sunaryo saat dikonfiormasi hal tersebut mengakui saat ini anggota dewan tengah melakukan outbond yang diselenggarakan oleh sekretariat DPRD Riau. Kegiatan tersebut dikatakannya dilakukan selama dua hari, yakni hari Sabtu (12/3/2016) dan Minggu (13/3/2016).

“Semua anggota dewan berangkat untuk melaksanakan outbond, yang dilaksanakan selama dua hari. Tujuannya adalah untuk refreshing dan menjaga kebersamaan,” kata Sunaryo Jumat kemaren.

Ditanya tentang anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut, menurut Sunaryo kegiatan tersebut berasal dari anggaran sekretariat DPRD Riau, dan ia sendiri mengaku tidak tau persis anggarannya.

“Saya tidak tau anggarannya berapa, silahkan tanya Sekwan saja,” tutupnya.

Sekedar Tambahan Membuka Cakrawala Terkait Kota Kembang

Kota Kembang Bandung hampir menjadi kota metropilitan layaknya ibukota Jakarta. Gaya hidup styles  penduduk pribumi,kemudian  masyarakat pendatang, urban Bandung, sukses membentuk kebudayaaan baru kosmopolitan. Berbagai komunitas bergaya metroseksual, seperti gay, lesbian, homo, bahkan mereka yang sengaja datang ke bandung dengan profesi pekerja seks komersil (PSK) kian bertambah.

Masih Ingat Kontroversi di tahun 2007 ? Kasus lokalisasi Saritem sebenarnya merupakan program Walikota Bandung, Dada Rosada, yang ingin membuat kota Bandung menjadi kota agamis dan kota wisata rohani.Namun pada perkembangannya dikarenakan tidak ada upaya yang menyeluruh dan solusi yang tepat,maka keberadaan Lokalisasi itu masih tetap berjalan meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi dan sedikit tertutup.

Hal itu dibenarkan juga oleh Walikota Bandung sekarang Ridwan Kamil,dalam sebuah kesempatan di bulan Juni 2014 yang lalu,ketika ditanya tentang tindak lanjut penganan lokalisasi dan penertiban kawasan pelacuran di kotanya,mengungkapkan akan semakin menggencarkan operasi pemberantasan serta razia terhadap bisnis esek-esek yang bernilai sangat komersial ini di kawasan yang ditenggarai sebagai Kawasan pelacuran yang ada di pemukiman maupun di jalanan bandung

Tempat Wisata Sex Saritem di Bandung sendiri, hanyalah salah satu lokalisasi yang paling senior di antara tempat-tempat mangkal para PSK di kota Bandung. Lokalisasi yang terselubung atau tempat mangkal PSK secara liar melebihi jumlah PSK yang terorganisir di Saritem. Ini dapat dilihat bagaimana pemandangan kota Bandung di malam hari yang gemerlap dan ramai sekali di segala pusat kota sampai ke pelosok daerah.

Meski Perda Kota Bandung tentang pelarangan lokalisasi pelacuran dikeluarkan, namun batas yang hanya bisa dijangkau dan diawasi hanya tempat mangkal PSK liar saja yang ditertibkan. Sebelum Perda itu muncul, kawasan Jalan Braga merupakan salah satu dari sekian banyak tempat mangkal PSK di kota Bandung. Mereka adalah para penjaja tubuh komersil yang berasal dari pinggiran kota Bandung atau dari luar kota Bandung - daerah Pantura.

Selama ini memang kawasan Jalan Braga sedang terus dibersihkan dari praktik pelacuran jalanan. Namun tantangannya adalah ada daerah lain masih tetap melakukan bisnis "daging hidup" itu. Hanya saja mereka lebih rapi dan tertib sehingga tidak terlalu mencolok.
Kota Kembang Bandung sebagai kota wisata tubuh hanya sisi lain dari aset pariwisata kota Bandung itu sendiri. Selain wisata belanja pakaian jadi dan kuliner. Wisata tubuh ini bukan fenomena baru di kota Bandung, karena kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Riau dan kota lain juga tak luput dari terdapatnya praktik sejenis yang sangat sulit dituntaskan.

