• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2620 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4967 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4999 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4937 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5086 Kali

  • Home
  • Riau

Bono yang Pernah Fenomenal Kini Sunyi, Akademisi Soroti Gagalnya Tata Pengalaman Wisata

Redaksi Radarpku

Kamis, 10 Juli 2025 09:47:26 WIB
Cetak
Bono yang Pernah Fenomenal Kini Sunyi, Akademisi Soroti Gagalnya Tata Pengalaman Wisata

RADARPEKANBARU.COM - Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, Riau, pernah menjadi buah bibir dunia. Bukan karena keruhnya air, tetapi karena sebuah fenomena alam langka sebuah ombak raksasa di sungai yang dikenal dengan nama Bono. Ombak ini, yang disebut-sebut bisa mencapai tinggi empat meter, memungkinkan peselancar melaju jauh menyusuri sungai, mirip seperti di lautan.

Pada puncaknya sekitar tahun 2012 hingga 2014, Bono sempat menjadi ikon wisata Riau. Para menteri datang, peselancar mancanegara berdatangan, media internasional pun meliputnya. Namun kini, suara deras Ombak Bono seakan perlahan tenggelam bersama sepinya wisatawan yang pernah menaruh harapan besar.

Menurut Firdaus Yusrizal, akademisi dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISIP Universitas Riau, Bono adalah contoh konkret daya tarik wisata besar yang gagal dikelola menjadi pengalaman utuh.

“Bono itu luar biasa. Dia langka. Tapi kita hanya berfokus pada kehebohan ombaknya. Kita lupa membangun apa yang bisa dilakukan orang setelah atau sebelum menonton ombak itu,” ujar Firdaus dalam wawancara dengan Goriau Rabu (09/07/2025).

Firdaus menjelaskan bahwa ombak Bono, meski spektakuler, tidak datang terus-menerus. Dalam sehari, ombak hanya muncul satu atau dua kali, tergantung keadaan. Wisatawan yang datang dan tidak mengetahui jadwalnya bisa kecewa. Yang menyaksikan pun, setelah ombak lewat, tidak tahu harus berbuat apa.

“Di laut, orang surfing jatuh bisa coba lagi. Di Bono, kalau jatuh ya tunggu besok. Nah, pertanyaannya: sambil menunggu itu, apa yang bisa dilakukan?” tambah Firdaus.

Inilah yang disebutnya sebagai kegagalan dalam tata kelola pengalaman wisata. Destinasi tidak hanya butuh atraksi, tetapi juga ekosistem aktivitas yang menyertainya. Bono, menurut Firdaus, hanya berdiri sebagai daya tarik tunggal dan itu tidak cukup.

Selain itu, infrastruktur menuju Bono juga turut menjadi sorotan. Jalanan berlubang dan berlumpur menjadi kendala utama aksesibilitas. Firdaus menyebutkan pengalaman sendiri saat mobilnya terjebak lumpur hingga plat nomor lepas saat mengunjungi wisata Bono. Hal ini menjadi contoh kecil dari persoalan besar yang tidak pernah ditangani serius.

Belum lagi keterbatasan perizinan. Menurut Firdaus, tidak semua wisatawan diperbolehkan berselancar. Ada kekhawatiran keselamatan yang membuat kegiatan utama justru menjadi tidak inklusif. Alih-alih memberi pengalaman, wisatawan justru hanya menonton dan kemudian pulang.

“Kalau wisatawan hanya bisa berdiri di pinggir sungai lalu pulang, lama-lama ya orang bosan. Kita sendiri yang membuat mereka tidak betah,” katanya.

Firdaus menegaskan bahwa kegagalan mengelola Bono seharusnya menjadi pelajaran penting bagi destinasi lain di Riau, termasuk Pacu Jalur yang kini sedang naik daun berkat sosok Anak Coki.

“Jangan sampai kita ulangi pola yang sama: viral sebentar, ramai sesaat, lalu hilang perlahan. Seharusnya kita sudah belajar dari Bono.”

Ia menyebut bahwa sudah banyak laporan penelitian dari para akademisi yang menawarkan solusi dan desain pengembangan pengalaman wisata di Riau. Namun laporan-laporan itu, katanya, seperti hanya menumpuk di rak.

Firdaus menyarankan agar pengelolaan Bono harus kembali ditata. Tidak cukup hanya mengandalkan ombak, tetapi juga menghadirkan aktivitas seperti pelatihan selancar, tur budaya ke desa sekitar, edukasi ekologi sungai, hingga festival tahunan yang berkelanjutan. **


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

Jumat, 06 November 2026 - 09:41:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ancaman serius bagi kelangsunga.

Riau

Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026

Jumat, 06 November 2026 - 09:38:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Perekonomian Provinsi Riau tumb.

Riau

Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang

Jumat, 06 November 2026 - 09:36:30 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Perekonomian Provinsi Riau menu.

Riau

Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan

Kamis, 05 November 2026 - 10:37:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau memata.

Riau

Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat

Kamis, 05 November 2026 - 10:35:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) R.

Riau

340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik

Kamis, 05 November 2026 - 10:33:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 340 titik panas (hotsp.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
06 November 2026
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
06 November 2026
Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC
05 November 2026
Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
05 November 2026
Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
05 November 2026
340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
05 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
  • 2 Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
  • 3 Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
  • 4 Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
  • 5 Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
  • 6 Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
  • 7 Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com