SPDP Diterima Kejari, Kasus Pembunuhan Lansia Di Rumbai Segera Masuk Babak Baru
RADARPEKANBARU.COM - Negeri (Kejari) Pekanbaru kini resmi menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas perkara tersebut, menandai dimulainya tahapan hukum berikutnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejari Pekanbaru, Otong Hendra Rahayu, melalui Kepala Seksi Intelijen, Mey Ziko, mengungkapkan bahwa SPDP diterima pada 5 Mei 2026. Dalam dokumen tersebut, tercantum empat tersangka masing-masing berinisial AF, SL, EW, dan LB.
"Kejari Pekanbaru telah menerima SPDP kasus pembunuhan di Rumbai tertanggal 5 Mei 2026,” ujar Mey Ziko, Rabu, 6 Mei 2026.
Mey Ziko menjelaskan, perkara ini kemungkinan akan dipisahkan menjadi dua berkas, masing-masing memuat dua tersangka. Langkah itu disesuaikan dengan konstruksi perkara dalam SPDP yang telah diterima pihaknya.
"Dalam waktu dekat akan ditunjuk jaksa peneliti untuk mempelajari berkas perkara tersebut," tambahnya.
Kasus ini sendiri sebelumnya menggemparkan warga Pekanbaru. Korban, Dumaris Denny Wati br Sitio (60), ditemukan tewas di kediamannya di Jalan Kurnia II, Kelurahan Limbungan Barat, Rumbai, Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Ia diduga tewas setelah mengalami kekerasan menggunakan balok kayu.
Dalam skenario yang telah disusun, SL berperan sebagai eksekutor yang melakukan penyerangan langsung terhadap korban. Sementara dua tersangka lainnya turut membantu dalam aksi perampokan.
Keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda dalam waktu berdekatan. AF dan SL diringkus di Aceh Tengah pada 30 April 2026, sedangkan EW dan LB ditangkap di Binjai, Sumatera Utara, sehari setelahnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengungkapkan motif di balik kejahatan ini. Ia menyebut adanya kombinasi antara dendam pribadi dan tekanan ekonomi.
"Tersangka mengaku menyimpan sakit hati akibat tekanan verbal selama tinggal bersama korban. Selain itu, ada dorongan untuk menguasai harta benda milik korban," ungkapnya.
Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa aksi ini telah dirancang matang. Para pelaku sempat melakukan survei lokasi hingga menyusun skenario, bahkan menginap di sebuah hotel di Jalan Riau sebelum melancarkan aksinya.
Mereka menjalankan modus dengan menyamar sebagai tamu dan pengemudi ojek online. Saat korban lengah, serangan dilancarkan hingga merenggut nyawa korban.
Setelah itu, pelaku menggasak berbagai barang berharga, mulai dari perhiasan, uang tunai, hingga perangkat elektronik.
Tak hanya itu, pelaku juga berusaha menghilangkan jejak dengan merusak kamera CCTV. Namun, sebagian rekaman berhasil diamankan dan menjadi kunci penting dalam pengungkapan kasus.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama lintas wilayah serta dukungan masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian," kata Hasyim.
Dalam proses penangkapan, dua tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur.
Kini, keempat tersangka mendekam di Mapolresta Pekanbaru dan dijerat pasal berlapis dalam KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara maksimal 20 tahun.(roc)
Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
RADARPEKANBARU.COM - Proses aktivasi akun Sistem Pen.
Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.
Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
RADARPEKANBARU.COM - Wakil Walikota Pekanbaru, Marka.
Polda Riau Sita 6,94 Kilogram Sabu dan 969 Cartridge Etomidate
RADARPEKANBARU.COM - Direktorat Reserse Narkoba Pold.
Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
RADARPEKANBARU.COM - Jhonny Andrean, terdakwa tindak.
Harga Pertamax Riau Menjadi yang Termahal di Indonesia
RADARPEKANBARU.COM - Masyarakat Riau kini harus mero.