Tempat "Wisata tubuh" di Bandung tidak hanya ada di pemukinan penduduk seperti Saritem saja, kawasan tempat kost-kost an,Panti pijat,Karaoke,penginapan hingga kampus ditenggarai di luar pagar sekolah juga cukup banyak. Akan tetapi, PSK di lingkungan ini tidak melakukannya secara masal dan diorganisir oleh satu broker, tetapi dilakukan oleh beragama komunitas. Artinya, ada yang melakukan praktik itu secara individu atau kelompok kecil yang dikelola oleh satu jaringan pemasaran. Ayam abu-abu (PSK berseragam Sekolah Lanjtan Tingkat Atas), misalnya, menjadi lahan yang berpotensi besar untuk mengakomodasi pasar para eksekutif atau mahasiswa di Bandung atau kota lain yang pelesiran ke Bandung.

Sama halnya dengan PSK yang berumur di atas remaja atau tua, ayam abu-abu juga banyak yang melakukannya per individu, sendiri-sendiri. Menurut beberapa user pemakai jasa mereka, mereka yang tidak menginduk pada satu jaringan pemasaran ayam abu-abu mengambil tempat mangkal di Mall-Mall atau Caffe.

Selain ayam abu-abu di pinggiran kota Bandung juga bermunculan ayam biru (PSK berseragam sekolah lanjutan tingkat pertama). Pada praktiknya, mereka memang tidak mengenakan seragam sekolah dalam menjalankan profesinya, terkecuali mereka yang berusaha dan memasarkan diri secara sendiri-sendiri.

Oleh karenanya, penampilan "ayam abu-abu" atau "ayam biru" ini tidak nampak sebagai PSK seperti kebanyakan pada umumnya,karena apabila dilihat dari postur tubuh mereka tidak nampak sebagai anak remaja atau "abg".

Menurut survei penulis, dari semua yang berprofesi sebagai PSK terselubung ini memiliki alasan yang beragam mengapa mereka melakukan praktik seks komersil.Secara umum dikategorikan menjadi dua alasan ekonomi. Pertama, kebutuhan hidup dasar; untuk makan dan kebutuhan hidup dasar lainnya. Kedua, kebutuhan gaya hidup metropolis; misalnya untuk clubing atau belanja.

Praktik terselubung lainnya, adalah mahasiswa dan mahasiswi. Beberapa kampus teridikasi melakukan praktik seks komersil atau seks untuk hiburan pribadi, Dan lagi-lagi, mereka yang secara umum tidak memiliki rumah tinggal sendiri atau kost. Latar belakang mereka yang satu ini adalah cenderung untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup ketimbang pemenuhan kebutuhan hidup dasar.

Lalu, siapa yang mengorganisir dan mengakomodasi praktik "wisata sex" semacam ini? Yang jelas adalah mereka sendiri yang disebabkan oleh rasa kekurangan atas biaya hidup di kota Bandung atau untuk membiayai sekolah saudaranya di kampung halaman.

Kedua, praktik ini menjadi budaya dikarenakan ada user atau konsumen mereka. Oleh sebab itulah, siapa pun tidak bisa menyalahkan mereka yang berprofesi di sana atau pun mereka yang menggunakan mereka untuk kepuasan seks pribadinya. Yang harus dibenahi adalah kesadaran semua pihak mulai dari pemerintah daerah/kota,masyarakat untuk sama-sama memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat yang lebih baik lagi dari perkembangan Tempat Wisata Di Bandung.(radarpku)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:04:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM  - Manggala Agni Balai Penge.

Riau

204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:01:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 204 jalur akan berpacu.

Riau

17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:56:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Operasi Penambangan Emas Tanpa .

Riau

729 Narapidana di Dumai Terima Remisi Kemerdekaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:29:08 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Wali Kota Dumai didampingi Kepa.

Riau

Puluhan Warga Rohul Diserang Di Kebun Sawit, Konflik Lahan Memanas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:25:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Puluhan warga mengalami luka-lu.

Riau

602 Hotspot Kerumuni Sumatra, di Riau Titik Api Masih Marak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:20:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 602 hotspot (titik pan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi
19 Agustus 2026
204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek
19 Agustus 2026
17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan
19 Agustus 2026
Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan
19 Agustus 2026
Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS
19 Agustus 2026
Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran
19 Agustus 2026
Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
18 Agustus 2026
729 Narapidana di Dumai Terima Remisi Kemerdekaan
18 Agustus 2026
Puluhan Warga Rohul Diserang Di Kebun Sawit, Konflik Lahan Memanas
18 Agustus 2026
602 Hotspot Kerumuni Sumatra, di Riau Titik Api Masih Marak
18 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi
  • 2 204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek
  • 3 17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan
  • 4 Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan
  • 5 Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS
  • 6 Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran
  • 7 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com