• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2354 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2294 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2326 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2291 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2301 Kali

  • Home
  • Riau

Kontraktor Simpan Uang Rp600 Juta Titipan Arief Setiawan, Rp200 Juta untuk Dani Nursalam

Redaksi Radarpku

Kamis, 21 Mei 2026 06:26:29 WIB
Cetak
Kontraktor Simpan Uang Rp600 Juta Titipan Arief Setiawan, Rp200 Juta untuk Dani Nursalam

RADARPEKANBARU.COM - Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dengan terdakwa Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau M Arief Setiawan, dan tenaga ahli gubernur Dani M. Nursalam, kembali mengungkap fakta baru.

Fakta itu terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi Fauzan Kurniawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (20/5/2026). 

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Delta Tamtama dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam persidangan, Fauzan mengaku menerima titipan uang Rp600 juta dari M Arief Setiawan. Selain itu dia juga menyerahkan uang bertahap senilai total Rp200 juta kepada Dani M. Nursalam.

Fauzan yang merupakan Project Manager PT Trifa Abadi dan PT Riau Sepadan mengatakan dirinya mengenal Arief Setiawan sejak 2020 ketika Arief masih menjabat Kepala Bidang Cipta Marga Dinas PUPR-PKPP Riau.

Sementara Dani dikenalnya pada 2024 di salah satu warung kopi yang disebut menjadi posko pemenangan Abdul Wahid saat Pilkada Riau.

Di hadapan majelis hakim, Fauzan menjelaskan peristiwa penitipan uang Rp600 juta bermula pada Juni 2025. Saat itu, Arief Setiawan mengajaknya makan siang di Rumah Makan Putra Kampar.

"Cuma menyampaikan untuk menitipkan uang Rp600 juta. Karena waktu itu beliau akan keluar kota, ke Sumbar (Sumatera Barat),” kata Fauzan menjawab pertanyaan jaksa.

Jaksa kemudian menggali tujuan penitipan uang dengan nominal besar tersebut. Fauzan mengatakan Arief Setiawan menyampaikan alasan hendak pergi ke Sumatera Barat karena kakak iparnya sakit.

"Beliau sampaikan kakak iparnya sakit di Sumbar dan ingin berkunjung di sana,” ujarnya.

JPU mempertanyakan alasan uang tidak disimpan sendiri oleh Arief Setiawan. “Apa tidak disampaikan kenapa tak dititip di rumah?” tanya jaksa.

“Karena Pak Arief bilang rumahnya kondisi kosong karena berangkat ke Sumbar,” jawab Fauzan.

Fauzan mengaku uang tersebut tidak diserahkan langsung oleh Arief, melainkan melalui Sekretaris Dinas PUPR-PPKP Riau, Ferry Yunanda, pada hari yang sama usai makan siang.

Sekitar pukul 15.00 hingga 15.30 WIB, Ferry disebut menelepon Fauzan dan menyampaikan telah bertemu “kadis”. 

“Saya pikir langsung itu uang, karena Pak Arief menyampaikan nanti Ferry yang antar uangnya,” kata Fauzan.

Penyerahan uang dilakukan di luar kantor PT Trifa. Fauzan mengaku menerima uang dalam plastik hitam. “Saya tak cek, tapi disampaikan itu uang Rp600 juta,” ujarnya.

Jaksa kemudian mendalami keberadaan uang tersebut setelah diterima saksi. Fauzan mengaku awalnya menyimpan uang di laci meja kantor.

Selanjutnya uang tersebut dibawanya pulang dan disimpan di mobil pribadi jenis Toyota Innova putih, yang diparkir di garasi rumah Fauzan.

"Kenapa tidak disimpan di dalam rumah," kata jaksa.

“Karena ini bukan uang saya. Istri pun kerja. Jadi takut hilang,” katanya.

Menurut Fauzan, uang itu disimpan sekitar satu bulan sebelum akhirnya dikembalikan kepada Arief Setiawan pada Juli 2025.

