Nabi Sulaiman dan Semut yang Meminta Diturunkan Hujan
Jin dan manusia berjalan bersamanya, sedangkan burung terbang di atasnya menaunginya dengan sayap. Pada setiap kelompok dari ketiga jenis pasukannya itu telah ditetapkan pemimpin yang mengatur barisan mereka.
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (QS. An-Naml ayat 17)
Ketika Sulaiman alaihissalam dan bala tentaranya akan melewati lembah semut, seekor semut di antara mereka memperingatkan kaumnya segera masuk ke sarang masing-masing sebelum terinjak oleh Sulaiman alaihissalam dan tentaranya, seraya dia memaklumi perbuatan Nabi Sulaiman alaihissalam dan bala tentaranya karena mereka tidak mengetahui keberadaan semut-semut yang kecil itu.
Allah Ta'ala kisahkan hal tersebut dalam ayatnya,
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari," (QS. An-Naml ayat 18).
Seperti dikutip Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, Nabi Sulaiman alaihissalam yang memahami pembicaraan semut tersebut tersenyum, dia bergembira atas karunia Allah kepadanya yang tidak diberikan kepada selainnya. Karena itu dia berdoa kepada Allah Ta'ala agar selalu diberikan rasa syukur kepada atas nikmat dan kekhususan yang diberikan kepada dirinya.(rep)
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.
Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
RADARPEKANBARU.COM - .
Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba
RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.








