PILIHAN +INDEKS
Ini penjelasan Mulyadi usai terima bogem mentah anggota PPP di DPR
RADARPEKANBARU.COm - Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi terkena bogem mentah dari anggotanya yang berasal dari Fraksi PPP, Mustofa Assegaf. Peristiwa itu terjadi di luar sidang komisi, usai Mulyadi keluar dari toilet.
Mulyadi menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya menegur Mustofa agar tak terlalu lama memberikan interupsi saat rapat dengan Kementerian ESDM. Namun Mustofa tak terima dan terlibat adu mulut.
"Saya sempat izin untuk ke toilet, tapi tiba-tiba ketemu dengan Mustofa dan kembali cekcok. Saat itu sebagai pimpinan rapat hanya sekedar mengingat saja kepada Mustofa apa yang dilakukan anggota saat bertanya harus sesuai dengan tatib. Tapi tiba-tiba Mustofa memukul," kata Mulyadi saat dihubungi, Kamis (9/4).
Menurut Mulyadi, Mustofa marah sambil menunjuk-nunjuk ke mukanya. Namun dengan tenang, Mulyadi tetap mengingatkan bahwa pimpinan punya kewenangan mengatur rapat sesuai tatib.
"Saya selalu mengingat agar Mustofa untuk tidak menggunakan hak bicara terlalu lama. Karena Mustofa sudah lebih dari 15 menit. Untuk mempercepat, dan juga sesuai ketentuan tatib hanya 3 menit. Tentunya agar semua anggota dapat giliran bertanya," jelas Politikus Demokrat ini.
Saat di kamar mandi itu, lanjut dia, kembali cekcok mulut. Mulyadi kembali mengingatkan tentang tata tertib yang menyebutkan bahwa anggota dewan hanya boleh interupsi 3 menit.
"Tapi tiba-tiba Mustofa memukul," terang dia.(merdeka)
Mulyadi menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya menegur Mustofa agar tak terlalu lama memberikan interupsi saat rapat dengan Kementerian ESDM. Namun Mustofa tak terima dan terlibat adu mulut.
"Saya sempat izin untuk ke toilet, tapi tiba-tiba ketemu dengan Mustofa dan kembali cekcok. Saat itu sebagai pimpinan rapat hanya sekedar mengingat saja kepada Mustofa apa yang dilakukan anggota saat bertanya harus sesuai dengan tatib. Tapi tiba-tiba Mustofa memukul," kata Mulyadi saat dihubungi, Kamis (9/4).
Menurut Mulyadi, Mustofa marah sambil menunjuk-nunjuk ke mukanya. Namun dengan tenang, Mulyadi tetap mengingatkan bahwa pimpinan punya kewenangan mengatur rapat sesuai tatib.
"Saya selalu mengingat agar Mustofa untuk tidak menggunakan hak bicara terlalu lama. Karena Mustofa sudah lebih dari 15 menit. Untuk mempercepat, dan juga sesuai ketentuan tatib hanya 3 menit. Tentunya agar semua anggota dapat giliran bertanya," jelas Politikus Demokrat ini.
Saat di kamar mandi itu, lanjut dia, kembali cekcok mulut. Mulyadi kembali mengingatkan tentang tata tertib yang menyebutkan bahwa anggota dewan hanya boleh interupsi 3 menit.
"Tapi tiba-tiba Mustofa memukul," terang dia.(merdeka)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital
RADARPEKANBARU.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indone.
Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
Pengusutan skandal korupsi dan dugaan Tindak Pidana Pencucian .
Nanik Mundur, Sudaryono Dikabarkan Dilantik Jadi Kepala BGN Siang Ini
RADARPEKANBARU.COM - Wakil Menteri Pertanian (Wament.
Prabowo ke Perwira TNI-Polri: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
RADARPEKANBARU.COM - Presiden Prabowo Subianto mengi.
Grand Launching Buku "Berlibur Ke Candi Muara Takus" Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar
Radarpekanbaru - Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar Ister.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








