• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1990 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4330 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4335 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4281 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4403 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Isra Mi’raj dan Realita Umat

Redaksi Radarpku

Selasa, 28 Januari 2025 08:42:18 WIB
Cetak
Isra Mi’raj dan Realita Umat
RADARPEKANBARU.COM - Sebagaimana berbagai peristiwa sejarah lainnya yang terjadi dalam perjalanan Islam, Isra Mi’raj Rasulullah SAW sesungguhnya tidak bisa dipastikan kapan persis terjadinya.

Namun demikian, tanggal 27 Rajab banyak diyakini sebagai malam terjadinya peristiwa penting dan bersejarah itu. Malam di saat Allah memberikan hadiah terbaiknya bagi hambaNya (abdahu), nabi dan Rasul terakhir Muhammad SAW yang diutus untuk alam semesta (rahmatan lil alamin).

Isra dan Mi’raj adalah dua kata yang mendiskripsi perjalanan itu. Isra’ dimaknai sebagai perjalanan di malam hari. Sementara Mi’raj dimaknai sebagai jalan menuju ke atas (pergerakan secara vertikal).

Dengan demikian Isra dan Mi’raj adalah peristiwa ketika Rasulullah diperjalankan oleh Penciptanya dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidl Aqsa di Yerusalem, lalu dari Yerusalem diperjalankan ke atas (vertikal) menuju Sidratul Muntaha (akhir dari segala akhir dari alam semesta).

Peristiwa Isra Mi’raj adalah peristiwa imani (keimanan). Peristiwa yang melibatkan secara langsung, sekaligus menjadi ujian keimanan bagi umat. Karenanya di saat Allah menceritakan peristiwa ini di Surah An-Najam, Allah menekankan bahwa apa yang disampaikan oleh Muhammad bukan dari dirinya sendiri (karangan atau dongeng). Tapi memang wahyu dari Allah SWT (An-Najm: 3-4). Hal ini diperkuat dengan ekspresi kemaha sempurnaan Allah (subhana) yang memperjalankan hambaNya itu. Maka mempertanyakan peristiwa Isra dan Mi’raj adalah bentuk mempertanyakan kekuasaan dan kesempurnaan Allah SWT.

Peristiwa Isra dan Mi’raj memang sebuah peristiwa yang penuh dengan kemukjizatan. Karena peristiwa ini memang dimaksudkan untuk memberikan kekuatan dan kemenangan “morale” kepada Rasulullah di tengah tantangan berat yang dihadapinya.

Pemboikotan Bani Hasyim (keluarga Rasulullah) yang juga berujung pada wafatnya isteri dan paman tercinta menjadikan Rasulullah semakin tertekan dan tersudutkan dalam pergerakan dakwahnya. Bahkan ikhtiar untuk mendakwahkan agama ini ke Thaif juga berakhir dengan tantangan yang luar biasa.

Semua itu menjadikan situasi begitu berat dan menyedihkan bagi beliau. Maka tahun itu juga beliau sebutkan sebagai tahun kesedihan (‘aamul huzni). Kesediaan karena wafatnya dua pendukung utama beliau; Khadijah RA dari kalangan mereka yang beriman dan Abu Thalib dari kalangan mereka yang kafir. Meninggalnya isteri dan paman tercinta beliau menjadikan musuh-musuh semakin leluasa untuk melakukan berbagai hal yang hampir saja menghabisi Rasulullah, baik secara misi bahkan hidupnya.

Merujuk kepada latar belakang peristiwa Isra Mi’raj kita bisa memahami bahwa perjalanan ini merupakan “spirit boost” (penguatan semangat) untuk Rasulullah SAW. Sekaligus dipahami sebagai pilar kebangkitan Islam pada tataran individual.

Kebangkitan Islam pada tataran individual ditandai dengan soliditas relasi dengan Pencipta alam semesta. Bagi Rasulullah hal ini melalui peristiwa Mi’raj langsung. Dan bagi umatnya melalui salat yang ditetapkan sebagai mi’rajnya. Sebagaimana sabda Rasul: “salat ada Mi’raj orang yang beriman”.

