Kemacetan Parah di Jalur Sumbar - Riau, Oknum Pemuda Disebut Jadi Pemicu Macet hingga 6 Jam
Kemacetan ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari lonjakan arus kendaraan selama libur panjang hingga aksi sejumlah pemuda yang menghadang pengendara di beberapa titik. Mereka disebut berdiri di tengah jalan, menghentikan kendaraan, dan meminta uang dari sopir yang melintas.
Banyak pengendara mengeluhkan lamanya waktu tempuh akibat kemacetan ini. Salah satu sopir mengaku harus menghabiskan waktu enam jam hanya untuk keluar dari antrean kendaraan.
"Kami sudah terjebak sejak jam 11 malam dan baru bisa keluar jam 5 subuh. Sangat menyiksa, apalagi bagi yang membawa anak kecil atau yang punya keperluan mendesak," ujarnya.
Selain itu, kondisi jalan yang berlubang juga menjadi faktor penyebab kemacetan. Namun, pengendara menilai jalan rusak tersebut sebenarnya masih bisa dilalui tanpa harus antre panjang, asalkan tidak ada pihak yang menghentikan kendaraan di tengah jalan.
Jalan Diblokir dengan Kayu, Pengemudi Dipaksa Melambat
Di beberapa titik, diduga ada oknum yang sengaja memasang kayu atau pembatas di jalan berlubang, sehingga kendaraan hanya bisa melintas di jalur yang mereka tentukan. Akibatnya, laju kendaraan semakin melambat, bahkan hampir terhenti di beberapa bagian.
"Sebenarnya kalau tidak ada yang mengatur jalan dengan meminta-minta, kemacetan ini tidak akan separah ini. Jalan yang rusak masih bisa dilewati kendaraan dari dua arah, tanpa harus dibuat antre," keluh seorang pengendara lainnya.
Sejumlah pengemudi juga mempertanyakan pengawasan dari pihak berwenang. Mereka menilai kemacetan seperti ini sudah sering terjadi saat musim liburan, tetapi tidak ada tindakan pencegahan yang jelas dari pihak terkait.
"Saya yakin aparat sebenarnya tahu soal ini, tapi seperti menutup mata. Seharusnya ada langkah tegas untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang," kata seorang pengendara.
Para pengguna jalan berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk menertibkan aksi pungutan liar yang membuat perjalanan semakin terhambat. Mereka meminta jalur Sumbar-Riau tetap dijaga agar lalu lintas bisa berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak-pihak yang sengaja memperlambat arus kendaraan.
Hingga Rabu sore, kemacetan di beberapa titik masih belum terurai sepenuhnya. Pengendara diimbau untuk tetap bersabar, merencanakan perjalanan dengan baik, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima agar tidak mengalami kendala di tengah antrean panjang. (grc)
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
KAMPAR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Koperasi Produsen Petani Sawi.
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
RADARPEKANBARU.COM - Kebakaran hebat melanda sebuah .
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Pendapatan Daerah .
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
RADARPEKANBARU.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah .
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
RADARPEKANBARU.COM - Anggota DPRD Riau, Edi Basri, m.








