• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3498 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3481 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3452 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3512 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3469 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Belajar Ketegaran dari Seorang Violetta

Redaksi Radarpku

Senin, 12 Oktober 2015 11:01:32 WIB
Cetak
Belajar Ketegaran dari Seorang Violetta
Belajar Ketegaran dari Seorang Violetta

RADARPEKANBARU.COM– Ini adalah perjalanan hidup Violetta, seorang mualaf yang pandai memandang perjalanan hidup sebagai pelajaran berharga. Sebuah perjalanan berhiaskan perjuangan yang memberi pelajaran bagi setiap orang yang juga berusaha menghargai ujian kehidupan.

Berikut adalah hikmah ketegaran yang disampaikan oleh Violetta, dalam rangkaian kata-katanya sendiri, (dengan pengeditan seperlunya), yang dibagikan oleh Youth Group.

Assalamu’alaykum,

Halo semua, saya akan membagi pengalaman saya kepada kalian. Saya menjalani hidup yang sangat sederhana dengan hal-hal sederhana dan indah, dan saya senang membuat orang bahagia. Jadi, saya akan membagi kisah saya kepada kalian.

Pertama-tama, bayangkanlah seorang gadis kecil yatim piatu berusia 10 tahun di Rumania. Ia menangis di sebuah ruangan kecil yang sangat dingin dan gelap. Ia tidur di lantai tanpa selimut yang menutupi tubuhnya.

Setiap malam, di lantai kotor berbau dan penuh sampah, ia memimpikan memiliki sepotong roti karena ia merasa sangat lapar. Air matanya terus berlinang dan baru berhenti sekitar tengah malam ketika tubuhnya merasa begitu lelah. Tubuhnya dipenuhi dengan luka. Hatinya pun bertanya-tanya mengapa orang-orang [di panti asuhan] ini suka memukulinya dengan begitu keras setiap hari.

Melalui jendela, gadis kecil ini sangat senang melihat salju turun. Ia berusaha menikmati musim dingin dari dalam ruangan yang dingin itu, meskipun ia merasa seperti berada di dalam sangkar. Dari jendelanya, gadis kecil ini menyaksikan musim dingin di mana terlihat banyak rumah telah dihiasi lampu-lampu Natal yang bersinar begitu terang.

Ia tidak pernah tahu bagaimana rasa coklat ataupun jeruk. Gadis kecil ini tidak pernah mendapatkan hadiah Natal maupun sebuah boneka kecil, karena dulu ibunya sangat miskin. Ya, tidak pernah! Ia memandang ke luar jendela dan berkhayal bahwa pada suatu hari ia akan berada di bawah Pohon Natal dan membuka hadiah miliknya sendiri. Ia berada di panti asuhan itu karena ibu yang merawatnya meninggal dunia pada usia yang sangat muda. Setelah itu, hidup gadis ini pun berubah selamanya, ia berada di satu dunia yang dingin dan buruk.

Kala itu, tahun 1988, Rumania adalah sebuah negara komunis yang tidak memiliki kebebasan. Gadis kecil ini adalah saya, Violetta. Bagaimanapun, saya sangat senang bertemu dengan saudari-saudari saya di panti asuhan itu. Ya, saudari-saudari saya di panti asuhan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya, sementara para guru di sana sering memukuli kami tanpa alasan.

Bahkan mandi pun menjadi hal yang menakutkan bagi kami setiap hari Sabtu, karena airnya terasa begitu dingin, dan kami tidak pernah boleh menggunakan air hangat. Ya, saya masihlah seorang anak kecil yang muda dan tak berdosa kala itu. Seorang anak yang bekerja keras di kebun sekolah panti asuhan setiap hari. Bekerja dalam keadaan lapar, mulai pukul 5 pagi sampai pukul 5 atau 6 sore, saya hanya makan satu buah apel dan minum sedikit air.

