• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3499 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3482 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3453 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3513 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3470 Kali

  • Home
  • Politik

Membuka Tabir Kasus Kematian Prada Josua: Keluarga Desak Presiden Prabowo Perintahkan Panglima TNI Serahkan Hasil Autopsi dan Tangkap Pelaku

Redaksi Radarpku

Sabtu, 22 Februari 2025 14:56:56 WIB
Cetak
Membuka Tabir Kasus Kematian Prada Josua: Keluarga Desak Presiden Prabowo Perintahkan Panglima TNI Serahkan Hasil Autopsi dan Tangkap Pelaku
Dr. Freddy Simanjuntak

Pekanbaru – Kasus kematian Prada Josua Lumban Tobing di Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 132 Kampar terus menjadi sorotan publik. Keluarga korban meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan Panglima TNI agar segera memproses hukum serta menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian Prada Josua.

Kapten CPM Bambang Koko telah dikonfirmasi terkait kasus ini, namun penyelidikan masih terkesan tertutup. Sementara itu, keluarga korban mengeluhkan belum diterimanya hasil forensik dari Denpom I/3 Pekanbaru, meskipun autopsi telah dilakukan.

Kuasa hukum keluarga, Dr. Freddy Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Denpom agar hasil autopsi segera diberikan kepada keluarga korban. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum dikabulkan.

Orang tua Prada Josua juga belum menerima dokumen hasil ekshumasi dan autopsi yang disebut masih tersimpan di Denpom. Mereka menilai tidak ada alasan bagi Denpom untuk menahan dokumen tersebut, mengingat autopsi dilakukan atas permintaan dan biaya dari pihak keluarga.

Mereka meyakini bahwa kematian Prada Josua bukan akibat bunuh diri, seperti yang dinyatakan dalam laporan resmi.

“Kami sangat kecewa karena hasil autopsi hanya disampaikan secara lisan dan tidak pernah diberikan secara resmi dalam bentuk dokumen tertulis. Sejak awal, hasil tersebut telah disimpan oleh penyidik Denpom,” ujar Freddy dalam keterangannya, Rabu (22/1/2025).

Dugaan Penganiayaan Berat

Keluarga korban semakin yakin bahwa Prada Josua mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal dunia. Hal ini diperkuat oleh hasil analisis dr. Asan Petrus, MKed (For), SpFM, ahli forensik pendamping keluarga dari Fakultas Kedokteran USU Medan.

Menurut dr. Asan Petrus, luka lebam, patah tulang leher dan tulang lidah yang ditemukan pada tubuh Prada Josua merupakan indikasi dugaan penganiayaan berat, bukan bunuh diri.

“Hasil autopsi menunjukkan adanya luka lebam yang tidak wajar serta patah tulang leher , dan tulang lidah yang tidak mungkin terjadi hanya karena bunuh diri. Ini adalah tanda-tanda yang kuat mengarah pada dugaan penganiayaan berat,” ungkapnya.

Atas dasar ini, keluarga mendesak agar pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Desakan kepada Presiden dan Panglima TNI

Untuk mengungkap kebenaran dalam kasus kematian Prada Josua, Freddy menegaskan bahwa pihaknya akan meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Komnas HAM, dan Komisi III DPR RI.

“Kami akan melaporkan kasus ini kepada Bapak Presiden Prabowo, Komnas HAM, dan DPR RI agar segera dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kami ingin instansi terkait membuka perkara ini secara transparan,” tegasnya.

Freddy juga menyoroti hasil akhir forensik yang menyebut adanya luka lebam pada tubuh Prada Josua. Ia mendesak agar temuan tersebut diproses hukum lebih lanjut dan agar pihak berwenang segera menangkap pelaku penganiayaan.

“Dari hasil forensik disebutkan bahwa ada luka lebam di tubuh almarhum. Ini mengindikasikan adanya tindakan kekerasan sebelum kematiannya. Maka, kami mendesak agar temuan ini diproses hukum lebih lanjut dan para pelaku penganiayaan segera ditangkap,” tegas Freddy.

Keluarga korban juga meminta Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan Panglima TNI untuk segera menyerahkan hasil autopsi. Mereka menilai keterlambatan ini mencurigakan dan berpotensi menutupi fakta di balik kematian Prada Josua.

“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai ada fakta yang ditutupi,” ujar ayah Prada Josua, Wilson Tobing.

Tuntutan Pencopotan Komandan Batalyon 132

Selain meminta transparansi dalam kasus ini, orang tua Prada Josua juga mendesak Panglima TNI untuk mencopot Komandan Batalyon 132 Bima Sakti Salo, Letkol Infanteri Bambang Budi Hartanto. Mereka menilai bahwa pencopotan ini diperlukan agar proses penyidikan dapat berjalan lancar tanpa adanya intervensi dari pihak internal satuan.

“Selama masih ada intervensi dari atasan di lingkungan batalyon, penyelidikan tidak akan berjalan dengan baik. Kami meminta Panglima TNI segera mencopot Komandan Batalyon 132 agar penyelidikan berjalan transparan,” ujar Wilson Tobing.

Kecurigaan terhadap Proses Penyidikan

Menurut keluarga, hasil autopsi telah diserahkan kepada penyidik Denpom yang dipimpin oleh Kapten CPM Bambang Koko. Namun, hingga kini, mereka belum mendapatkan hasil secara resmi dan menilai ada upaya untuk menutupi fakta di balik kematian Prada Josua.

Wilson Tobing juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil autopsi yang dianggap tidak profesional.

“Dugaan kami, autopsi ini tidak dilakukan secara transparan. Dari bukti-bukti yang kami serahkan, tidak ada pertimbangan yang mendalam. Mereka justru menggiring opini bahwa anak kami bunuh diri,” ujar Wilson.

Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil forensik yang dipermasalahkan oleh keluarga korban. Publik menantikan langkah selanjutnya dalam proses hukum kasus ini.

Dasar Hukum Hak Advokat atas Hasil Autopsi

Berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, seorang advokat berhak memperoleh informasi dan dokumen dari pihak terkait guna kepentingan pembelaan kliennya. Oleh karena itu, penolakan untuk memberikan hasil autopsi kepada kuasa hukum keluarga korban dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak advokat dalam menjalankan tugasnya dan merupakan pelanggaran hukum.

(Tim)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik

Selasa, 04 Agustus 2026 - 13:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.

Politik

Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:54:59 WIB

BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung penuh.

Politik

SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:50:10 WIB

PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mulai mempersiapkan pelaksanaan.

Politik

Sinergi Satgas TMMD dan Warga Permudah Pengerjaan Jalan Watuduwur–Kalibawang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:59:54 WIB

Purworejo - Kerja sama yang solid antara Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 P.

Politik

Medan Berat Tak Halangi Semangat Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:02:17 WIB

Purworejo - Kondisi medan yang naik turun dan cukup menantang di Desa Watuduwur,.

Politik

Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:52:43 WIB

Purworejo – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan pro.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
16 Agustus 2026
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
  • 2 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 3 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 4 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 5 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 6 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 7 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com