• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3811 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3805 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3776 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3863 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3787 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Kumandang Adzan Tuntun Maria Leoni Memeluk Islam

Redaksi Radarpku

Rabu, 07 Januari 2026 08:43:45 WIB
Cetak
Kumandang Adzan Tuntun Maria Leoni Memeluk Islam

RADARPEKANBARU.COM - Suara itu datang menjelang senja. Bukan dari masjid di dekat rumah, melainkan dari layar televisi yang saban sore menyala di sudut ruang. Namun justru dari sanalah, panggilan itu mengetuk hati Maria Leoni, pelan, berulang, dan tak pernah benar-benar pergi.

Maghrib di Pemalang, sekitar dua dekade silam, selalu terasa berbeda bagi Maria Leoni. Saat itu ia masih seorang siswi SMA berusia 17 tahun, lahir dari keluarga Tionghoa tulen dengan latar keyakinan Konghucu. Ayahnya bermarga Tan, ibunya Li. Islam sama sekali bukan agama yang tumbuh bersamanya sejak kecil.

Namun setiap kali adzan Maghrib berkumandang di televisi, ada getar yang tak bisa ia jelaskan. “Kalau dengar adzan itu, saya tuh senang. Hati rasanya tenang. Padahal cuma dari TV,” kenang Leoni, kini berusia 37 tahun, saat bercerita kepada Republika, Selasa (6/1/2026).

Ia tak langsung mengerti maknanya. Tapi suara adzan itu terus memanggil, seolah menjadi jembatan sunyi antara dirinya dan sesuatu yang lebih besar dari sekadar rasa ingin tahu.

Menjadi Muslim dalam Diam 

Maria Leoni lahir di Pemalang, namun darah Pekalongan mengalir dari ayahnya. Sejak kecil ia hidup dalam lingkungan keluarga besar Tionghoa. Kedua orang tuanya telah wafat. Dalam usia belia, ia ikut tinggal bersama tantenya dari jalur keluarga ibu.

Ketertarikannya pada Islam bermula secara sederhana. Rasa penasarannya tumbuh dari telinga, bukan dari buku atau dakwah langsung. Ia mulai bertanya pada teman-temannya yang Muslim. Tentang sholat, tentang Islam, tentang Tuhan.

“Dibantu teman-teman, akhirnya saya masuk Islam. Waktu itu ya sama teman saja,” tuturnya.

Tak ada perayaan. Tak ada keluarga yang menyaksikan. Syahadat itu lahir dalam kesederhanaan, dan juga kesendirian. Ia pun mulai sholat, belajar sebisanya. Bahkan ketika mengikuti bimbingan belajar (bimbel) sepulang sekolah, ia kerap menumpang sholat di sana. Dari situlah takdirnya kembali bergerak. 

Pemilik bimbel, seorang perempuan yang akrab disapa Bu Haji Sri, memperhatikannya. Meski Maria belum mengenakan hijab dan wajah Tionghoanya sangat kentara, ia tetap dipersilakan sholat. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir—bukan menghakimi, melainkan merangkul.

“Dari situ saya disuruh ngaji di rumah Bu Haji Sri. Dipanggilkan ustadz,” kisah Leoni.

Di rumah sederhana itulah, Maria Leoni mengucapkan syahadat untuk kedua kalinya, kali ini disaksikan seorang ustadz. Sebuah peneguhan iman. Ia juga menerima hadiah yang tak pernah ia lupakan, yakni baju panjang dan jilbab pertama dalam hidupnya. “Itu dari anaknya Bu Haji Sri,” katanya lirih.

Jilbab yang Disembunyikan di Tas

 Namun perjalanan iman itu tak selalu mudah. Di rumah, keputusannya menjadi Muslim tak sepenuhnya diterima. Ia belajar mengaji pada malam hari, usai Isya. Hijab yang ia kenakan saat mengaji kerap disembunyikan ke dalam tas sebelum pulang. “Pakai jilbab, lepas. Pakai lagi, lepas lagi,” ujarnya.