Dulu kaki saya sering berdarah dan terasa sangat sakit terutama di bagian kuku, karena sepatu saya yang kekecilan. Sehingga bekerja di kebun sepanjang haripun menjadi terasa sangat menyakitkan, oh Tuhan, seperti mimpi buruk. Jari-jari dan kaki saya terasa sakit karena saya selalu memakai sepatu yang kecil. Saya tidak pernah diberikan sepatu yang muat dan sesuai ukuran kaki saya. Punggung saya pun terasa begitu sakit karena sebagai seorang anak kecil, saya telah melakukan semua pekerjaan berat.

Di panti asuhan itu, saya merasa seperti seorang budak bersama-sama dengan anak-anak lainnya. Saya sangat menyesal [mengatakan ini], tapi sayangnya, itulah Rumania pada saat itu. Begitu menyedihkan! Beberapa kali saya mengatakan kepada diri saya bahwa saya mungkin akan [segera] mati.

Saya merasakan penderitaan selama berada di sana, hidup sendirian dalam ketakutan, lapar, haus dan air mata setiap malam. Dan saya hanya berusaha untuk memiliki iman yang luar biasa terhadap Tuhan dan Yesus, “Tuhan” kami [saat itu].

Di tengah penderitaan dan lautan air mata serta kesedihan, kemudian saya menemukan cahaya ISLAM. Jadi, bangkitlah! Bahkan bila kalian merasakan depresi maupun merasakan cinta setiap harinya. Dan bersyukurlah kepada Allah, nikmatilah matahari dan cintailah hujan, nikmatilah kekayaan dan cintailah kemiskinan, menjadi kuatlah dan bersyukurlah untuk segala yang kalian miliki. Karena hidup begitu singkat dan jangan sampai terlambat untuk mencintai diri kalian sendiri.

Saya telah menikah dengan seorang pemuda ketika saya masih berusia 18 tahun, tetapi sayangnya kami telah berpisah sekarang. Saya membesarkan dua anak saya dengan kesulitan yang sangat, tapi saya bangga! Mereka adalah cahaya hidup saya. Saya adalah seorang ibu yang bangga dengan seorang anak gadis berusia 14 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang saya sayangi. Pernikahan saya memang penuh dengan air mata, tapi bagi saya ini saatnya menjalani bab dua dalam hidup saya.

Pernikahan saya memang penuh dengan penderitaan dan air mata. Dalam waktu luang saya, saya membersihkan rumah orang lain untuk memperoleh sedikit uang. Namun, saya terus berdoa kepada Allah. Saya senang bertemu dengan orang-orang baru, berbagi pengalaman hidup saya dan membantu orang-orang yang merasakan kelaparan.

Saya, Violetta, adalah seorang mualaf yang baru memeluk Islam. Saya mengucapkan syahadat saya pada 4 bulan yang lalu, dan saya merasa begitu bahagia.

Saya tidak mengeluhkan hidup saya. Saya bangga dan memiliki harapan untuk hari esok, bahkan ketika merasakan sakit, depresi, kecemasan atau hal-hal sedih lainnya, Allah ada, menunggumu, maka bukalah hatimu! Dan dengarlah seruan-Nya terhadap orang-orang yang Dia cintai! Dekatilah Dia, beritahu pada-Nya berapa banyak tangisanmu dan berapa banyak rasa sakit yang kau tanggung. Selalu ada kedamaian, selalu ada cinta. Kalian akan menemukan cinta dan kedamaian itu. Dan yang paling utama ialah, kalian akan diselamatkan.(*)

Sumber : esqiel/arrahmah.com/muslimahzone.com


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:32:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci dan Makna Kaya Menurut Ahli Hikmah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:36:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kaya dan miskin sejatinya adala.

Dakwatuna

Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk Surga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:58:54 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT memerintahkan manusia.

Dakwatuna

Rasulullah SAW Perlakukan Ahli Maksiat dengan Bijak dan Kasih Sayang, Bagaimana dengan Kita?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:56:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Islam bukanlah agama yang menga.

Dakwatuna

Kala Umar Kejar Sendiri Unta Baitul Mal yang Terlepas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:34:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Apa yang dilakukan seorang pemi.

Dakwatuna

Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:24:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Banyak ayat Alquran dan hadis y.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
16 Agustus 2026
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
  • 2 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 3 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 4 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 5 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 6 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 7 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com