• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3440 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3424 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3395 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3451 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3413 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Berpuasa dengan Kesadaran Ekologis

Redaksi Radarpku

Kamis, 19 Februari 2026 08:18:03 WIB
Cetak
Berpuasa dengan Kesadaran Ekologis

RADARPEKANBARU.COM - Ada  ironi yang jarang kita sadari setiap Ramadan. Siang hari kita berlatih menahan diri, tetapi setelah magrib justru berpotensi “melepaskan” diri dalam bentuk lain.  Konsumsi berlebihan dan produksi sampah yang tak terkendali. Padahal, esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan menahan segala bentuk sikap berlebih-lebihan. Termasuk berlebihan dalam menghasilkan sampah.

Ironi ini seperti menemukan momentum untuk dikritisi saat Ramadan tahun ini. Karena, puasa Ramadan dimulai tidak jauh dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang biasa diperingati setiap 21 Februari.
 

Puasa adalah latihan spiritual untuk mengendalikan nafsu. Nafsu makan, nafsu marah, nafsu pamer, dan juga nafsu konsumsi. Ketika azan magrib berkumandang, yang seharusnya hadir adalah rasa syukur dan kesederhanaan. Namun yang sering terjadi justru sebaliknya: meja penuh, kemasan menumpuk, plastik berserakan. Takjil datang dalam kantong kresek, nasi dalam dus sekali pakai, minuman dalam gelas plastik. Selesai makan, sisa makanan dan kemasan menjadi residu yang memperpanjang jejak ekologis kita jauh setelah Ramadan usai.
 
Dalam perspektif pengelolaan sampah modern, sesuai UU No 18 tahun 2008, prinsip pertama dan utama adalah pengurangan (reduce). Menekan agar tidak lahir sampah. Bukan mendaur ulang. Bukan membuang dengan benar. Tapi mengurangi sejak awal. Prinsip ini sangat sejalan dengan ajaran Islam yang melarang sikap berlebih-lebihan.  Al-Qur’an secara tegas mengingatkan agar manusia tidak melampaui batas dalam konsumsi.

Nilai ini juga ditegaskan dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan. Dalam fatwa tersebut ditegaskan bahwa setiap muslim wajib menjaga kebersihan dan dilarang melakukan perbuatan mubazir serta berlebih-lebihan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Bahkan, pengelolaan sampah yang baik diposisikan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
 
Fatwa ini bukan sekadar teks normatif. Ia adalah panggilan etis. Mubazir tidak hanya berarti membuang makanan, tetapi juga membuang sumber daya secara sia-sia. Setiap kemasan sekali pakai yang kita gunakan untuk berbuka adalah hasil ekstraksi energi, air, dan bahan baku alam. Ketika ia langsung menjadi sampah dalam hitungan menit, di situlah mubazir terjadi dalam konteks modern.
 
Berbuka puasa dan merayakan Idulfitri semestinya menjadi momentum untuk menunjukkan kesejatian seorang muslim. Bukan sekadar yang khusyuk beribadah, tetapi yang memahami makna pengendalian diri secara utuh. Kesalehan ritual tanpa kesalehan ekologis akan terasa timpang. Kita tidak bisa mengaku sedang membersihkan jiwa, sementara pada saat yang sama mengotori bumi.
 
Aktivis Lingkungan Nadine Chandrawinata seperti dikutip dalam Young on Top menegaskan “Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil.” Nadine percaya bahwa tak perlu menunggu jadi aktivis besar untuk memulai perubahan. Langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah atau mengurangi konsumsi bisa berdampak besar jika dilakukan secara konsisten.
 
Ya, perubahan besar lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten. Dalam konteks Ramadan, kebiasaan kecil itu bisa berupa keputusan sederhana: menyajikan takjil di piring, bukan di dus; menggunakan gelas pakai ulang, bukan plastik sekali pakai; mengambil makanan secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya.
 
Sementara itu, aktivis lingkungan Amerika, Paul Hawken, mengingatkan bahwa krisis lingkungan bukan semata persoalan teknologi, tetapi persoalan cara pandang manusia terhadap bumi. Jika bumi hanya dilihat sebagai penyedia sumber daya tanpa batas, maka konsumsi akan terus melampaui kendali. Puasa justru hadir untuk meluruskan cara pandang itu: bahwa manusia harus tahu batas.
 
Dalam konteks sosial, budaya berbuka dengan kemasan sekali pakai juga perlahan mengikis nilai kebersamaan. Ketika semua serba instan, hubungan antarindividu menjadi minim interaksi. Orang datang, mengambil dus, makan, lalu pulang. Tidak ada kerja bersama. Tidak ada gotong royong. Padahal, Islam menekankan pentingnya kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
 
Berbeda halnya jika takjil disajikan dengan peralatan makan yang bisa dicuci ulang. Setelah berbuka, jamaah bersama-sama membersihkan piring dan gelas. Ada percakapan, ada canda, ada rasa memiliki terhadap ruang ibadah. Di situ, puasa tidak hanya melatih kesabaran pribadi, tetapi juga membangun solidaritas sosial. Mengurangi sampah sekaligus menguatkan ukhuwah.
 