Melihat realita umat saat ini rasanya peristiwa Isra Mi’raj ini menjadi sangat relevan. Bahwa berbagai tantangan dan kesulitan yang dahsyat yang dihadapi oleh umat saat ini boleh saja justru merupakan awal kebangkitan yang ditunggu-tunggu itu.

Berbagai penderitaan dan kesulitan yang menerpa umat Muhammad SAW, baik di negara-negara di mana mereka sebagai minoritas maupun di negara-negara di mana mereka sebagai mayoritas, rasanya telah sampai pada puncaknya (it’s pinnacle).

Kekejaman pemerintahan Komunis kepada masyarakat Muslim Uighur di Xingjian, pembantaian dan pengusiran saudara-Saudara Muslim Rohingyah di Burma, kezaliman kepada saudara-saudara Muslim kita di India dan Kashmir, dan tentunya masyarakat Muslim minoritas dengan segala “oportunitas” yang ada di negara-negara Barat, masih juga menghadapi berbagai kesulitan akibat Islamophobia yang masih tinggi.

Tentu terkhusus lagi dalam tahun-tahun terakhir penderitaan saudara-saudara kita yang berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya di Bumi Syam, rasanya telah sampai pada titik nadir di luar daya manusia normal memahaminya.

Lima puluh tahun lebih masyarakat Suriah berada di bawah kungkungan kekuasaan zholim Al-Asad. Namun pada akhirnya di akhir terowongan panjang itu mentari kini mulai menampakkan diri dengan cahayanya yang bersinar.

Mungkin realita yang paling menyedihkan dan menyakitkan adalah penderitaan dan kezaliman yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina, baik di Gaza maupun di Ramallah.

Saya tidak perlu lagi mengulangi penderitaan dan keperihan yang mereka alami. Tidak saja dalam hampir dua tahun terakhir. Mereka telah mengalami ini lebih dari 75 tahun. Tapi mereka tegar kokoh bagaikan karang di tengah laut menghadapi kezholiman penjajah Zionis Israel.

Kesabaran dan kekuatan mereka kini mulai menampakkan titik-titik cahaya harapan. Kalaupun mereka diluluh lantakkan di negara mereka, namun mereka tidak pernah melemah. Semakin terasa kemenangan itu baik secara domestik, apalagi pada tataran global.

Karenanya dengan memperingati Isra Mi’raj Rasulullah SAW ini kita semakin optimis dengan janji Allah bahwa “sesungguhnya kemenangan itu dekat” dan rasanya semakin mengkristal. Dan pastinya keimanan kita memastikan bahwa: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janjiNya”.

Dilemanya memang bukan pada musuh-musuh Islam. Tapi pada kita yang mengaku Muslim. Mengaku Muslim tapi kehilangan jati diri dan “izzah” (kemuliaan) dalam menghadapi musuh-musuh itu. Umat mengalami “inferioritas kompleks” yang parah. Merasa takut dan kalah tanpa ditakuti dan dikalahkan oleh siapapun. Melemah seolah tak berdaya melakukan hal seharusnya dilakukan untuk memenangkan umat ini.

Secara teologis memang kita yakin bahwa musuh-musuh itu pasti akan selalu ada. Itu adalah sunnatullah dalam perjalanan keimanan umat ini. Dan itu bukan hal yang mengagetkan dan menakutkan. Yang mengagetkan dan menakutkan adalah ketika umat ini kehilangan pegangan (al-‘urwatul wutsqa). Menjadikan mereka minder, tidak punya prinsip dan rela didikte dan diarahkan bagaikan buih di tengah hempasan ombak di tengah samudra luas.(rml)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

Dakwatuna

Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah

Senin, 28 September 2026 - 10:53:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Berumah tangga bagi seorang Mus.

Dakwatuna

Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Sabtu, 26 September 2026 - 09:59:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.

Dakwatuna

Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam

Jumat, 25 September 2026 - 09:46:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .

Dakwatuna

Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini

Kamis, 24 September 2026 - 09:03:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.

Dakwatuna

Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn

Rabu, 23 September 2026 - 08:26:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
30 September 2026
Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
30 September 2026
Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
30 September 2026
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
30 September 2026
Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
30 September 2026
Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
30 September 2026
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
  • 2 Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
  • 3 Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
  • 4 Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
  • 5 Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
  • 6 Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
  • 7 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com