Pengembalian dilakukan setelah Fauzan menghubungi Arief Setiawan untuk memastikan yang bersangkutan telah kembali ke Pekanbaru.

Keduanya kemudian bertemu di Kedai Kopi Candu sebelum makan siang di rumah makan ikan bakar di Jalan Sumatera.

Dalam perjalanan pulang, Fauzan mengaku menanyakan kembali soal uang tersebut. “Ini yang kemarin gimana bos, ada?” kata Fauzan menirukan ucapannya kepada Arief.

“Sudah ada,” jawab Arief Setiawan sebagaimana ditirukan saksi.

Fauzan mengatakan setelah itu uang Rp600 juta dikembalikan kepada Arief Setiawan. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan penggunaan uang tersebut.

Selain mengungkap penitipan uang Rp600 juta, juga terungkap penyerahan uang kepada Dani M. Nursalam. Fauzan mengaku menyerahkan uang total Rp200 juta kepada Dani secara bertahap.

“Ada empat kali, jadi total semuanya Rp200 juta,” ujarnya.

Uang diserahkan masing-masing Rp50 juta dalam rentang Juli hingga Oktober 2025.

Penyerahan dilakukan di beberapa lokasi, antara lain kawasan Harapan Raya, Akramunas, hingga sekitar Masjid Universitas Riau Kampus Gobah.

Jaksa mendalami bagaimana komunikasi antara Fauzan dan Dani sebelum penyerahan uang dilakukan. “Pak Arief yang menyarankan nomor saya kepada Pak Dani,” kata Fauzan.

Ia menjelaskan, setiap penyerahan dilakukan setelah Dani menghubunginya terlebih dahulu.

“Pak Dani yang menghubungi duluan,” ujarnya.

Dalam salah satu penyerahan, Fauzan mengaku memberikan uang di area parkir belakang rumah makan di kawasan Harapan Raya.

“Itu uangnya bagaimana bentuk kemasannya?” tanya jaksa.

“Dalam plastik,” jawab Fauzan.

Jaksa lalu mempertanyakan tujuan pemberian uang tersebut. Fauzan mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Uang apa saya tidak tahu, Pak. Saya cuma tahu operasional bulanan,” katanya.

“Operasional bulanan sebagai apa?” tanya jaksa lagi.

“Saya tidak tahu,” jawab Fauzan.

JPU juga menyoroti mengapa uang diberikan secara bertahap Rp50 juta setiap bulan.

“Kenapa harus per bulan seperti itu?” tanya jaksa.

“Itu dari Pak Arief seperti itu,” jawab Fauzan.

Dalam persidangan terungkap bahwa saat itu Dani disebut sebagai bagian dari tim pemenangan Abdul Wahid dan berasal dari PKB.

“Saya pastikan Dani mana?” kata Fauzan.

“Pak Arief bilang Dani PKB,” jawab Fauzan.

Jaksa kemudian menyinggung apakah Dani saat itu masih berstatus anggota DPRD ketika menerima uang tersebut. “Tidak tahu,” kata Fauzan.

Selain itu juga terungkap dokumen administrasi dalam seluruh penyerahan uang tersebut. “Apakah ada tanda terimanya?” tanya jaksa.

“Tidak ada,” jawab Fauzan.

“Apakah ada dokumen yang ditandatangani Pak Dani?” lanjut jaksa.

“Tidak ada,” kata Fauzan.

Jaksa kembali menegaskan apakah Arief Setiawan pernah meminta dibuatkan bukti penyerahan uang.

“Apakah ada pesan dari Pak Arief suruh buatkan tanda terima?” tanya jaksa.

“Tidak ada,” jawab Fauzan.

Fauzan juga mengaku dirinya tidak pernah meminta Dani menandatangani dokumen apa pun saat menerima uang.

Padahal, menurut jaksa, jika uang itu benar bersifat resmi sebagai biaya operasional, seharusnya terdapat administrasi dan bukti penerimaan.