Kita sering berbicara tentang pahala memberi makan orang berbuka. Namun jarang membicarakan dampak ekologis dari cara kita memberi makan. Padahal, jika cara itu menghasilkan timbulan sampah yang besar dan memperberat beban lingkungan, maka semangat kebaikannya perlu ditinjau ulang. Memberi makan dengan cara yang ramah lingkungan justru memperluas makna sedekah: bukan hanya mengenyangkan manusia, tetapi juga tidak menyakiti bumi.
 
Lebaran pun demikian. Tradisi berbagi hidangan dan bingkisan sering identik dengan kemasan mewah dan berlapis. Padahal esensi Idulfitri adalah kembali pada fitrah. Kesederhanaan dan kejernihan hati. Mengurangi kemasan berlebih dalam bingkisan, memilih wadah yang bisa dipakai ulang, atau membawa rantang saat bersilaturahmi adalah langkah kecil yang sarat makna.
 
Puasa adalah sekolah pengendalian diri. Jika setelah sebulan berlatih kita masih kesulitan menahan diri untuk tidak berlebihan dalam konsumsi dan produksi sampah, mungkin ada yang belum tuntas dalam pemahaman kita. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari sikap eksploitatif terhadap alam.
 
Maka, berbuka dan berlebaranlah dengan kesadaran ekologis. Jadikan pengurangan sampah sebagai bagian dari ibadah. Karena sejatinya, iman dan kesalehan tidak hanya tercermin dari seberapa lama kita menahan lapar, tetapi juga dari seberapa jauh kita menjaga bumi sebagai amanah Ilahi. (rml)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk Surga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:58:54 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT memerintahkan manusia.

Dakwatuna

Rasulullah SAW Perlakukan Ahli Maksiat dengan Bijak dan Kasih Sayang, Bagaimana dengan Kita?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:56:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Islam bukanlah agama yang menga.

Dakwatuna

Kala Umar Kejar Sendiri Unta Baitul Mal yang Terlepas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:34:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Apa yang dilakukan seorang pemi.

Dakwatuna

Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:24:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Banyak ayat Alquran dan hadis y.

Dakwatuna

Agar Rumah Menjadi Sumber Kebahagiaan

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 09:52:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Setiap orang pasti mendambakan .

Dakwatuna

Semangat Kemandirian yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Jumat, 07 Agustus 2026 - 09:06:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pada suatu hari, Nabi Muhammad .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Komitmen Plt Gubri Tingkatkan Infrastruktur, Tahun Ini Ruas Jalan Mahato-Manggala 8,9 Km Dirigid
13 Agustus 2026
DPRD Riau Minta Pengurusan Izin Pertambangan Rakyat Disosialisasikan Di Kuansing
13 Agustus 2026
Soal Tuntutan Beasiswa, Plt Biro Kesra Riau Sebut Sedang Berproses
13 Agustus 2026
Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk Surga
13 Agustus 2026
Arab Saudi Kecam Pengakuan Kolombia terhadap Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
13 Agustus 2026
MK Putuskan Penghinaan Presiden Hanya Bisa Dilaporkan Korban Langsung
13 Agustus 2026
Dinas P3AP2KB Catat 2.665 Kasus Kekerasan Anak di Riau Selama 2023–2025
12 Agustus 2026
Ratusan Gram Emas Dari Toko Emas Syafira Disita, Diduga Terkait PETI Kuansing
12 Agustus 2026
Program Magang Nasional 2026 Dimulai, Cek 6 Hak Wajib Peserta
12 Agustus 2026
Sikap Banding Abdul Wahid Menggantung, PN Pekanbaru: Harusnya Mereka Tegas!
12 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Komitmen Plt Gubri Tingkatkan Infrastruktur, Tahun Ini Ruas Jalan Mahato-Manggala 8,9 Km Dirigid
  • 2 DPRD Riau Minta Pengurusan Izin Pertambangan Rakyat Disosialisasikan Di Kuansing
  • 3 Soal Tuntutan Beasiswa, Plt Biro Kesra Riau Sebut Sedang Berproses
  • 4 Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk Surga
  • 5 Arab Saudi Kecam Pengakuan Kolombia terhadap Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
  • 6 MK Putuskan Penghinaan Presiden Hanya Bisa Dilaporkan Korban Langsung
  • 7 Dinas P3AP2KB Catat 2.665 Kasus Kekerasan Anak di Riau Selama 2023–2025

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com