• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3814 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3808 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3779 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3866 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3790 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Santri dan Layar yang Menyala

Redaksi Radarpku

Jumat, 06 Maret 2026 10:01:49 WIB
Cetak
Santri dan Layar yang Menyala

RADARPEKANBARU.COM - Bocah itu asyik menatap layar. Tangannya bergerak lincah. Di depannya, sebuah robot kecil bergerak mengikuti perintah yang ia rancang sendiri.

Ia santri. Ia tinggal di pesantren. Tapi matanya berbinar menatap masa depan.

Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, sesuatu yang dulu tampak mustahil kini menjadi keseharian. Para santri, yang lazim kita bayangkan sedang menunduk di atas kitab kuning, kini juga menunduk di atas papan sirkuit dan layar kode. Mereka merancang robot. Mereka mempelajari akal imitasi.

Ada robot yang mengalirkan air wudhu secara otomatis. Ada yang melangkah dengan dua kaki. Ada yang siap bertarung di arena sumo, atau mengejar bola dalam kompetisi.

ebuah perpaduan yang, pada mulanya, mungkin terasa janggal. Tapi sejatinya, tidak ada yang janggal di sini.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir meninjau. Ia melihat langsung. Dan ia berkata dengan sederhana: santri yang akhlaknya baik, ngajinya baik, akan lebih baik lagi bila menguasai teknologi.

Kalimat itu ringkas. Tapi jejaknya dalam.

Sebab yang dimaksud bukan sekadar keterampilan teknis. Bukan tentang mencetak programmer dari balik bilik pesantren. Melainkan tentang sesuatu yang lebih mendasar: melatih cara berpikir. Merawat kejernihan nalar di tengah dunia yang makin riuh dan kompleks.

Coding, kata Gibran, melatih anak muda berpikir kritis dan komputasional. Dan itu bukan milik kampus teknik semata. Itu milik siapa saja yang mau berpikir dengan sungguh-sungguh.

Ustadz Najib Muhammad Yusuf, pengasuh pesantren, menyuarakannya dengan cara yang lebih kontemplatif. Teknologi, katanya, bisa diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman tanpa menghilangkan ruh pendidikan pesantren.

Kuncinya: jadikan teknologi sebagai alat. Bukan tuan. Bukan tujuan.

Alat untuk memperkuat ilmu. Untuk memperdalam akhlak. Untuk memperluas jangkauan dakwah.

Para santriwati pun sudah membuktikannya, membuat video muhadatsah bahasa Arab dalam animasi tiga dimensi. Ilmu agama bertemu kreativitas digital. Hasilnya bukan perusakan nilai, melainkan perluasan cara nilai itu disampaikan ke dunia.

Di sudut lain Jakarta, pada hari yang hampir bersamaan, sebuah pertemuan berbeda berlangsung dengan kekhidmatan tersendiri.

Badan Narkotika Nasional duduk semeja dengan Dewan Pimpinan Pusat Santri Pasundan. Tidak ada seremoni berlebihan. Hanya keprihatinan yang dibagi bersama, dan tekad yang dipertemukan.

Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menyampaikan sesuatu yang menyentuh nurani: generasi muda adalah kelompok paling rentan menjadi sasaran jaringan pengedar narkotika. Ancaman itu nyata. Ia merangsek masuk ke pedesaan, ke lingkungan pendidikan, ke tempat-tempat yang selama ini kita kira aman.

Maka pesantren, dengan tradisi pembinaan moral yang mengakar, dipandang sebagai benteng. Bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan komunitas yang memiliki daya tangkal spiritual dan sosial yang kuat.

Dua peristiwa. Dua lokasi berbeda. Satu benang merah.

Generasi muda sedang dipertaruhkan. Dan pesantren, dengan segala kesederhanaannya, diminta berdiri di garis terdepan. Bukan hanya untuk mendidik. Tapi untuk melindungi. Bukan hanya untuk mewariskan hikmah masa lalu, tapi untuk membekali generasi menghadapi masa depan yang belum pernah ada sebelumnya.

Sang ustadz bilang: teknologi adalah alat untuk dakwah.

Sang jenderal bilang: moral adalah tameng dari kehancuran.

Sang wakil presiden bilang: santri tidak boleh ketinggalan zaman.

Ketiganya, tanpa saling bertatap muka, sedang berbicara tentang hal yang sama, tentang manusia muda yang harus tumbuh utuh. Cerdas sekaligus berakhlak. Melek teknologi sekaligus kuat nurani.

Robot kecil itu masih bergerak di lantai pesantren.

Di sekelilingnya, anak-anak muda bersarung dan berkopiah menatapnya dengan serius.

Mereka tidak sedang meninggalkan pesantren. Mereka sedang membawa pesantren, ke masa depan.

Pertanyaannya bukan lagi: bolehkah santri menguasai teknologi? Pertanyaannya kini: sudahkah kita memberi mereka cukup ruang untuk melakukannya?(rep)

 

 

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?

Kamis, 03 September 2026 - 10:02:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Duduk dengan posisi memeluk lut.

Dakwatuna

Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil

Rabu, 02 September 2026 - 09:30:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Angan-angan yang terus dipeliha.

Dakwatuna

Berkontribusi untuk Dakwah

Selasa, 01 September 2026 - 09:57:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Hayatu jihadun, hidup.

Dakwatuna

Agar Hidup Terasa Tenteram

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Ahmad bin Muhammad bin At.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugikan Diri Sendiri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:43:08 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

Dakwatuna

Anjuran Memakai Tutup Kepala saat Sholat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:32:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsy.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com