Namun Fauzan tetap menyatakan dirinya tidak mengetahui status resmi atau tidak resmi uang tersebut.

“Saya tidak tahu,” ujarnya.

JPU juga mendalami sumber uang yang diberikan kepada Dani. Fauzan mengaku seluruh uang Rp200 juta berasal dari Arief Setiawan.

“Yang total Rp200 juta itu dari Pak Arief, benar?” tanya jaksa.

“Benar, Pak,” jawab Fauzan.

Namun saat ditanya asal-usul uang tersebut, Fauzan mengaku tidak mengetahui. “Sumbernya dari mana saya tidak tahu,” ujarnya.

Jaksa turut menyoroti kedekatan Fauzan dengan Arief karena saksi beberapa kali memanggil Arief dengan sebutan “bos”.

Namun Fauzan membantah Arief Setiawan merupakan atasannya.

“Itu bahasa pergaulan saya,” katanya.

Ia menegaskan atasan utamanya adalah pemilik PT Trifa Abadi, Rustam Effendi.

Fauzan juga mengakui perusahaan tempatnya bekerja memperoleh banyak proyek di Dinas PUPR-PKP Riau sepanjang 2024 hingga 2025 melalui proses lelang.

“Sepanjang 2024-2025 banyak dapat pekerjaan di Dinas PUPR. Dapat melalui lelang,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut masih ada pekerjaan yang mengalami tunda bayar pada September 2025.

Dalam perkara ini, Abdul Wahid bersama Muhammad Arief Setiawan dan Dani Nursalam didakwa melakukan pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR Riau dengan nilai mencapai Rp3,55 miliar. 

Dana tersebut diduga digunakan untuk berbagai kepentingan nonkedinasan, termasuk kebutuhan pribadi dan kegiatan tertentu.

JPU KPK menjerat para terdakwa dengan Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (ckc)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Sebanyak 3.091 Jemaah Haji Riau Telah Kembali ke Tanah Air

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:41:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Proses pemulangan jemaah haji I.

Riau

Enam Tahanan Kabur dari Mobil Kejari Pekanbaru, Empat Berhasil Ditangkap

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:12:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Enam tahanan kabur dari mobil K.

Riau

Dugaan Pemerasan Rp200 Juta di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kanwil Ditjenpas Riau Turunkan Tim

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:09:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Beredar berita dugaan pemerasaa.

Riau

Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:54:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Proses aktivasi akun Sistem Pen.

Riau

Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:51:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.

Riau

Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:47:23 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Wakil Walikota Pekanbaru, Marka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Sebanyak 3.091 Jemaah Haji Riau Telah Kembali ke Tanah Air
12 Juni 2026
Enam Tahanan Kabur dari Mobil Kejari Pekanbaru, Empat Berhasil Ditangkap
12 Juni 2026
Dugaan Pemerasan Rp200 Juta di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kanwil Ditjenpas Riau Turunkan Tim
12 Juni 2026
Tiga Perang Besar yang Membentuk Peradaban Islam Setelah Rasulullah Wafat
12 Juni 2026
Netanyahu Sebut Erdogan Diktator Anti-Semit yang Tak Berhak Menggurui Israel
12 Juni 2026
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Bukti Lemahnya Keberpihakan Pemerintah
12 Juni 2026
Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
11 Juni 2026
Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
11 Juni 2026
Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
11 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Sebanyak 3.091 Jemaah Haji Riau Telah Kembali ke Tanah Air
  • 2 Enam Tahanan Kabur dari Mobil Kejari Pekanbaru, Empat Berhasil Ditangkap
  • 3 Dugaan Pemerasan Rp200 Juta di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kanwil Ditjenpas Riau Turunkan Tim
  • 4 Tiga Perang Besar yang Membentuk Peradaban Islam Setelah Rasulullah Wafat
  • 5 Netanyahu Sebut Erdogan Diktator Anti-Semit yang Tak Berhak Menggurui Israel
  • 6 Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Bukti Lemahnya Keberpihakan Pemerintah
  • 7 Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com