• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2045 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4389 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4393 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4348 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4462 Kali

  • Home
  • Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Redaksi Radarpku

Senin, 10 Juni 2024 19:47:18 WIB
Cetak
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKLUSIF DAN BERKUALITAS

Oleh Muammariza, S.Pdi

Pasal 12 Ayat 1.b Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional mengatur tentang Hak dan Kewajiban Peserta Didik, Bahwa Setiap Peserta Didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.

Penerapan Model Pembelajaran Diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka adalah Pemaduan kebutuhan individu Peserta Didik (Diferensiasi) dengan kebebasan pengembangan kurikulum. Model pembelajaran Diferensiasi menekankan pentingnya menyesuaikan metode dan materi ajar dengan variasi kemampuan, minat, dan gaya belajar Peserta Didik. Sementara itu, Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dan Pendidik untuk menyusun kurikulum yang lebih relevan dan kontekstual, memungkinkan penerapan pembelajaran yang lebih fleksibel dan personal.

Dalam dunia pendidikan, Model Pembelajaran Diferensiasi memungkinkan pengajaran yang lebih inklusif, sehingga semua Peserta Didik, termasuk yang berkebutuhan khusus atau memiliki bakat khusus, dapat berkembang secara optimal. Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan nyata.

Menggabungkan Model Pembelajaran Diferensiasi dengan Kurikulum Merdeka menghasilkan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individual Peserta Didik. Model Pembelajaran Diferensiasi memungkinkan penyesuaian metode pengajaran berdasarkan variasi kemampuan dan minat Peserta Didik, sementara 

Kurikulum Merdeka menyediakan kebebasan bagi Pendidik untuk merancang kurikulum yang lebih kontekstual dan relevan. Sinergi ini mendorong keterlibatan Peserta Didik, meningkatkan efektivitas pembelajaran, dan mempersiapkan Peserta Didik menghadapi tantangan dunia yang dinamis dan global. 

Model Pembelajaran Diferensiasi dan Kurikulum Merdeka mendukung Inklusi pendidikan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua Peserta Didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, serta menyesuaikan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata.

Konstruktivisme menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses aktif di mana Peserta Didik membangun pengetahuan baru berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya. Menurut Piaget, Peserta Didik belajar dengan menyusun informasi baru ke dalam struktur mental yang ada (skema). 

Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial dan budaya dalam pembelajaran, serta konsep "Zona Perkembangan Proksimal" yang menunjukkan bahwa pembelajaran terjadi paling efektif ketika Peserta Didik dibimbing sedikit di luar kemampuan mereka yang sekarang. 

Teori konstruktivisme mendukung penerapan Model Pembelajaran Diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka karena memungkinkan Peserta Didik untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan mereka sendiri, serta memperkaya pembelajaran melalui Interaksi Sosial dan Kontekstual.

Dilihat dari Perspektif Positif, Model Pembelajaran Diferensiasi memberi Pendidik kebebasan menyusun Kurikulum sesuai kebutuhan Unik Peserta didik, memungkinkan penyesuaian materi dan metode pengajaran berdasarkan kemampuan dan minat mereka. Ini meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar, serta memungkinkan pendidik menjadi lebih kreatif dan fleksibel. Peserta didik mendapat pengalaman belajar yang sesuai minat dan kemampuan, meningkatkan motivasi dan hasil belajar mereka. 

Namun, dari Perspektif Negatif, penerapan model ini membutuhkan persiapan dan perencanaan lebih detail, dengan pendidik harus menciptakan materi Ajar Variatif sesuai kebutuhan Peserta Didik. Kekurangan waktu, Sumber daya, dan Pelatihan khusus menjadi hambatan, serta beberapa Peserta Didik mungkin kewalahan mengarahkan pembelajaran sendiri atau kesulitan beradaptasi dengan metode yang lebih Fleksibel.

Dapat di simpulkan bahwa Model Pembelajaran Diferensiasi dalam konteks Kurikulum Merdeka menawarkan pendidikan yang lebih Adaptif, Inklusif, dan Berdaya saing. Dengan menghargai keragaman dan kebutuhan Individual Peserta Didik, strategi ini dapat meningkatkan keterlibatan Peserta Didik, mendukung pengembangan keterampilan penting, 

dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan Global. Oleh karena itu, Implementasi Efektif dari sinergi ini sangat penting untuk Transformasi Pendidikan di Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan Kompetitif.

PENULIS MUAMMARIZA, S.Pd.I (NIM.  2386110142) ADALAH MAHASISWA MAGISTER  PEDAGOGI, SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS LANCANG KUNING


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

HUT RI, Pesan Bung Karno dan Pemilu 2024* Oleh : Agusyanto Bakar

Ahad, 13 Agustus 2023 - 08:16:45 WIB

 Sempena Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 kemerdekaan RI, patut disimak kembali amanat ba.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jabatan Kapolda Riau Berganti!
03 Oktober 2026
Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen
03 Oktober 2026
Urai Antrean BBM, Mobil Bertonase Besar Jangan ke dalam Kota
03 Oktober 2026
Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
03 Oktober 2026
Profil Rocky Gerung, Akademisi yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo
03 Oktober 2026
Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan
03 Oktober 2026
Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"
02 Oktober 2026
Deretan Pejabat Negara Dilantik Prabowo, Bahlil Rangkap Jadi Menko
02 Oktober 2026
Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
02 Oktober 2026
38 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Kanwil Kemenhaj Riau Periksa Travel BMW
02 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jabatan Kapolda Riau Berganti!
  • 2 Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen
  • 3 Urai Antrean BBM, Mobil Bertonase Besar Jangan ke dalam Kota
  • 4 Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
  • 5 Profil Rocky Gerung, Akademisi yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo
  • 6 Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan
  • 7 Riyan Ade Putra, S.IP Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Lubuk Terap,: "Kades Harus Kreatif Mencari Anggaran Diluar Dana Desa Agar Pembangunan Tak Terhenti"

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com