• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3837 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3833 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3802 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3891 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3810 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Jauh Sebelum Islam Datang, Nusantara Sudah Terhubung dengan Timur Tengah

Redaksi Radarpku

Rabu, 08 Juli 2026 10:28:19 WIB
Cetak
Jauh Sebelum Islam Datang, Nusantara Sudah Terhubung dengan Timur Tengah

RADARPEKANBARU.COM - Hubungan antara Nusantara dan Timur Tengah ternyata telah terjalin jauh sebelum Islam berkembang di kepulauan Indonesia. Melalui jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Arab, Persia, Cina, dan kawasan Asia Tenggara, kapal-kapal para pedagang diduga telah singgah di Nusantara sejak era peradaban Phunisia dan Saba. Jaringan perdagangan inilah yang kemudian menjadi pondasi bagi lahirnya hubungan keagamaan, intelektual, dan budaya pada masa-masa berikutnya.

Buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII-VXIII menyebutkan hubungan antara Nusantara dan Timur Tengah memiliki sejarah yang sangat panjang, bahkan dapat ditelusuri hingga masa kuno (antiquity). Kontak awal antara kedua kawasan ini, terutama dalam bidang perdagangan, telah berlangsung sejak era Phunisia dan Saba.

Peradaban Phunisia adalah peradaban kuno bangsa pelaut dan pedagang yang hidup di wilayah pesisir Levant, kira-kira kawasan Lebanon, Suriah, dan sekitarnya di tepi timur Laut Tengah. Saba adalah peradaban atau kerajaan kuno yang kuat, kaya, dan maju di Arabia Selatan.

Hubungan dagang tersebut, baik pada periode sebelum kedatangan Islam maupun pada masa awal Islam, pada dasarnya berkembang sebagai bagian dari aktivitas perdagangan bangsa Arab dan Persia dengan Dinasti Cina. Dalam perjalanan dagang menuju Cina, kapal-kapal Arab dan Persia diduga juga singgah dan berlayar ke wilayah Nusantara jauh sebelum Islam hadir dan berkembang di berbagai daerah di kepulauan ini.

Prof. Azyumardi Azra dalam buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII-VXIII menjelaskan, sumber-sumber Cina dan Arab merupakan rujukan paling awal yang mencatat hubungan antara Timur Tengah dan Nusantara. Namun, catatan-catatan tersebut bersifat fragmentaris dan memiliki berbagai persoalan dalam hal keandalan. Memang terdapat sejumlah riwayat mengenai Nusantara yang ditulis oleh sejarawan Arab, seperti al-Ya'qubi, Abu Zayd atau al-Mas'udi. Akan tetapi, sebagian besar tulisan mereka bersumber dari kisah para pelayar Arab yang lebih tertarik menceritakan hal-hal yang dianggap luar biasa atau aneh daripada menggambarkan kondisi nyata wilayah-wilayah Nusantara yang mereka singgahi. Akibatnya, banyak informasi dalam riwayat tersebut sulit untuk diverifikasi.

Keadaan tersebut sedikit terbantu oleh catatan para pengembara pada periode berikutnya, yang paling terkenal di antaranya adalah Ibnu Bathuthah. Ia meninggalkan uraian yang dipandang lebih akurat dan autentik, meskipun sejumlah nama tempat di Nusantara yang disebutkannya masih sulit diidentifikasi hingga kini.

Hubungan pertama yang tercatat antara Timur Tengah dan Cina pada umumnya berlangsung dalam bentuk hubungan diplomatik. Sejarah Dinasti Cina yang berjudul Chiu Tang Shu mencatat bahwa pada tahun 31 H/ 651 M, Istana Tang menerima kunjungan dua orang utusan pertama dari negeri Ta Shih yaitu sebutan bangsa Cina untuk Arab. Empat tahun kemudian, istana kembali menerima utusan kedua yang dalam sumber-sumber Cina disebut Tan-mi-mo-ni (Amir al-Mu'minin). Utusan tersebut menyampaikan kepada pihak Cina bahwa mereka telah mendirikan sebuah negara Islam di Timur Tengah sekitar 34 tahun sebelumnya dan telah memiliki tiga orang penguasa. Kedatangan delegasi Muslim ini berlangsung pada masa pemerintahan Khalifah ketiga, Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu (sekitar tahun 23-35 H/ 644-656 M).

Ekspansi Islam ke wilayah Persia dan Anak Benua India pada masa Dinasti Umayah (sekitar tahun 40-132 H/ 660-749 M) memberikan dorongan baru bagi pelayaran bangsa Arab dan Persia hingga mencapai kawasan Timur Jauh. Penaklukan wilayah-wilayah tersebut membuat kaum Muslim Arab serta masyarakat Persia yang baru memeluk Islam menguasai sejumlah pelabuhan strategis di sepanjang jalur perdagangan yang membentang dari Teluk Persia hingga Samudra Hindia. Sejak periode inilah para pelaut Muslim secara teratur menempuh jalur pelayaran dari Arabia Selatan menuju Timur Jauh. Jalur tersebut merupakan rute pelayaran terpanjang yang pernah ditempuh manusia sebelum kebangkitan pelayaran bangsa Eropa pada abad ke-16.

Berbekal kemampuan navigasi yang tinggi serta ketangguhan fisik dan mental, para pelaut Muslim mampu mengarungi rute tersebut dengan intensitas yang sangat tinggi. Menjelang abad ke-7 M, peningkatan pelayaran reguler kaum Muslim ke Timur Jauh tidak hanya tercatat dalam dokumen-dokumen istana Cina, tetapi juga dalam laporan para peziarah Buddha dari Cina. Mereka kerap memanfaatkan kapal-kapal milik pelaut Muslim ketika melakukan perjalanan menuju pusat-pusat keagamaan dan keilmuan Buddha di India.(rep)

 

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki

Jumat, 04 September 2026 - 08:59:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ilmu bukan sekadar pengetahuan yang memenuhi pikiran, tetap.

Dakwatuna

Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?

Kamis, 03 September 2026 - 10:02:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Duduk dengan posisi memeluk lut.

Dakwatuna

Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil

Rabu, 02 September 2026 - 09:30:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Angan-angan yang terus dipeliha.

Dakwatuna

Berkontribusi untuk Dakwah

Selasa, 01 September 2026 - 09:57:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Hayatu jihadun, hidup.

Dakwatuna

Agar Hidup Terasa Tenteram

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Ahmad bin Muhammad bin At.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugikan Diri Sendiri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:43:08 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Turun Jadi Rp3.931,55 Per Kg
04 September 2026
Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
04 September 2026
APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
04 September 2026
Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
04 September 2026
Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
04 September 2026
Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa
04 September 2026
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Turun Jadi Rp3.931,55 Per Kg
  • 2 Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
  • 3 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
  • 4 Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
  • 5 Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
  • 6 Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa
  • 7 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com