Siapa Dibalik Demo TNTN? Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan Bilang 'Bukan Kami'
RADARPEKANBARU.COM - Aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) pada Rabu, 18 Mei 2025, menuai tanda tanya. Demonstrasi yang diklaim sebagai suara mahasiswa dan masyarakat Pelalawan justru dibantah keras oleh para pemimpin organisasi mahasiswa di daerah tersebut.
“Saya sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Pelalawan (KMP) menegaskan, kami tidak ikut dan tidak pernah menyepakati agenda AMMP,” ujar Rorin Adriansyah kepada GoRiau.com, Rabu sore. Ia menganggap aksi itu bukan representasi mahasiswa Pelalawan.
Rorin Adriansyah, yang memimpin organisasi mahasiswa daerah terbesar asal Pelalawan, justru menyuarakan dukungan pada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia menilai fungsi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terlalu vital untuk dibiarkan dikuasai oleh kelompok tertentu.
“Kalau hutan itu terus digusur, habis sudah TNTN. Apalagi yang bisa kita tinggalkan? Keserakahan?” katanya. Ia menyayangkan aksi yang menurutnya cenderung menyesatkan publik.
Meski tidak terlibat langsung dalam aksi demo, dirinya memantau aksi lewat media sosial. Ia menyoroti absennya masyarakat Melayu dalam aksi tersebut. “Padahal Pelalawan itu sendiri adalah masyarakat Melayu. Pemerintah harus mengusut, siapa dibalik aksi ini,” tambahnya.
Dirinyapun berharap agar kawasan tersebut kembali pada fungsinya, yaitu menjadi hutan. Dia menilai apabila tidak, maka pola ini akan dicontoh daerah lain demi mendapatkan daerah kawasan hutan.
Pernyataan serupa datang dari Tokoh Masyarakat Pelalawan, Zulkifli Zulmizan Assegaf. Ia menilai ada kejanggalan dalam narasi yang dibawa para demonstran.
“Mahasiswa dan masyarakat Pelalawan yang mana?” katanya tajam. Zulmizan menduga, nama besar "mahasiswa Pelalawan" hanya digunakan untuk membangun legitimasi publik. “Saya pastikan itu keliru. Mayoritas mahasiswa dan masyarakat justru mendukung penghutanan kembali TNTN,” ujarnya.
Zulmizan mengaku sudah mengecek ke berbagai organisasi mahasiswa Pelalawan. “Saya hubungi Hipmawan, IPMPB, IKMPI, bahkan HMI dan KAMMI Cabang Pelalawan. Semuanya bilang tidak ikut,” katanya.
Ketua KAMMI Cabang Kabupaten Pelalawan, Wahyu Widodo, turut memberi konfirmasi. “Wendri Simbolon itu memang mahasiswa, tapi dia bukan representasi KAMMI. Kami tidak terlibat,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Aksi AMMP yang membawa isu penggusuran kawasan hutan TNTN oleh pemerintah, kini justru menghadirkan pertanyaan lebih besar: siapa yang sesungguhnya mereka wakili?. (grc)
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
KAMPAR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Koperasi Produsen Petani Sawi.
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
RADARPEKANBARU.COM - Kebakaran hebat melanda sebuah .
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Pendapatan Daerah .
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
RADARPEKANBARU.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah .
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
RADARPEKANBARU.COM - Anggota DPRD Riau, Edi Basri, m.








