• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2669 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 5010 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5041 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4976 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5133 Kali

  • Home
  • Politik

Mewujudkan Harapan dan Sejarah: Usulan Pembentukan Provinsi Muara Takus dari Tokoh Riau Daratan

Redaksi Radarpku

Ahad, 22 Desember 2024 16:10:17 WIB
Cetak
Mewujudkan Harapan dan Sejarah: Usulan Pembentukan Provinsi Muara Takus dari Tokoh Riau Daratan
Foto Gedung DPR RI

Usulan pembentukan Provinsi Muara Takus yang diajukan oleh sejumlah tokoh Riau Daratan mendapat perhatian besar, terutama untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Riau. 

Pekanbaru--Berdasarkan nilai sejarah dan budaya yang kuat, dengan nama yang diambil dari situs bersejarah Muara Takus, rencana ini bertujuan untuk membangun pemerintahan yang lebih terstruktur dan efisien, serta mengelola potensi sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut. 

Dalam wawancara eksklusif dengan Bunyana ST, salah satu tokoh utama inisiator pembentukan provinsi ini, ia mengungkapkan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur terpilih Abdul Wahid dapat memberikan dukungan penuh terhadap rencana besar ini.

Pembentukan Provinsi Muara Takus diyakini akan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat, meningkatkan pembangunan infrastruktur, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah yang selama ini tertinggal.

Berikut wawancara eksklusif dengan Bunyana ST, Tokoh Inisiator Pembentukan Provinsi Muara Takus:

Wartawan: Pak Bunyana, apa yang membuat Provinsi Muara Takus menjadi rencana yang begitu penting untuk masyarakat Riau?

Bunyana ST: Provinsi Muara Takus bukan hanya sekadar rencana administratif, tetapi juga berakar dalam sejarah dan budaya yang sangat kuat. Nama Muara Takus sendiri memiliki nilai historis yang besar, mengingat situs sejarah Muara Takus adalah cikal bakal kebudayaan Melayu di wilayah ini. Seiring dengan perkembangan zaman, wilayah ini juga menyaksikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pembentukan Provinsi Muara Takus bertujuan untuk menjadikan wilayah ini lebih terorganisir dalam konteks pemerintahan dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik, serta untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Wartawan: Apa yang dimaksud dengan "dasar hukum yang kuat" dalam rencana ini?

Bunyana ST: Dasar hukum yang dimaksud berkaitan dengan sejarah panjang wilayah Muara Takus, yang tercatat dalam berbagai dokumen sejarah sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan Melayu pada abad ke-7 hingga ke-14. Selain itu, wilayah ini juga telah tercatat dalam undang-undang dan peraturan pemerintah terkait pemekaran daerah. Sejumlah kajian dan penelitian dari pemerintah juga telah menyoroti bahwa wilayah timur Riau, yang meliputi Muara Takus, memenuhi syarat untuk pemekaran berdasarkan faktor-faktor seperti luas wilayah, jumlah penduduk, dan potensi ekonomi.

Wartawan: Bagaimana sejarah Muara Takus menjadi landasan bagi pembentukan provinsi baru ini?

Bunyana ST: Muara Takus adalah nama yang diambil dari situs bersejarah di Kabupaten Kampar, yang merupakan bagian penting dari sejarah kebudayaan Melayu. Sebagai situs warisan budaya yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Indonesia, Muara Takus adalah simbol dari keberagaman dan potensi wilayah ini. Pemberian nama Provinsi Muara Takus mengacu pada sejarah kebudayaan tersebut dan menunjukkan bahwa wilayah ini sudah sejak lama memiliki identitas kuat yang mendasari keberadaannya. Hal ini bukan hanya memberikan dasar budaya, tetapi juga memperkuat legitimasi pembentukan provinsi ini di mata masyarakat lokal dan pemerintah.

Wartawan: Mengapa pemekaran wilayah ini penting bagi masyarakat setempat?

Bunyana ST: Pemekaran wilayah ini sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Riau. Saat ini, wilayah timur Riau, yang meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan beberapa wilayah lainnya, sering kali tertinggal dalam hal infrastruktur dan akses pelayanan publik. Pembentukan Provinsi Muara Takus akan mempermudah pengelolaan sumber daya alam, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat. Ini akan memberikan kesempatan bagi wilayah timur untuk berkembang lebih cepat dan merata.

