• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3816 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3810 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3781 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3868 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3793 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?

Redaksi Radarpku

Rabu, 15 Juli 2026 10:08:00 WIB
Cetak
Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?

RADARPEKANBARU.COM - Manusia terus mencari kebahagiaan. Namun, banyak di antara mereka yang tersesat dari jalan menuju kebahagiaan yang sejati. Mereka berlari mengejar fatamorgana yang tidak memiliki hakikat.

Mereka mengira bahwa kebahagiaan terletak pada harta dan kedudukan, pada pemuasan hawa nafsu dan kemewahan, atau pada popularitas serta kenikmatan dunia yang fana. Padahal semua itu hanyalah kebahagiaan semu yang menipu hati dan melalaikan akal.

Banyak orang yang memiliki harta melimpah dan kekayaan berlimpah, tetapi tidak menunaikan hak-hak yang ada pada hartanya.

Mereka justru menjalani kehidupan yang penuh kesengsaraan dan kegelisahan, bahkan sebelum datangnya kehidupan akhirat.

Karena itu, harta semata tidak cukup untuk menghadirkan kebahagiaan. Kekayaan saja tidak mampu memberikan ketenangan hidup.

Salah satu ilusi terbesar tentang kebahagiaan adalah anggapan bahwa kebahagiaan pasti diperoleh melalui kekayaan dan kesuksesan dalam berdagang.

Padahal, seseorang baru benar-benar dapat merasakan kebahagiaan melalui hartanya apabila harta itu diperoleh dengan cara yang halal dan tidak membuatnya lalai dari mengingat Allah SWT.

Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan hamba yang saleh. Sebaliknya, apabila harta diperoleh dari jalan yang haram, maka ia justru menjadi sumber azab. Rasulullah SAW bahkan berdoa:

"Aku berlindung kepada-Mu dari harta yang menjadi sebab azab bagiku."

Betapa banyak orang yang justru disiksa oleh hartanya sendiri.

Di antara ilusi lainnya adalah anggapan bahwa kebahagiaan dapat diraih melalui ketenaran, baik di dunia olahraga, seni, maupun hiburan.

Padahal ketenaran yang tidak dibangun di atas ketakwaan kepada Allah bukanlah kebahagiaan, melainkan sumber kesengsaraan.

Popularitas sejatinya tidak memiliki nilai yang hakiki apabila tidak diiringi ketakwaan. Bahkan orang yang benar-benar bertakwa tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan hidupnya.

Sebab, ketenaran yang tidak dibangun di atas landasan yang benar akan cepat sirna. Ketika ketenaran itu hilang, pemiliknya sering kali terjerumus dalam kesedihan dan penderitaan.

Banyak orang mengira bahwa para atlet adalah orang-orang yang paling bahagia. Padahal kenyataannya, sebagian besar dari mereka menjalani hidup yang penuh tekanan.

Mereka berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan lain, dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Waktu bersama diri sendiri dan keluarga sangat sedikit.

Belum lagi tekanan mental menjelang setiap pertandingan, kesedihan setiap kali mengalami kekalahan, serta cedera yang selalu mengintai dari berbagai arah. Ditambah lagi rasa takut terhadap penilaian publik ketika performa mereka menurun.

Semua itu membuat mereka hidup dalam tekanan yang berkepanjangan. Setelah pensiun, masyarakat perlahan melupakan mereka, sehingga rasa kehilangan dan kesedihan pun semakin bertambah.

Karena itu, kebahagiaan tidak terletak pada dunia olahraga, meskipun banyak orang mengiranya demikian. Demikian pula kebahagiaan tidak terdapat pada dunia tarik suara, hiburan, maupun seni peran.

Tidak sedikit pelaku dunia hiburan yang justru menjalani kehidupan yang penuh kegagalan, keretakan rumah tangga, terjerumus ke dalam narkoba, kerusakan moral, hilangnya rasa malu, dan pudarnya nilai-nilai kebajikan.

Sebagian orang juga mengira bahwa kebahagiaan terletak pada banyaknya anak dan pengikut yang akan membela, menguatkan, serta meneruskan nama baik seseorang.

Namun kenyataannya, tidak sedikit anak yang justru membangkang kepada orang tuanya, bahkan berubah menjadi musuh terbesar bagi mereka dan menjadi penyebab penderitaan hidupnya.

Lalu, di manakah kebahagiaan sejati jika bukan pada semua kenikmatan dunia itu? Alquran memberikan jawaban yang sangat jelas:

“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (QS Saba': 37).

