• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2620 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4967 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4999 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4937 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5086 Kali

  • Home
  • Nasional

Akhir Tragis Prada Lucky: Disiksa, Kabur, Tewas Di Tangan Senior

Redaksi Radarpku

Selasa, 12 Agustus 2025 08:25:28 WIB
Cetak
Akhir Tragis Prada Lucky: Disiksa, Kabur, Tewas Di Tangan Senior

RADARPEKANBARU.COM - Sepriana Paulina Mirpey, ibunda Prada Lucky, tak kuasa membendung air mata saat menceritakan detik-detik tragis yang menimpa sang putra tercinta.

Hari itu, Sepriana berkali-kali mencoba menghubungi putranya melalui telepon genggam. Kekhawatiran Sepriana kian memuncak ketika panggilannya tak pernah ada jawaban.

Sepriana lantas mengubungi Dasintel (Komando Daerah Intelijen) Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, demi mengetahui kondisi Prada Lucky.

Harapnya, dia bisa berkomunikasi dengan anaknya. Namun akhirnya, Sepriana tak bisa mendengar suara anaknya. Dasintel hanya mengabarkan bahwa Prada Lucky baik-baik saja.

"Dasintel membohongi saya. Dia bilang lucky sehat. Saat saya minta bicara dengan Lucky, dia selalu alasan kalau Lucky sedang istrahat. Padahal saat itu, Lucky sudah sekarat," cerita Sepriana, akhir pekan lalu,, Senin, 11 Agustus 2025.

Tapi, betapa terkejutnya Sepriana, saat mendapat sambungan video dari telepon genggam milik ibu angkat Prada Lucky. Dari panggilan video itu, Sepriana melihat sekujur tubuh sang anak penuh dengan luka.

Ibu angkat Prada Lucky sudah mengobati luka itu, namun rasa sakitnya tak bisa hilang. Dari pembicaraan itu Sepriana mengetahui, anaknya kabur dari barak lantaran disika seniornya.

"Lucky pinjam handphone mama angkatnya untuk video call. Saya kaget karena badannya penuh luka. Lucky bilang, kalau dia dianiaya seniornya," ungkap Sepriana.

Prada Lucky sempat cerita ke ibu angkatnya saat pertama kali disiksa oleh para seniornya di markas tentara.

"Dia bilang, mama saya dicambuk. Dia lari ke bawah, ke mama angkatnya, ke badannya telah hancur semua. Dari tangan dua-dua, kaki, belakang," jelas Sepriana.

Ibu angkatnya yang mendengar banyak kisah pilu dialami Prada Lucky.

 

"Kata Lucky, dia dipukul oleh Bamak (Badan Pembinaan Hukum Militer) dan Dasintel (Komando Daerah Intelijen). Namun, Lucky tak sempat menyebut nama pelaku secara spesifik," kata Sepriana.

Tak lama usai berbincang dengan sang anak, telepon milik ibu Prada Lucky berdering. Ternyata datangnya dari batalyon. Di ujung telepon, seseorang meminta bantuan sang ibu untuk membujuk Prada Lucky agar mau kembali ke barak.

Sepriana tidak berpikiran buruk saat itu. Dia mengambil telepon genggamnya dan menghubungi ibu angkat Lucky. Dia menitipkan pesan untuk Prada Lucky agar kembali ke barak.

"Karena saya kira pembinaan biasa, sehingga saya telepon lewat mama angkatnya suruh Lucky kembali ke barak," katanya.

Sesaat kemudian, 15 orang berperwakan tentara mendatangi rumah ibu angkat Prada Lucky. Mereka adalah senior Prada Lucky di Batalyon TP 834 Wakanga Mere.

Kedatangan mereka yang tiba-tiba untuk menjemput Prada Lucky kembali barak. Momen itu menjadi yang terakhir bagi Prada Lucky bersama ibu angkatnya.
Setelah kembali ke barak, Prada Lucky diduga kembali disiksa oleh seniornya. Hingga tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Prada Lucky kemudian dibawa ke RSUD Aeramo, Nagekeo, pada 3 Agustus 2025, untuk menjalani perawatan intensif. Prada Lucky hanya terbaring lemah, tak sadarkan diri. Luka-luka membuat tubuhnya tak bisa bergerak sedikit pun.

Di tengah kondisi putranya yang kritis, sang ibu, Sepriana akhirnya tiba. Sepriana menyaksikan langsung kondisi anaknya hanya bisa terbaring di atas kasur rumah sakit. Badannya penuh luka.

Dia mendekat, memeluk tubuh anaknya yang penuh memar, dan membisikkan kata kata penuh cinta. "Saat saya tiba, Lucky sudah tidak sadar, tapi saat dengar suara saya dia langsung meronta," ungkapnya.

Prada Lucky mengembuskan Napas terakhir di RSUD Aeramo, Nagekeo setelah menjalani perawatan selama empat hari, Rabu, 6 Agustus 2025.

Jenazah Prada Lucky tiba di kampung halaman dan disemayamkan di rumah duka selama dua hari. Ia dimakamkan dengan upacara kemiliteran.

Sementara itu, TNI telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus kematian Prada Lucky Namo. Keempat tersangka tersebut adalah Pratu AA, Pratu EDA, Pratu PNBS, dan Pratu ARR. Mereka sebelumnya telah ditahan di Ruang Sel Tahanan Subdenpom IX/1-1 Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"20 orang terperiksa, sudah ditentukan penetapan 4 tersangka,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Wahyu Yudhayana.

Keempat tersangka yang diduga menyiksa Prada Lucky dengan tangan kosong adalah Pratu Petris Nong Brian Semi, Pratu Ahmad Adha, Pratu Emiliano De Araojo, dan Pratu Aprianto Rede Raja.

Mereka merupakan senior dari Prada Lucky di tempatnya bertugas. Meski demikian, pihak berwenang belum merinci secara pasti kronologi penganiayaan maupun pasal yang akan dikenakan kepada para tersangka, menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan kasus.(l6c)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo

Jumat, 06 November 2026 - 09:26:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dugaan penyadapan ilegal terhad.

Nasional

KPK Periksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

Kamis, 05 November 2026 - 06:15:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (K.

Nasional

Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ada Eks Kapolri

Rabu, 04 November 2026 - 06:13:02 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Senin, 02 November 2026 - 05:31:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:13:28 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Riau Dikeluarkan dari Daftar 6 Provinsi Prioritas Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:26:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Upaya maksimal Pemerintah Provi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
06 November 2026
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
06 November 2026
Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC
05 November 2026
Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
05 November 2026
Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
05 November 2026
340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
05 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
  • 2 Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
  • 3 Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
  • 4 Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
  • 5 Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
  • 6 Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
  • 7 Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com