• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2856 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2811 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2811 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2803 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2799 Kali

  • Home
  • Nasional

Politik Uang Jadi Masalah Serius di 2024, Politisi pun Diklaim Jengah Politik Uang

Redaksi Radarpku

Senin, 27 Juni 2022 09:38:18 WIB
Cetak
Politik Uang Jadi Masalah Serius di 2024, Politisi pun Diklaim Jengah Politik Uang

RADARPEKANBARU.COM - Politik uang dinilai masih menjadi persoalan serius yang harus diberantas di Pemilu 2024. Demikian salah satu kesimpulan utama Webinar Sekolah Demokrasi LP3ES – KITLV – UNDIP – PPI Leiden bertajuk “Mendorong Kelahiran Pemimpin Alternatif Hasil Pemilu 2024”. Webinar menghadirkan sejumlah pakar politik ekonomi, politisi, maupun peneliti dan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Belanda. Webinar berlangsung sejak pertengahan pekan lalu hingga akhir pekan lalu. 

 
 

Dalam rilis yang diterima pers, kemarin, disebutkan secara umum, problem politik uang dalam pemilu menjadi satu topik yang terus mengemuka selama tiga hari sekolah demokrasi, dan menjadi persoalan mendesak menuju 2024. Dalam hal ini, dari berbagai persoalan yang didiskusikan, reformasi sistem pemilu untuk menanggulangi politik uang dilihat sebagai agenda paling mendesak dan paling mungkin diwujudkan. 

Pertama, pada dasarnya semua pihak setuju dengan pemilu yang bebas dari politik uang, dari mulai akademisi paling idealis hingga politisi yang paling konservatif. "Tidak hanya akademisi, para politisi juga jengah dengan jebakan politik uang," demikian rilis menyebutkan. Para politisi ini pada dasarnya mengeluh dengan pembelian suara dalam pemilu, namun mereka tak kuasa untuk menolaknya. 

Di sini, “jebakan informalitas” dapat menjelaskan mengapa politik uang terjadi. Ini adalah situasi di mana politisi merasa khawatir tidak akan menang pemilu tanpa politik uang, sehingga mereka melakukannya. Di sisi lain, warga negara merasa mereka harus menerima dan bahkan “meminta uang” kepada politisi, karena itu satu-satunya kesempatan mereka bisa ikut mendapat insentif dari proses elektoral yang ada. 

Sedangkan pengusaha, mereka merasa harus membayar kepada politisi dalam pemilu, karena khawatir bisnis mereka akan terkendala kebjakan jika tidak melakukannya. Inilah satu situasi yang dalam ilmu politik disebut sebagai masalah tindakan kolektif.

Hal ini yang menurut Ketua Dewan Pengurus LP3ES Prof Didik J Rachbini membutuhkan jalan panjang untuk penyelesaiannya. Dalam pandangannya, Prof Didik malah menyebutkan bisa saja Indonesia membutuhkan waktu empat pemilu lagi untuk menyelesaikan problem sistem politik termasuk politik uang itu.

Sekolah Demokrasi juga menekankan pentingnya kedudukan para politisi. Semua reformasi di bidang lain membutuhkan politisi, baik yang di legislatif maupun eksekutif, yang progresif. Selain progresif, si politisi harus pertama-tama memiliki keterikatan dengan para pemilihnya. Misalnya saja, untuk dapat mau meloloskan paket kebijakan comprehensif mewujudkan negara kesejahteraan, kita membutuhkan politisi yang menyetujuinya. Agar bisa mencipta satu paket kebijakan yang berpihak kepada kelestarian alam, dibutuhkan politisi yang sadar akan politik hijau. Demikian seterusnya. Dengan kata lain, reformasi sistem pemilu ini akan menjadi awal untuk reformasi lainnya.

Ward Berenschot, peneliti KITLV Leiden, yang juga guru besar Universitas Amsterdam menilai tantangan demokrasi di Indonesia masih berkisar pada tingginya tingkat korupsi, oligarki, parpol yang perlu dibenahi. Tantangan terasa semakin besar, semakin berbahaya bagi demokrasi. "Akan banyak orang yang frustrasi dan memilih berpikir pintas untuk mengembalikan saja keadaan ke era diktator pada masa yang lalu," kata dia.

Ada beberapa akar masalah, menurut Ward, yang memang harus diatasi terkait sistem elektoral. Tetapi bukannya tanpa ide pemecahan misalnya dengan memperkuat wewenang Bawaslu, perbesar anggarannya, juga prasyarat hukumnya. Penting untuk mengerti dengan baik sistem politik yang ada sekarang. Memahami bagaimana titik masuk untuk bisa menghentikan praktik-praktik jual beli suara atau korupsi pemilu.

