Tak Sekadar Hanya Shalat
RADARPEKANBARU.COM - Shalat yang kita lakukan akan berpahala jika diterima di sisi Allah SWT. Untuk itu, syarat dan rukun shalat harus kita penuhi sehingga menjadi shalat yang bernilai.
Sebagai ibadah yang merupakan tiang agama, shalat memiliki ruh yang harus kita hadirkan, yaitu khusyuk. Terkait hal tersebut, Allah SWT berfirman, “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS al-Mukminun [23]: 1-2).
Dengan menghadirkan kekhusyukan, maka kita akan merasakan nikmatnya shalat. Sebaliknya, tanpa kekhusyukan, maka kita akan merasakan kebosanan dan kemalasan sehingga merasa sangat berat untuk melakukan shalat.
Salah satu usaha agar kita bisa khusyuk adalah memahami makna atau arti bacaan dalam shalat, dari "takbiratul ihram" hingga "salam".
Tumakninah atau ketenangan juga dibutuhkan, yaitu ketenangan saat melakukan gerakan-gerakan shalat. Ketenangan inilah yang akan tetap kita rasakan bahkan saat kita selesai shalat.
Di samping kekhusyukan, kita juga harus menyertai shalat dengan keikhlasan, yaitu menghaturkan ibadah kita semata-mata hanya pada Allah SWT dan hanya mengharap balasan atau penilaian dari-Nya.
Secara bahasa, kata "ikhlas" berasal dari kata "akhlasha" yang artinya memurnikan. Maksudnya adalah memurnikan ibadah dari sifat riya dan syirik.
Bahkan, keikhlasan adalah syarat diterimanya sebuah amal ibadah, sebagaimana firman Allah SWT, “Mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istiqamah), melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah [98]: 5).
Orang yang melakukan shalat dengan ikhlas, maka ia tidak peduli dengan penilaian orang lain. Tujuan utamanya adalah keridhaan dan pahala dari Allah SWT.
Itulah motivasi terbesar yang akan mengalahkan motivasi lainnya yang sifatnya duniawi. Pujian manusia tidak akan membuatnya berbangga hati. Begitu juga cacian mereka tidak menjadikannya malas beribadah.
Selanjutnya, agar shalat diterima di sisi Allah SWT, kita harus membebaskannya dari sifat ujub (bangga). Sifat bangga ini akan membinasakan seseorang, karena ia sudah merasa paling baik dan merendahkan ibadah shalat orang lain.
Padahal seharusnya ia melakukan introspeksi, bertanya pada diri sendiri tentang kualitas ibadahnya. Bukan malah sibuk menilai ibadah orang lain dan merendahkannya.(rep)
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.
Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
RADARPEKANBARU.COM - .