Alquran juga mengajak manusia merenung melalui firman Allah:

“Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.” (QS Asy-Syu'ara: 205–207).

Itulah hakikat kebahagiaan semu yang sering disangka manusia sebagai kebahagiaan sejati.

Banyak orang yang dari luar tampak bahagia, padahal dalam kenyataannya mereka menelan kepahitan hidup, penderitaan, dan penyesalan setiap hari.

Salah satu contoh paling nyata dari kebahagiaan semu dapat dilihat pada sebagian negara yang sangat kaya, baik dari sisi kekayaan negara maupun pendapatan per kapitanya. Namun ironisnya, negara-negara tersebut justru mencatat angka bunuh diri yang sangat tinggi.

Sebagai contoh, Swedia termasuk salah satu negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi. Namun negara itu juga dikenal memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi.

Sebaliknya, banyak negara Islam yang secara ekonomi tergolong miskin, tetapi justru mencatat angka bunuh diri yang jauh lebih rendah.

Sebagian orang juga mengira bahwa kebahagiaan dapat diperoleh melalui kesombongan, kezaliman, dan sikap sewenang-wenang.

Padahal kezaliman selalu berakhir dengan kebinasaan, dan akibatnya sangat buruk, baik di dunia maupun di akhirat.

Ada pula orang yang menggantungkan kebahagiaannya kepada selain Allah. Misalnya, seseorang yang hatinya begitu terpaut kepada kekasihnya hingga melampaui batas.

Cukuplah kisah Majnun Laila sebagai pelajaran. Demi cintanya, ia hidup terlunta-lunta hingga kehilangan akal sehat dan akhirnya meninggal dalam keadaan tenggelam dalam cintanya.

Betapa banyak orang yang meninggal karena cinta yang berlebihan, menghadap Allah sementara hatinya bergantung kepada selain-Nya. Sungguh itu merupakan kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagian lainnya mengira bahwa kebahagiaan dapat diraih melalui minuman keras dan narkoba. Mereka menggunakannya untuk melarikan diri dari beban hidup, kesedihan, dan berbagai persoalan dunia.

Namun yang mereka dapatkan justru bagaikan orang yang menghindari panas api, tetapi malah terjatuh ke dalam kobaran api yang lebih dahsyat.

Sesungguhnya narkoba hanya mendatangkan kesengsaraan, keputusasaan, kerusakan moral, serta kehancuran individu, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.

Realitas yang kita saksikan pada hari ini sudah lebih dari cukup menjadi bukti akan bahaya tersebut. Maka hendaklah orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan keadaan mereka melalui firman-Nya:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS Thaha: 124).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kehidupan di dunia. Orang seperti itu tidak akan memperoleh ketenangan hati ataupun kelapangan dada.

Meskipun secara lahiriah ia hidup bergelimang kenikmatan, mengenakan pakaian yang indah, menikmati makanan yang lezat, dan tinggal di tempat yang mewah, selama hatinya belum dipenuhi keyakinan dan petunjuk Allah, ia akan terus hidup dalam kegelisahan, kebimbangan, dan keraguan. Itulah makna kehidupan yang sempit.

Ada pula orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan akan datang apabila ia menikah, memiliki anak, atau menjadi kaya. Padahal semua itu justru bisa menjadi ujian yang berat apabila tidak disertai dengan kebaikan.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki

Jumat, 04 September 2026 - 08:59:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ilmu bukan sekadar pengetahuan yang memenuhi pikiran, tetap.

Dakwatuna

Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?

Kamis, 03 September 2026 - 10:02:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Duduk dengan posisi memeluk lut.

Dakwatuna

Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil

Rabu, 02 September 2026 - 09:30:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Angan-angan yang terus dipeliha.

Dakwatuna

Berkontribusi untuk Dakwah

Selasa, 01 September 2026 - 09:57:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Hayatu jihadun, hidup.

Dakwatuna

Agar Hidup Terasa Tenteram

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Ahmad bin Muhammad bin At.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugikan Diri Sendiri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:43:08 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Turun Jadi Rp3.931,55 Per Kg
04 September 2026
Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
04 September 2026
APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
04 September 2026
Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
04 September 2026
Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
04 September 2026
Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa
04 September 2026
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Turun Jadi Rp3.931,55 Per Kg
  • 2 Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
  • 3 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
  • 4 Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
  • 5 Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
  • 6 Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa
  • 7 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com