• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1948 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4283 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4288 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4238 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4354 Kali

  • Home
  • Nasional

Putri sulung Anwar Ibrahim: 'Demokrasi Malaysia Mengalami Kemunduran'

Redaksi Radarpku

Sabtu, 04 April 2015 17:55:22 WIB
Cetak
Putri sulung Anwar Ibrahim: 'Demokrasi Malaysia Mengalami Kemunduran'

RADARPEKANBARU.COm - Putri sulung Anwar Ibrahim, Nurul Izzah Anwar, mengeluhkan proses demokrasi di negaranya, Malaysia, yang saat ini menurutnya tengah mengalami proses kemunduran bahkan menuju kebangkrutan.

Hal ini, kata dia, terbukti dengan ditahannya ayahnya, Anwar Ibrahim, pada tanggal 10 Februari 2015 lalu karena tuduhan telah melakukan tindakan sodomi. Izzah mengatakan tuduhan tersebut merupakan fitnah tanpa dasar.

"Sudah keempat kalinya, papa, Anwar Ibrahim, telah dihukum tanpa dasar," ujar Izzah di kantor Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 April 2015.

Selain itu, kata dia, tindakan semena-mena pemerintah yang merupakan penanda kemunduran demokrasi negeri jiran menjadi sering terjadi usai tindakan penahanan ayahnya tersebut.

Pada tanggal 3 April, Izzah mengatakan, seorang kartunis Malaysia bernama Zunar ditangkap dan dikenakan 9 tuduhan penghasutan hanya karena mengirimkan kicauan ke jejaring sosial Twitter yang isinya mengkritik lembaga peradilan.

Izzah pun pada tanggal 17 Maret 2015 sempat ditangkap karena isi pidatonya di parlemen mempertanyakan penangkapan ayahnya. Selain itu Izzah mengatakan, sekretaris jenderal partainya, Partai Keadilan Rakyat, wakil presiden partainya, dan berbagai tokoh politik lainnya yang tergabung dalam koalisi oposisi pemerintah juga ditahan tanpa penyelidikan.

"Saya pikir itu adalah preseden yang sangat berbahaya. Mereka (pemerintah) ingin membungkam orang-orang yang berbeda dengan penguasa. Mereka ingin menciptakan budaya ketakutan," ujar Izzah.

Izzah mengatakan hal itu terjadi karena pemerintah Malaysia saat ini masih menggunakan Sedition Act atau Undang-Undang Penghasutan untuk bisa memperkarakan orang-orang yang dianggap bertentangan dengan pemerintah.

Pasal ke-4 dalam undang-undang yang dibuat di tahun 1948 itu membuat pemerintah bisa mendakwa seseorang dengan hanya berdasarkan asumsi. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, pada tahun 2012 sebenarnya telah memberikan pernyataan resmi untuk segera menghapus sedition act karena menganggapnya sudah terlalu lawas untuk diterapkan di Malaysia.

Sedition act sendiri merupakan hukum peninggalan era kolonial yang pada masanya ditujukan untuk memberantas paham komunisme dan menghindari kritik terhadap pemerintah.

Izzah secara pribadi kemudian meminta rakyat Indonesia untuk mendukung perjuangan demokrasi yang sedang dilakukan bangsanya. Di Malaysia sendiri, saat ini tengah berlangsung gerakan March2Freedom yang merupakan pergerakan untuk membebaskan Anwar Ibrahim atas dasar pengacuhan prinsip-prinsip keadilan dalam proses peradilan terhadap politisi Malaysia itu.

Di dunia internasional, gerakan itu telah didukung oleh Presiden Turki Abdullah Gul, mantan Presiden Amerika Serikat Al Gore, Human Rights Watch, dan International Commision of Jurists. Sedangkan masyarakat Indonesia yang ingin mendukung gerakan ini, bisa mengikuti petisi online di http://www.change.org/bebaskanmereka.

"Kami telah menjadi bagian dari gerakan reformasi selama 17 tahun. Banyak bangsa lain yang telah mengalami lebih lama sebelumnya. Oleh karena itu jika kita tidak bersatu melawan, maka tidak akan ada yang tersisa di Tanah Air kita," ujar Izzah.(viva)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 - 18:57:12 WIB

RADARPWKANBARU.COM - Jajaran Ombudsman RI dip.

Nasional

Musim Hujan Diprediksi Singkat, Pemerintah Harus Putar Otak Cegah Karhutla

Senin, 28 September 2026 - 08:46:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu

Sabtu, 26 September 2026 - 09:55:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Prabowo Subianto menyo.

Nasional

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun

Jumat, 25 September 2026 - 10:06:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah masih memverifikasi dokumen tagihan sebelum menc.

Nasional

KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan

Kamis, 24 September 2026 - 08:54:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

KPK Dalami Aliran Dana Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Ke Nusron Wahid

Rabu, 23 September 2026 - 08:17:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (K.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir
29 September 2026
Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong
29 September 2026
Riau Zero Karhutla, Tim Satgas Udara Tetap Siaga Penuh
28 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Baru RLH, Tiap Kecamatan Dapat Lima Unit
28 September 2026
Kasus TBC di Pekanbaru Capai 3.605, Baru 68,2 Persen dari Target
28 September 2026
Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah
28 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
  • 2 Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
  • 3 Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
  • 4 Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
  • 5 Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir
  • 6 Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong
  • 7 Riau Zero Karhutla, Tim Satgas Udara Tetap Siaga Penuh

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com