Wartawan: Dalam konteks pembentukan Provinsi Muara Takus, bagaimana Anda melihat peran pemerintah pusat dan Presiden Prabowo?

Bunyana ST: Kami berharap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat memberikan dukungan untuk pencabutan moratorium pemekaran daerah. Kami percaya bahwa pemekaran Provinsi Muara Takus memiliki dasar yang kuat baik dari sisi historis maupun ekonomis. Wilayah ini sudah cukup matang untuk menjadi provinsi yang mandiri dan lebih efektif dalam pengelolaan pemerintahannya. Dukungan dari Presiden dan lembaga legislatif sangat diperlukan untuk mewujudkan hal ini.

Wartawan: Ada rencana untuk menggandeng Gubernur Riau Abdul Wahid dalam proses ini, bagaimana harapan Anda terhadap beliau?

Bunyana ST: Gubernur Abdul Wahid sangat kami harapkan dapat mendukung penuh rencana ini. Dengan dukungannya, kami yakin langkah-langkah menuju pembentukan Provinsi Muara Takus akan lebih terkoordinasi dan terarah. Apalagi, beliau adalah gubernur yang baru terpilih dan memiliki visi besar untuk memajukan Riau, termasuk pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Wartawan: Bagaimana dengan dukungan dari DPR RI, khususnya Komisi II yang membidangi pemekaran wilayah?

Bunyana ST: Kami juga mengharapkan dukungan penuh dari Komisi II DPR RI, yang selama ini menangani masalah pemekaran daerah. Keputusan mereka akan sangat menentukan dalam proses pembentukan Provinsi Muara Takus. Jika Komisi II memberikan dukungan, kami percaya rencana ini dapat segera diproses dengan lebih cepat.

Wartawan: Apa langkah-langkah selanjutnya dalam proses pembentukan Provinsi Muara Takus?

Bunyana ST: Langkah pertama adalah penelitian kelayakan yang akan dilakukan pada 2025-2027. Setelah itu, kami akan membentuk tim persiapan untuk menyusun proposal dan dokumen yang diperlukan. Pada 2028-2029, proposal ini akan diajukan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan persetujuan. Jika semua berjalan lancar, pembahasan dan pengesahan undang-undang akan dilakukan pada 2029, dengan target pembentukan provinsi pada 2030. Proses ini membutuhkan dukungan yang solid dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, DPR, dan masyarakat setempat.

Wartawan: Apa harapan terbesar Anda jika Provinsi Muara Takus terbentuk pada 2030?

Bunyana ST: Harapan terbesar kami adalah agar Provinsi Muara Takus dapat membawa pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah timur Riau. Ini bukan hanya soal pembentukan provinsi baru, tetapi juga soal meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pelayanan publik yang lebih dekat, pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik, dan kesempatan yang lebih merata bagi semua. Kami juga berharap provinsi ini dapat menjadi simbol kemajuan bagi Indonesia, yang memperlihatkan bahwa daerah-daerah yang selama ini tertinggal bisa berkembang dengan pesat jika mendapat perhatian yang tepat.

Wartawan: Terima kasih atas waktunya, Pak Bunyana. Kami berharap rencana besar ini dapat segera terwujud.

Bunyana ST: Terima kasih. Kami juga berharap semua pihak mendukung langkah ini demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Riau dan Indonesia.

(Tim Wartawan)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 - 04:52:10 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Politik

Penundaan Revisi UU Pemilu Bakal Ganggu Persiapan 2029

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:09:34 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Politik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEEP Indonesia Soroti Kondisi Demokrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:22:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Tahun kedua pemerintahan Presid.

Politik

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:11:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Politik

Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"

Jumat, 02 Oktober 2026 - 13:00:00 WIB

Radarpekanbaru.com - Riyan Ade Putra,S.IP secara res.

Politik

Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak

Selasa, 29 September 2026 - 19:00:32 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mahkamah Konstitusi (MK).

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com