Gita Dwi Damara dan Kemal Farizan, perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Leiden, Belanda, menilai persoalan politik uang tidak bisa lepas dari tingkat kesejahteraan sebagian besar rakyat Indonesia. Tingkat kesejahteraan ini menentukan sejauh mana kesadaran rakyat untuk mau atau menolak politik uang. 

"Masyarakat Indonesia tidak akan punya kesadaran akan pentingnya pembasmian korupsi, politik uang, pentingnya kelestarian lingkungan dan berbagai isu-isu lainnya apabila kebutuhan primer dan kesejahteraan mereka belum terpenuhi," kata Gita. 

Kemal menambahkan, politik uang dan korupsi terjadi karena masih kurangnya tingkat kesejahteraan masyarakat, karena secara logika masyarakat masih membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan primernya.Pemikiran akan untuk mengatasi isu-isu tersebut mungkin masih tidak terlu terpikirkan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. 

Keduanya lalu membandingkan  negara Belanda yang memang kesejahteraan masyarakatnya sudah terpenuhi dengan baik, seperti pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, tingkat pendapatan, tempat tinggal layak, kecukupan pangan dan sebagainya. Sehingga masyarakat Belanda tidak perlu lagi memikirkan hal-hal primer yang memang sudah dijamin oleh negara dan pada akhirnya korupsi bisa hilang sendirinya, tidak ada politik uang dan masyarakat dan pemerintah disini bisa fokus kepada hal-hal penting lain seperti isu lingkungan, kesetaraan gender dan hal-hal lain demi kemajuan negara.

"Oleh karena itu, akar solusi dari segala masalah yang ada di Indonesia adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia itu sendiri," kata mereka. Oleh karena itu satu langkah utama yang perlu dilakukan oleh pemimpin kedepannya adalah bagaimana pemerintah dapat menjamin kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga apabila kesejahteraan sudah terpenuhi, niscaya lambat laun segala masalah yang ada di Indonesia dapat teratasi. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Menhut Raja Juli Dikaitkan dengan Kasus Bupati Kuansing, PSI Riau Bilang Begini

Sabtu, 04 Juli 2026 - 09:50:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Nama Menteri Kehutanan sekaligu.

Nasional

Menhut Dua Kali Bertemu Bupati Kuansing dalam 36 Hari

Jumat, 03 Juli 2026 - 09:12:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (K.

Nasional

Harga Emas Antam Naik, Buyback Menguat Lebih Tinggi

Kamis, 02 Juli 2026 - 10:14:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Harga emas batangan produksi PT.

Nasional

HUT Bhayangkara Momentum Polri Berbenah dan Lebih Humanis

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:19:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Safari Jokowi Tak Hanya Senggol PDIP tapi Semua Partai

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:31:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Komnas Perempuan Mestinya Bela Korban Bukan Berdebat Definisi Penyiksaan

Senin, 29 Juni 2026 - 08:29:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Hadir di 3 Daerah, Berikut Lokasinya!
06 Juli 2026
Pemprov Riau Akan Terapkan Manajemen Talenta Dalam Pengisian Jabatan
06 Juli 2026
Kota Pekanbaru Berpotensi Jadi Kota Percontohan Nasional
06 Juli 2026
Ronaldo Umumkan 2026 Jadi Piala Dunia Terakhirnya
06 Juli 2026
Mengapa Shalat Sunah Sebelum Subuh Lebih Baik Dibanding Dunia dan Seisinya?
06 Juli 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya
06 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Tunjuk Muradi Jadi Plh Sekretaris Daerah
04 Juli 2026
Hasil UKT Sudah Diserahkan, Jabatan Sekda Pekanbaru Tunggu Keputusan Walikota
04 Juli 2026
Kasus Dugaan Kekerasan Mahasiswa di DPRD Riau, Polda Periksa Korban dan Telusuri Pelaku
04 Juli 2026
Tanda Kecil Menjelang Kiamat, Mana Saja yang Sudah Terjadi?
04 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Hadir di 3 Daerah, Berikut Lokasinya!
  • 2 Pemprov Riau Akan Terapkan Manajemen Talenta Dalam Pengisian Jabatan
  • 3 Kota Pekanbaru Berpotensi Jadi Kota Percontohan Nasional
  • 4 Ronaldo Umumkan 2026 Jadi Piala Dunia Terakhirnya
  • 5 Mengapa Shalat Sunah Sebelum Subuh Lebih Baik Dibanding Dunia dan Seisinya?
  • 6 Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya
  • 7 Plt Bupati Kuansing Tunjuk Muradi Jadi Plh Sekretaris Daerah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com