Masyarakat Pertanyakan Keberadaan PT Sarana Pangan Madani (SPM): Masih Beroperasi atau Sudah Mati?
Pekanbaru – Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pangan Madani (SPM) yang sebelumnya dikelola dengan optimisme tinggi kini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Setelah beberapa tahun beroperasi, banyak yang mempertanyakan apakah BUMD ini masih aktif atau sudah tidak lagi menjalankan fungsinya.
Pada awal berdirinya, PT SPM melalui program Rumah Pangan Madani (RPM) dilaporkan mampu mencapai omset lebih dari Rp1 miliar. Dengan modal awal Rp200 juta, BUMD ini dianggap sebagai salah satu solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan Kota Pekanbaru pada pasokan pangan dari luar daerah. RPM didirikan dengan tujuan menyediakan bahan pangan murah dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memperkuat jaringan distribusi pangan di berbagai kecamatan hingga kelurahan.
Namun, sejak beberapa tahun terakhir, informasi tentang perkembangan PT SPM dan RPM terkesan minim. Lokasi utama RPM di Pasar Lima Puluh, Jalan Sultan Syarif Kasim, yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas penyediaan pangan, tampak sepi tanpa tanda-tanda operasional seperti sebelumnya. Banyak warga yang mempertanyakan apakah RPM masih aktif mendistribusikan bahan pangan atau sudah berhenti total.
Salah seorang warga, Lina, mengungkapkan rasa kecewanya. "Dulu saya sering beli kebutuhan pokok di RPM karena harganya terjangkau. Tapi sekarang, saya tidak tahu lagi apakah RPM masih ada atau sudah tutup. Tidak ada informasi yang jelas," katanya.
Pertanyaan serupa juga muncul dari kalangan pemerhati kebijakan publik. Mereka mendesak pemerintah Kota Pekanbaru untuk memberikan transparansi terkait keberlanjutan PT SPM.
Dalam pernyataan sebelumnya, Eks Wali Kota Pekanbaru Firdaus sempat menegaskan bahwa PT SPM akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan di kota ini. Namun, hingga kini, masyarakat belum mendapatkan laporan terkini mengenai kondisi keuangan maupun operasional BUMD tersebut.
Masyarakat berharap ada evaluasi terbuka dan komitmen dari Pemkot Pekanbaru untuk menghidupkan kembali fungsi BUMD ini, jika memang masih layak beroperasi. Sebagai lembaga yang didirikan dengan dana publik, keberlanjutan PT SPM menjadi penting untuk mendukung kemandirian pangan daerah.
Tanpa adanya kejelasan, keberadaan BUMD seperti PT SPM dikhawatirkan hanya akan menjadi proyek yang hanya memperkaya oknum tanpa hasil nyata, sementara kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat. (hr)
Afiat Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin ICF Pekanbaru, Siap Perkuat Pembinaan dan Prestasi Atlet
PEKANBARU– Afiat Ananda resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Indonesia.
Riduan Siagian Ditunjuk Jadi Nahkoda RAMPAS Setia 08 Berdaulat Riau
PEKANBARU – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) RAMPAS Setia 08 Berdaulat resmi menerbi.
PCR dan SPS Riau Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kurikulum dan Magang Mahasiswa
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau.
HUT ke-80 SPS, Saidul Tombang: Pers Harus Tetap Menjadi Pilar Demokrasi
PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau memperingati Hari Ulan.
AMA Riau Dorong Reformasi Sistem Pemilu, Minta Keterwakilan Daerah dan Masyarakat Adat Diperkuat
PEKANBARU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau mengusulkan adanya refor.
PWI Riau Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing pada Iduladha 1447 H
PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban .








.jpg)