Sampai akhirnya ia memilih untuk tetap mengenakannya. Keputusan itu pun memantik konflik. Tantenya marah. Bukan karena Maria masuk Islam, melainkan karena ia terlihat sebagai Muslim.

“Cici bilang, masuk Islam boleh, tapi jangan pakai jilbab. Malu,” kenang Leoni. 

Kini, Maria Leoni hidup sebagai ibu dari tiga anak. Ia membantu usaha suaminya di Toko Tenun Kainratu, sebuah usaha keluarga yang mereka bangun bersama. Namun kisah hijrahnya tak berhenti pada dirinya sendiri.

Dari Mualaf Menjadi Penggerak

Tahun 2022, Maria Leoni mendirikan Mualaf Center Indonesia (MCI) Jepara. Alasannya sederhana, belum ada wadah pendampingan mualaf di daerah itu. Ia paham betul getirnya menjadi mualaf tanpa pegangan. Ia tahu betapa sepinya jalan itu jika dilalui sendirian. “Saya mikir, kalau dibentuk di Jepara, bisa bantu mualaf,” ujarnya.

Jepara, kata Leoni, memiliki fenomena mualaf yang unik. Banyak warga yang lahir Muslim, berpindah ke Kristen karena faktor ekonomi atau bantuan, lalu kembali ke Islam. Berbeda dengan dirinya yang benar-benar lahir dari keluarga non-Muslim. 

Ia menginisiasi pertemuan, mengumpulkan pengurus, bahkan menggelar agenda perdana di Masjid Agung Jepara. Modalnya bukan dana besar, melainkan relasi dan keikhlasan.

Meski dalam perjalanan organisasi ia sempat merasa kurang dihargai dan akhirnya memilih mundur dari kepengurusan aktif, langkahnya tak surut. Kini ia tetap aktif mendampingi mualaf secara personal dan menjabat sebagai Bendahara Perkumpulan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah.

Dua puluh tahun telah berlalu sejak suara adzan Maghrib itu pertama kali mengetuk hatinya dari layar televisi. Maria Leoni kini bukan lagi remaja yang sembunyi-sembunyi memasukkan jilbab ke tas.

Ia adalah ibu, mualaf, dan penggerak. Namun baginya, semuanya bermula dari satu hal yang sederhana, yakni sebuah panggilan yang jujur dari hati.

“Adzan itu yang bikin saya tertarik Islam,” katanya. Dan dari panggilan itu, hidupnya berubah selamanya.

Namun rutinitas mengaji, pemahaman yang makin dalam, dan ketenangan yang ia rasakan membuatnya mantap. Jilbab itu tak lagi ia lepas.

Konsekuensinya berat. Saat itu ia pun diusir dari rumah. Leoni kemudian tinggal di sebuah panti asuhan yang kala itu cukup dikenal, diasuh almarhumah Bu Hajah Fathatun. Banyak donatur besar membantu panti tersebut, termasuk dari Masjid Kubah Emas dan kalangan artis.

Di sanalah ia bertahan, belajar, dan menguatkan iman, hingga akhirnya menikah. Ia membangun mahligai rumah tangga dengan pria asal Jepara. Sejak itu, Jepara menjadi rumah barunya.(rep)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?

Kamis, 03 September 2026 - 10:02:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Duduk dengan posisi memeluk lut.

Dakwatuna

Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil

Rabu, 02 September 2026 - 09:30:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Angan-angan yang terus dipeliha.

Dakwatuna

Berkontribusi untuk Dakwah

Selasa, 01 September 2026 - 09:57:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Hayatu jihadun, hidup.

Dakwatuna

Agar Hidup Terasa Tenteram

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Ahmad bin Muhammad bin At.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugikan Diri Sendiri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:43:08 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

Dakwatuna

Anjuran Memakai Tutup Kepala saat Sholat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:32:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsy.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com